Berakrab dengan Al-Quran
Oleh:
Prof. Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H (Chancellor Universitas Djuanda)
Assalamu’alaikum
warahmatullahi wabarakatuh
Saudara-saudaraku
semua para Soimin dan Soimat, alhamdulillah
wa syukurillah di bulan Ramadhan
ini kita dapat mengisi malam dengan itikaf di Masjid. Itikaf dimaksudkan untuk
berakrab-akrab dengan Al-Quran, berakrab-akrab dengan Allah.
Ada
satu peristiwa di Sumatera Utara, seorang
Ustadz mendapat tugas mengajar di Malaysia selama 2 tahun. Setiap bulan Ustadz mengirimkan nafkah ke Ummi di
Medan.
Ummi menerima nafkah dari Ustadz berbarengan dengan surat dari Ustadz yang selalu kemudian Ummi
simpan.
Satu
ketika Ustadz pulang ke Medan, sambil istirahat,
Ustadz merapikan kasur, kemudian memindahkan
bantal. Ternyata tersimpan surat Ustadz selama 2 tahun di bawah kasur oleh Ummi.
Ustadz lantas memanggil Ummi.. “Ummi, ini ada tumpukan surat, apa ini Ummi?”.
Ummi menjawab, “Ini surat Buya.”
Ustadz terheran, sembari kembali bertanya, “Surat Buya?
Kenapa rupanya?”
Ummi menjelaskan bahwa setiap bulan, nafkah yang dikirim oleh Ustadz
bersama dengan surat, oleh Ummi suratnya disimpan.
“Jadi,
kalau Ummi rindu sama Buya, Ummi
baca surat itu.”
Ustadz tercengang dan haru, terlihat dipipinya merah merona dan matanya basah. Betapa cinta istrinya kepada dirinya, sampai-sampai surat darinya disimpan
rapi.
Ustadz kembali bertanya, “Bagaimana caranya Ummi membaca surat itu?”
“Setiap
malam sebelum tidur, surat dari
mulai pertama, kedua, ketiga
selalu
Ummi baca,” ungkap Ummi.
Buya
kemudian
bilang, jadi kalau ada 24 surat berarti 24 halaman. Kalau Al-Quran itu sudah satu juz lebih, atau
3 halaman.
“Ummi, jadi mana yang lebih
banyak Ummi baca, Al-Quran atau surat dari
Buya?” tanya Ustadz.
Ummi kaget dengan pertanyaan tersebut.
“Buya ingin tahu saja, kecintaan Ummi kepada Al-Quran mana
lebih tinggi dari kecintaan Ummi terhadap surat Buya,”
tambah Ustadz.
Ummi terdiam dan tersimpuh malu. Lalu Ummi pun
menjawab.. “Memang setiap malam Ummi selalu lebih
banyak membaca Al-Quran.”
Mendengar hal tersebut, betapa bahagianya Buya.
Mencintai
Allah salah satu diantaranya mencintai
firman-Nya. Membaca Al-Quran adalah satu jalan untuk mendekatkan diri dengan Allah. Maka Itikaf mendorong kita untuk lebih banyak membaca dan berdiam diri lebih mengenal Allah. Bacalah Al-Quran berikut artinya, jika ada waktu lebih
baca juga dengan asbabun
nuzulnya,
agar kita ketahui
siapa diri kita, dan siapa tuhan
kita.
Selamat menjalankan itikaf.
Wallahu
Yaqululhaq Wahuwayadissabil.
Wassalamu’alaikum
Warahmatullahi Wabarakatuh.