[email protected] 0251-8240773
Ketauhidan

Berakrab dengan Al-Quran

Oleh: Prof. Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H (Chancellor Universitas Djuanda)


Assalamu
alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Saudara-saudaraku semua para Soimin dan Soimat, alhamdulillah wa syukurillah di bulan Ramadhan ini kita dapat mengisi malam dengan itikaf di Masjid. Itikaf dimaksudkan untuk berakrab-akrab dengan Al-Quran, berakrab-akrab dengan Allah.

Ada satu peristiwa di Sumatera Utara, seorang Ustadz mendapat tugas mengajar di Malaysia selama 2 tahun. Setiap bulan Ustadz mengirimkan nafkah ke Ummi di Medan.

Ummi menerima nafkah dari Ustadz berbarengan dengan surat dari Ustadz yang selalu kemudian Ummi simpan.

Satu ketika Ustadz pulang ke Medan, sambil istirahat, Ustadz merapikan kasur, kemudian memindahkan bantal. Ternyata tersimpan surat Ustadz selama 2 tahun di bawah kasur oleh Ummi.

Ustadz lantas memanggil Ummi.. “Ummi, ini ada tumpukan surat, apa ini Ummi?”.

Ummi menjawab, “Ini surat Buya.”

Ustadz terheran, sembari kembali bertanya, “Surat Buya? Kenapa rupanya?”

Ummi menjelaskan bahwa setiap bulan, nafkah yang dikirim oleh Ustadz bersama dengan surat, oleh Ummi suratnya disimpan.

Jadi, kalau Ummi rindu sama Buya, Ummi baca surat itu.”

Ustadz tercengang dan haru, terlihat dipipinya merah merona dan matanya basah. Betapa cinta istrinya kepada dirinya, sampai-sampai surat darinya disimpan rapi.

Ustadz kembali bertanya, “Bagaimana caranya Ummi membaca surat itu?”

“Setiap malam sebelum tidur, surat dari mulai pertama, kedua, ketiga selalu Ummi baca,” ungkap Ummi.

Buya kemudian bilang, jadi kalau ada 24 surat berarti 24 halaman. Kalau Al-Quran itu sudah satu juz lebih, atau 3 halaman.

Ummi, jadi mana yang lebih banyak Ummi baca, Al-Quran atau surat dari Buya?” tanya Ustadz.

Ummi kaget dengan pertanyaan tersebut.

“Buya ingin tahu saja, kecintaan Ummi kepada Al-Quran mana lebih tinggi dari kecintaan Ummi terhadap surat Buya,” tambah Ustadz.

Ummi terdiam dan tersimpuh malu. Lalu Ummi pun menjawab.. “Memang setiap malam Ummi selalu lebih banyak membaca Al-Quran.”

Mendengar hal tersebut, betapa bahagianya Buya.

Mencintai Allah salah satu diantaranya mencintai firman-Nya. Membaca Al-Quran adalah satu jalan untuk mendekatkan diri dengan Allah. Maka Itikaf mendorong kita untuk lebih banyak membaca dan berdiam diri lebih mengenal Allah. Bacalah Al-Quran berikut artinya, jika ada waktu lebih baca juga dengan asbabun nuzulnya, agar kita ketahui siapa diri kita, dan siapa tuhan kita.

Selamat menjalankan itikaf.

Wallahu Yaqululhaq Wahuwayadissabil.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.