[email protected] 0251-8240773
Berita

Bentuk Karakter Berbasis Uswah Hasanah Rasulullah SAW, YPSPIAI dan UNIDA Bogor selenggarakan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

Yayasan Pusat Studi Pengembangan Islam Amaliyah Indonesia (YPSIAI) bersama dengan Universitas Djuanda (UNIDA) Bogor selenggarakan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1444 Hijriah dengan tema "Membentuk Karakter Insan UNIDA berbasis Uswah Hasanah Rasulullah SAW" di Baitul Quran pada Jumat, 7 Oktober 2022 yang bertepatan juga pada 11 Rabiul Awal 1444 Hijriah. Peringatan tersebut diisi oleh Dekan FAPERTA UNIDA Bogor, Dr. Yudi Wahyudin, S.Pi.,M.Si dan dihadiri oleh Chancellor UNIDA Bogor, Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H, Rektor UNIDA Bogor, Prof. Dr. Suhaidi, S.H., M.H beserta jajaran serta diikuti oleh insan YPSPIAI dan UNIDA Bogor.

Kegiatan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW adalah agenda rutin tahunan YPSPIAI dan UNIDA Bogor untuk memperingati bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Chancellor UNIDA Bogor, Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H dalam sambutannya menyampaikan bahwa sebagai muslim hendaknya mencintai Rasulullah dan harus respect terhadap siapa yang menyelamatkan manusia yaitu Nabi Muhammad SAW karena Rasulullah sangat mencintai umatnya bahkan Rasul tidak kenal dengan umatnya saat ini akan tetapi Rasulullah sangat mencintai umatnya.

"Kita sebagai umatnya harus mencintai juga Rasulullah dan salah satu cara mencintai Rasul adalah mencontohnya dan perbanyak bersholawat. Ayo kita mencintai Rasullullah dan perbanyak sholawat sesuai dengan apa yang diperintahkan Allah SWT," tutur Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H.

Selanjutnya Rektor UNIDA Bogor, Prof. Dr. Suhaidi, S.H., M.H dalam paparan sambutannya menyampaikan bahwa syukur alhamdulillah YPSPIAI dan UNIDA Bogor dapat melaksanakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di tahun 1444 Hijriah ini. Perlu diyakini bahwa dalam diri Muhammad SAW adalah suri tauladan yang sangat sempurna dan sangat diwajibkan untuk mencontoh akhlak Nabi Muhammad SAW. Kegiatan untuk pengingat setiap tahunnya akan tetapi jangan hanya sebagai seremonial saja tentunya.

"Kita ambil momentum maulid ini untuk memperbaiki diri sehingga sesuai dengan apa yang dicontohkan oleh Rasulullah. Rasullah adalah Al-Quran yang berjalan penuh kelembutan tapi penuh ketegasan. Menjadi Rasul itu penuh ujian dan kesabaran oleh karena itu kita harus sabar dalam hidup ini seperti yang dicontohkan Rasulullah. Semoga tausiyah dalam peringatan maulid Nabi Muhammad SAW ini dapat memberikan manfaat untuk intropeksi diri kita ke depan menjadi lebih baik," ungkap Prof. Dr. Suhaidi, S.H., M.H.

Pada kesempatan yang sama, Dekan FAPERTA UNIDA Bogor, Dr. Yudi Wahyudin, S.Pi., M.Si dalam paparan meterinya menyampaikan bahwa sebagai umat islam hendaknya mengikuti Nabi Muhammad SAW dalam segala hal karena Nabi Muhammad SAW merupakan contoh dan teladan yang paling sempurna maka ada beberapa hal yang harus dipahami mengenai Rasulullah yang dimana kita harus tahu bahwa dalam bulan ini lahirnya manusia paling mulia di dunia yang menjadi penerang dari kegelapan yaitu Nabi Muhammad SAW dan Beliau juga jadi penutup dan penghulu bagi para Nabi serta Rasul. Nabi Muhhammad SAW juga merupakan cahaya yang menerangi dunia dengan kemuliaan akhlak sehingga Beliau menjadi teladan bagi alam semesta. Nabi Muhammad SAW juga merupakan teladan yang sempurna karena beliau adalah Al-Quran berjalan sehingga perkataan dan tindakannya semuanya menjadi sunah dan jika manusia mengikutinya maka akan menjadi pahala yang luar biasa.

"Rasullullah menjadi rahmatan lil alamin sampai hari kiamat nanti, ketika kita ingin mendapatkan syafaat dari Rasulullah saat hari akhir nanti maka yang harus kita lakukan adalah dengan mendekat kepada Rasul yaitu dengan bahasa qalbu, bahasa ucapan, bahasa tindakan, seperti dengan menghidupkan majelis seperti yang saat ini sedang kita laksanakan. Kita harus taaruf dengan Rasulullah dengan cari kita harus melihat serta mengamalkan apa yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW. Kita juga harus fokus kepada Rasilullah, dengan kita fokus maka segala tindakan dan ucapan kita akan selalu mencontoh dari Nabi Muhammad SAW," tutur Dr. Yudi Wahyudin, S.Pi., M.Si.