Berguru Mengaji pada Matematika, Kajian oleh Dr. Ir. Setyono, M.Si dalam Majelis Tasbih UNIDA
Universitas Djuanda (UNIDA) melalui Badan Pengkajian dan
Penerapan Tauhid (BPPT) selenggarakan kegiatan rutin Majelis Tasbih pada
Jum’at, 01 September 2023. Kegiatan majelis tasbih ini dilaksanakan
secara hybrid yaitu daring melalui platform Zoom Cloud
Meeting dan live streaming UNIDA TV serta luring di
Majelis Baitul Quran (MBQ) UNIDA. Pada kesempatan ini, Majelis Tasbih diisi
oleh Dosen
Fakultas Pertanian (Faperta) UNIDA, Dr. Ir. Setyono, M.Si.
Dalam
pemaparannya, Dr. Ir. Setyono, M.Si menyampaikan materi berjudul “Berguru Mengaji
Bersama Matematika”.
"Pada umumnya, seseorang mengaji kepada seorang guru ngaji atau ustadz.
Hari ini kita akan mengaji pada matematika. Ada perbedaan sifat mengajinya.
Jika kita mengaji pada guru ngaji, maka guru atau ustadznya lebih pintar duluan,
dan muridnya akan menyusul pintar. Lalu bagaimana mengaji kepada matematika?
Seseorang perlu pintar dahulu untuk mendapatkan pengajian dari matematika,”
tuturnya mengawali pemaparan.
Dr. Ir.
Setyono, M.Si menyebutkan, kewajiban berpikir bagi manusia tertuang dalam Q.S
Al-Imran ayat 190-191 yang artinya "Sesungguhnya dalam penciptaan langit
dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, terdapat tanda-tanda (pelajaran)
bagi orang-orang yang berakal. (Yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil
(ketika) berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan
tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami,
tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka
peliharalah kami dari siksa api neraka.”
"Dari ayat tersebut, tersirat bahwa ada pelajaran yang dapat kita
pelajari, sehingga kita bisa mendapatkan ilmu disitu. Tetapi disini ada syarat
bagi orang berakal yang berilmu pada alam, yaitu mengingat dan memikirkan Allah
dimana saja dan kapan saja. Ketika kita belajar ilmu pengetahuan atau melakukan
suatu pekerjaan, maka hendaknya kita tidak hanya ahli dalam ilmu atau teknik
dari pekerjaan tersebut, melainkan juga mendapatkan pelajaran kehidupan
didalamnya,” terangnya.
Lebih lanjut, Dr. Ir. Setyono, M.Si, memberikan pemaparan tentang
Ilmu dalam Matematika dan apa pelajaran yang bisa dipetik dari ilmu tersebut. Diakhir,
sebelum menutup kegiatan majelis tasbih ini, Dr. Ir. Setyono, M.Si memberikan
kesimpulan.
“Jangan pesimis dengan kondisi yang sudah dilalui karena peluang untuk
menjadi baik selalu terbuka selama ajal belum tiba. Kemudian, jangan abaikan
amal yang kecil, karena kita tidak tahu amal mana yang membawa kita ke surga. Lalu
jangan abaikan dosa yang kecil, karena kita tidak tahu dosa mana yang membawa
kita ke neraka,” pungkasnya.
Pemaparan mengenai “Berguru Mengaji Bersama Matematika” secara lebih jelas
oleh Dr.
Ir. Setyono, M.Si dapat disaksikan kembali melalui kanal YouTube UNIDA
TV, atau dengan klik tautan berikut:
.png)
