[email protected] 0251-8240773
Berita

BPK UNIDA Bogor Dorong Dosen Menulis untuk Tingkatkan Kualitas dan Kuantitas Publikasi Karya Ilmiah

Dalam upaya meningkatkan kualitas dan kuantitas publikasi karya tulis ilmiah, Universitas Djuanda (UNIDA) Bogor melalui Badan Pengembangan Keilmuan (BPK) menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Meet Rector, Chairman of YPSPIAI, and Chancellor” secara virtual melalui platform Zoom Cloud Meeting, pada Jum’at (29/7/2022).

Kegiatan ini merupakan kegiatan lanjutan dari program yang bertujuan untuk saling belajar serta memotivasi di antara para dosen di lingkungan UNIDA Bogor.

Ketua BPK UNIDA Bogor Prof. Ir. Mohamad Ali Fulazzaky, M.Eng., Ph.D dalam sambutannya menuturkan bahwasanya sebagai dosen, menulis adalah suatu keharusan. Dalam tugasnya menjalankan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, menulis menjadi hal penting yang harus dilakukan seorang dosen.

“Mulailah menulis, kemampuan bisa kita asah. InsyaAllah suatu saat akan tercapai apa yang kita inginkan, karena menulis itu sepanjang masa artinya kita belajar, tidak bisa sempurna walaupun kita selalu memperbaikinya. Pengalaman saya, pada saat di Malaysia saya mengalami hantaman yang luar biasa, tetapi tetap sabar dan konsisten, punya tekad. Jangan takut berbahasa Inggris, cobalah menulis dengan menggunakan bahasa Indonesia terlebih dahulu dengan baik, nanti akan sama-sama dibantu terjemahannya,” tuturnya.

Prof. Ir. Mohamad Ali Fulazzaky, M.Eng., Ph.D mengatakan, menulis bukan tentang bisa atau tidak, tetapi perihal bagaimana kemauan untuk memulai. Dalam merangsang dosen agar menulis, BPK UNIDA Bogor akan memberikan penghargaan bagi para dosen yang semangat menulis dan mempublikasikan karya ilmiahnya.

“Ke depan akan diberikan award, kategori Sinta-UNIDA Award, yaitu penghargaan bagi para dosen yang telah mencapai jurnal bereputasi dengan kriteria diantaranya sebagai corresponding author atau penulis pertama yang bertanggung jawab penuh terhadap tulisan karya ilmiahnya yang dipublikasikan pada internasional bereputasi (Q1-Q4) ataupun jurnal nasional terakreditasi (Sinta 1-Sinta 2),” terangnya.

Selain itu, salah satu upaya lain yang dilakukan BPK UNIDA Bogor adalah dengan membuat Jurnal Karimah Tauhid yang baru saja diterbitkan. Jurnal ini rencananya menampung karya ilmiah para mahasiswa baik tugas perkuliahan, artikel dan lainnya sebagai upaya memajukan budaya menulis dan peningkatan publikasi.

“Kita beri peluang kepada mahasiswa untuk bisa belajar menulis. Karya ilmiah yang diterbitkan merupakan hasil penelitian maupun pengabdian yang mencakup semua bidang ilmu baik dalam bidang sosial maupun eksakta. Ini penting sekali, diharapkan para mahasiswa dapat menuangkan pemikiran dalam karya tulis ilmiah sehingga lulusan UNIDA sudah terbiasa untuk berfikir secara sistematis,” pungkas Prof. Ir. Mohamad Ali Fulazzaky, M.Eng., Ph.D.

Chancellor UNIDA Bogor Dr. H. Martin Roestamy, SH., MH dalam kesempatan ini juga menyampaikan selamat atas telah terbitnya Jurnal Karimah Tauhid. Ini menjadi jurnal yang sekiranya dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari penggalan visi, yang mana setiap fakultas dan program studi dapat menerbitkan artikel karya ilmiahnya dengan berbasis 21 Nilai Karakter Tauhid yang UNIDA miliki.

“Saya ucapkan selamat, pertama, jurnal dari BPK sudah terbit yang diberi nama Karimah Tauhid, alhamdulillah. Kedua, saya sampaikan terima kasih kepada BPK, atas bimbingannya, menuntun, berdiskusi, menyusun pelan-pelan, kepada saya dan tim, alhasil saya memiliki jurnal yang ditunggu-tunggu 3 tahun terakhir ini telah keluar, alhamdulillah,” ujar Dr. H. Martin Roestamy, SH., MH. 

Dr. H. Martin Roestamy, SH., MH berpesan agar para dosen tidak mudah menyerah dalam mempublikasikan karya ilmiah, terlebih tahun ini sudah dicanangkan sebagai tahun DARAJAD, yaitu Sadar Akan Jabatan Akademik Dosen.

Sementara itu, Rektor UNIDA Bogor Prof. Dr. Suhaidi, SH., MH menyampaikan, disamping untuk bersilaturahmi, forum diskusi ini sangat penting bagi seluruh insan UNIDA untuk dapat berbagi ilmu dan pengalaman. Prof. Dr. Suhaidi, SH., MH menyebutkan, kepentingan menulis bagi para dosen tidak hanya akan berdampak pada personal, lebih dari itu berkontribusi terhadap peningkatan pemeringkatan dan kinerja.

“Tadi Prof Ali sudah mengatakan, dosen itu harus menulis, menulis, dan menulis, baik itu bentuknya artikel maupun buku. Hal ini berdampak tidak hanya bagi dosen sendiri, tetapi bermanfaat juga bagi institusi. Sama-sama kita ketahui bahwa UNIDA ini punya mimpi, pada 2026 kita mencapai universitas unggul. Banyak hal yang harus kita lakukan, harus akselerasi, termasuk dalam pengembangan SDM seperti pencapaian jabatan akademik, kepangkatan, termasuk juga menulis, publikasi. Ini semua agar kita bisa mencapai apa yang kita impikan tersebut,” tegasnya.

Dunia pendidikan di Indonesia saat ini menghadapi tantangan yang sangat besar dalam pengembangan SDM yang unggul, era globalisasi menuntut tidak terkecuali dosen sebagai pendidik untuk menghasilkan sarjana yang berkompeten dan mampu berkompetisi di kancah global.

“Uniknya, UNIDA ini hadir untuk menjawab tantangan itu. UNIDA, sebagai kampus yang bervisi tauhid, berkomitmen untuk mendorong terwujudnya lulusan yang cerdas tidak hanya intelektual, namun juga cerdas spiritual, emosional, sosial dan berkompeten sesuai dengan misi. Untuk itu, dibutuhkan perencanaan yang matang, termasuk bagi para dosen untuk bisa menulis artikel karya ilmiah sebagai bentuk pengembangan diri. Semoga kita tetap semangat untuk memajukan UNIDA yang kita banggakan ini,” tuturnya.