Bentuk Karakter Berbasis Uswah Hasanah Rasulullah SAW, YPSPIAI dan UNIDA Bogor selenggarakan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW
Yayasan Pusat Studi
Pengembangan Islam Amaliyah Indonesia (YPSIAI) bersama dengan Universitas
Djuanda (UNIDA) Bogor selenggarakan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1444
Hijriah dengan tema "Membentuk Karakter Insan UNIDA berbasis Uswah
Hasanah Rasulullah SAW" di Baitul Quran pada Jumat, 7 Oktober 2022
yang bertepatan juga pada 11 Rabiul Awal 1444 Hijriah. Peringatan tersebut
diisi oleh Dekan FAPERTA UNIDA Bogor, Dr. Yudi Wahyudin, S.Pi.,M.Si dan
dihadiri oleh Chancellor UNIDA Bogor, Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H, Rektor
UNIDA Bogor, Prof. Dr. Suhaidi, S.H., M.H beserta jajaran serta diikuti oleh
insan YPSPIAI dan UNIDA Bogor.
Kegiatan Peringatan
Maulid Nabi Muhammad SAW adalah agenda rutin tahunan YPSPIAI dan UNIDA Bogor
untuk memperingati bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Chancellor UNIDA
Bogor, Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H dalam sambutannya menyampaikan bahwa
sebagai muslim hendaknya mencintai Rasulullah dan harus respect terhadap
siapa yang menyelamatkan manusia yaitu Nabi Muhammad SAW karena Rasulullah
sangat mencintai umatnya bahkan Rasul tidak kenal dengan umatnya saat ini akan
tetapi Rasulullah sangat mencintai umatnya.
"Kita sebagai
umatnya harus mencintai juga Rasulullah dan salah satu cara mencintai Rasul
adalah mencontohnya dan perbanyak bersholawat. Ayo kita mencintai Rasullullah
dan perbanyak sholawat sesuai dengan apa yang diperintahkan Allah SWT,"
tutur Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H.
Selanjutnya Rektor
UNIDA Bogor, Prof. Dr. Suhaidi, S.H., M.H dalam paparan sambutannya menyampaikan
bahwa syukur alhamdulillah YPSPIAI dan UNIDA Bogor dapat melaksanakan
peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di tahun 1444 Hijriah ini. Perlu diyakini
bahwa dalam diri Muhammad SAW adalah suri tauladan yang sangat sempurna dan
sangat diwajibkan untuk mencontoh akhlak Nabi Muhammad SAW. Kegiatan untuk
pengingat setiap tahunnya akan tetapi jangan hanya sebagai seremonial saja
tentunya.
"Kita ambil
momentum maulid ini untuk memperbaiki diri sehingga sesuai dengan apa yang
dicontohkan oleh Rasulullah. Rasullah adalah Al-Quran yang berjalan penuh
kelembutan tapi penuh ketegasan. Menjadi Rasul itu penuh ujian dan kesabaran
oleh karena itu kita harus sabar dalam hidup ini seperti yang dicontohkan
Rasulullah. Semoga tausiyah dalam peringatan maulid Nabi Muhammad SAW ini dapat
memberikan manfaat untuk intropeksi diri kita ke depan menjadi lebih
baik," ungkap Prof. Dr. Suhaidi, S.H., M.H.
Pada kesempatan
yang sama, Dekan FAPERTA UNIDA Bogor, Dr. Yudi Wahyudin, S.Pi., M.Si dalam
paparan meterinya menyampaikan bahwa sebagai umat islam hendaknya mengikuti
Nabi Muhammad SAW dalam segala hal karena Nabi Muhammad SAW merupakan contoh
dan teladan yang paling sempurna maka ada beberapa hal yang harus dipahami
mengenai Rasulullah yang dimana kita harus tahu bahwa dalam bulan ini lahirnya
manusia paling mulia di dunia yang menjadi penerang dari kegelapan yaitu Nabi
Muhammad SAW dan Beliau juga jadi penutup dan penghulu bagi para Nabi serta
Rasul. Nabi Muhhammad
SAW juga merupakan cahaya yang menerangi dunia dengan
kemuliaan akhlak sehingga
Beliau menjadi teladan bagi alam semesta. Nabi Muhammad
SAW juga merupakan teladan yang sempurna karena beliau adalah Al-Quran berjalan
sehingga perkataan dan tindakannya semuanya menjadi sunah dan jika manusia
mengikutinya maka akan menjadi pahala yang luar biasa.
"Rasullullah
menjadi rahmatan lil alamin sampai hari kiamat nanti, ketika kita ingin
mendapatkan syafaat dari Rasulullah saat hari akhir nanti maka yang harus kita
lakukan adalah dengan mendekat kepada Rasul yaitu dengan bahasa qalbu, bahasa
ucapan, bahasa tindakan, seperti dengan menghidupkan majelis seperti yang saat
ini sedang kita laksanakan. Kita harus taaruf dengan Rasulullah dengan cari kita
harus melihat serta mengamalkan apa yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW.
Kita juga harus fokus kepada Rasilullah, dengan kita fokus maka segala tindakan
dan ucapan kita akan selalu mencontoh dari Nabi Muhammad SAW," tutur Dr.
Yudi Wahyudin, S.Pi., M.Si.