[email protected] 0251-8240773
Berita

BPK UNIDA Ajak Seluruh Pengeola Jurnal ikut Diseminasi Hasil Workshop Peningkatan Peringkat Jurnal Terakreditasi

Badan Pengembangan Keilmuan (BPK) selenggarakan Diseminasi Hasil Workshop Peningkatan Peringkat Jurnal Terakreditasi pada Selasa (19/07/2022) secara daring melalui zoom meeting dihadiri oleh pengelola jurnal Universitas Djuanda (UNIDA). Kegiatan ini dilakukan dalam rangka diseminasi hasil ikut serta tim editor Jurnal Sosial Humaniora Megan Asri Humaira, S.S., M.Hum., dan Nadia Amalia, S.I.Kom., M.AP dalam Workshop Peningkatan Peringkat Jurnal Terakreditasi, pada 12-13 Juli 2022, di Hotel Onih, Bogor, yang diselenggarakan Kemdikbudristek. Jurnal Sosial Humaniora diundang sebagai salah satu peserta pada kegiatan tersebut yang diselenggarakan Kemdikbudristek tersebut. Tujuan kegiatan agar seluruh jurnal di lingkungan Universitas Djuanda mengetahui dan mendapatkan materi atau pengetahuan yang sama dalam hal peningkatan akreditasi jurnal.

Kegiatan dibuka oleh Kepala Badan (BPK) Dr. Ir. Mohamad Ali Fulazzaky, Ph.D dalam sambutannya memaparkan program kerja bidang Bimbingan Jurnal Ilmiah, serta memberikan arahan dan motivasi kepada pengelola jurnal di Universitas Djuanda.

“Ada beberapa ultimate goal (tahun 2031-2040) yang menjadi tujuan pengelola jurnal, mulai dari jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang: (1) seluruh jurnal di Universitas Djuanda berstatus terakreditasi baik Sinta 6 sampai Sinta 1, (2) meningkatnya publikasi mahasiswa, (3) meningkatnya kualitas tim editor diukur dari rekam jejak publikasi Scopus/WOS, (4) indeksasi jurnal di sistem pengindeks bereputasi tinggi, Scopus/WOS. Untuk mencapai ultimate goal, beberapa program jangka pendek (2022-2023) dilakukan secara bertahap. Perlu dukungan, kerja keras, dan kerja sama pengelola jurnal agar tujuan tersebut dapat dicapai.”Paparnya

Materi disampaikan oleh Kepala bidang Bimbingan Jurnal Ilmiah, Megan Asri Humaira, S.S., M.Hum, ia menyampaikan peran sebagai editor sebuah jurnal memiliki tugas dan tanggungjawabnya masing-masing, baik sebagai Editor in Chief, Section Editor, Copy Editor, Layout Editor, Proofreader, bahkan Reviewer.

“Peran-peran tersebut merupakan satu kesatuan utuh dalam keberhasil sebuah pengelolaan jurnal ilmiah. Tanggung jawab dan kerja sama yang baik sangat diperlukan dalam proses pengelolaannya. Selain itu, kekonsistenan dalam mempublikasikan sebuah artikel sesuai pedoman akreditasi jurnal ilmiah sangat diwajibkan demi mencapai peringkat akreditasi jurnal yang lebih tinggi seperti halnya Sinta 1. Tidak hanya tim editor jurnal yang berperan penting, tetapi dukungan prodi dan fakultas terhadap jurnal menjadi suatu hal yang penting dalam langkah-langkah kebijakan pengelolaan jurnal ilmiah menuju peringkat akreditasi Sinta 1.”Jelasnya

Pada kesempatan yang sama pemateri kedua Kepala bagian Pengelolaan Jurnal Nadia Amalia, S.I.Kom., MAP menjelaskan berdasarkan hasil bedah jurnal dengan asesor bidang substansi dan asesor bidang manajemen.

“Jurnal Sosial Humaniora yang merupakan perwakilan dari jurnal-jurnal di universitas, tidak banyak yang diperbaiki, hanya ada beberapa yang tidak konsisten baik antar artikel maupun antar isu terbitan. Pengelola jurnal di universitas juga diharapkan dapat mengisi form-form penilaian yang diberikan dan mengembalikannya kepada BPK, agar dapat dievaluasi kembali indikator apa saja yang perlu ditingkatkan atau diperbaiki. Hal ini menjadi penting dan sangat bagus bagi jurnal itu sendiri karena masing-masing editor jurnal dapat melakukan evaluasi terhadap jurnal yang dikelolanya. Harapannya, jurnal-jurnal di universitas dapat semakin meningkat kualitasnya, pungkasnya.

Harapan dilaksanakannya kegiatan ini agar pengelola jurnal dapat menerapkan atau mengaplikasikan pada jurnal masing-masing berdasarkan arahan yang dijelaskan oleh tim akreditasi jurnal ilmiah Kemendikbudristek atau asesor penilaian akreditasi jurnal. Dengan begitu, akreditasi jurnal akan meningkat minimal Sinta 3.

Hadir menjadi peserta Editor Jurnal AgribiSains Syaima Lailatul Mubarokah, SP menyambut baik kegiatan ini.

“Kegiatan ini penting karena terkait penilaian-penilaian asesor dalam akreditasi jurnal ilmiah. Seperti yang dicontohkan pada Jurnal Sosial Humaniora, pengelola jurnal lain menjadi mengetahui apa yang harus dilakukan terhadap jurnal yang dikelolanya agar kualitas jurnal semakin bagus dan akreditasi jurnal meningkat, ungkapnya.