[email protected] 0251-8240773
Ketauhidan

Berguru Mengaji pada Matematika, Kajian oleh Dr. Ir. Setyono, M.Si dalam Majelis Tasbih UNIDA

Universitas Djuanda (UNIDA) melalui Badan Pengkajian dan Penerapan Tauhid (BPPT) selenggarakan kegiatan rutin Majelis Tasbih pada Jum’at, 01 September 2023. Kegiatan majelis tasbih ini dilaksanakan secara hybrid yaitu daring melalui platform Zoom Cloud Meeting dan live streaming UNIDA TV serta luring di Majelis Baitul Quran (MBQ) UNIDA. Pada kesempatan ini, Majelis Tasbih diisi oleh Dosen Fakultas Pertanian (Faperta) UNIDA, Dr. Ir. Setyono, M.Si.

Dalam pemaparannya, Dr. Ir. Setyono, M.Si menyampaikan materi berjudul “Berguru Mengaji Bersama Matematika”.

"Pada umumnya, seseorang mengaji kepada seorang guru ngaji atau ustadz. Hari ini kita akan mengaji pada matematika. Ada perbedaan sifat mengajinya. Jika kita mengaji pada guru ngaji, maka guru atau ustadznya lebih pintar duluan, dan muridnya akan menyusul pintar. Lalu bagaimana mengaji kepada matematika? Seseorang perlu pintar dahulu untuk mendapatkan pengajian dari matematika,” tuturnya mengawali pemaparan.

Dr. Ir. Setyono, M.Si menyebutkan, kewajiban berpikir bagi manusia tertuang dalam Q.S Al-Imran ayat 190-191 yang artinya "Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, terdapat tanda-tanda (pelajaran) bagi orang-orang yang berakal. (Yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil (ketika) berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa api neraka.”

"Dari ayat tersebut, tersirat bahwa ada pelajaran yang dapat kita pelajari, sehingga kita bisa mendapatkan ilmu disitu. Tetapi disini ada syarat bagi orang berakal yang berilmu pada alam, yaitu mengingat dan memikirkan Allah dimana saja dan kapan saja. Ketika kita belajar ilmu pengetahuan atau melakukan suatu pekerjaan, maka hendaknya kita tidak hanya ahli dalam ilmu atau teknik dari pekerjaan tersebut, melainkan juga mendapatkan pelajaran kehidupan didalamnya,” terangnya.

Lebih lanjut, Dr. Ir. Setyono, M.Si, memberikan pemaparan tentang Ilmu dalam Matematika dan apa pelajaran yang bisa dipetik dari ilmu tersebut. Diakhir, sebelum menutup kegiatan majelis tasbih ini, Dr. Ir. Setyono, M.Si memberikan kesimpulan.

“Jangan pesimis dengan kondisi yang sudah dilalui karena peluang untuk menjadi baik selalu terbuka selama ajal belum tiba. Kemudian, jangan abaikan amal yang kecil, karena kita tidak tahu amal mana yang membawa kita ke surga. Lalu jangan abaikan dosa yang kecil, karena kita tidak tahu dosa mana yang membawa kita ke neraka,” pungkasnya.

Pemaparan mengenai “Berguru Mengaji Bersama Matematika” secara lebih jelas oleh Dr. Ir. Setyono, M.Si dapat disaksikan kembali melalui kanal YouTube UNIDA TV, atau dengan klik tautan berikut:

https://www.youtube.com/live/6uw6BoEExck?feature=shared