BPK UNIDA Bogor Dorong Dosen Menulis untuk Tingkatkan Kualitas dan Kuantitas Publikasi Karya Ilmiah
Dalam upaya meningkatkan kualitas dan
kuantitas publikasi karya tulis ilmiah, Universitas Djuanda (UNIDA) Bogor
melalui Badan Pengembangan Keilmuan (BPK) menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Meet Rector, Chairman of YPSPIAI, and
Chancellor” secara virtual melalui platform
Zoom Cloud Meeting, pada Jum’at (29/7/2022).
Kegiatan ini merupakan kegiatan
lanjutan dari program yang bertujuan untuk saling belajar serta memotivasi di
antara para dosen di lingkungan UNIDA Bogor.
Ketua BPK UNIDA Bogor Prof. Ir.
Mohamad Ali Fulazzaky, M.Eng., Ph.D dalam sambutannya menuturkan bahwasanya
sebagai dosen, menulis adalah suatu keharusan. Dalam tugasnya menjalankan
pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, menulis menjadi hal
penting yang harus dilakukan seorang dosen.
“Mulailah menulis, kemampuan bisa
kita asah. InsyaAllah suatu saat akan
tercapai apa yang kita inginkan, karena menulis itu sepanjang masa artinya kita
belajar, tidak bisa sempurna walaupun kita selalu memperbaikinya. Pengalaman
saya, pada saat di Malaysia saya mengalami hantaman yang luar biasa, tetapi tetap
sabar dan konsisten, punya tekad. Jangan takut berbahasa Inggris, cobalah
menulis dengan menggunakan bahasa Indonesia terlebih dahulu dengan baik, nanti
akan sama-sama dibantu terjemahannya,” tuturnya.
Prof. Ir. Mohamad Ali Fulazzaky,
M.Eng., Ph.D mengatakan, menulis bukan tentang bisa atau tidak, tetapi perihal
bagaimana kemauan untuk memulai. Dalam merangsang dosen agar menulis, BPK UNIDA
Bogor akan memberikan penghargaan bagi para dosen yang semangat menulis dan
mempublikasikan karya ilmiahnya.
“Ke depan akan diberikan award, kategori Sinta-UNIDA Award, yaitu penghargaan bagi para dosen yang telah
mencapai jurnal bereputasi dengan kriteria diantaranya sebagai corresponding author atau penulis
pertama yang bertanggung jawab penuh terhadap tulisan karya ilmiahnya yang
dipublikasikan pada internasional bereputasi (Q1-Q4) ataupun jurnal nasional terakreditasi
(Sinta 1-Sinta 2),” terangnya.
Selain itu, salah satu upaya lain
yang dilakukan BPK UNIDA Bogor adalah dengan membuat Jurnal Karimah Tauhid yang
baru saja diterbitkan. Jurnal ini rencananya menampung karya ilmiah para
mahasiswa baik tugas perkuliahan, artikel dan lainnya sebagai upaya memajukan
budaya menulis dan peningkatan publikasi.
“Kita beri peluang kepada mahasiswa untuk
bisa belajar menulis. Karya ilmiah yang diterbitkan merupakan hasil penelitian
maupun pengabdian yang mencakup semua bidang ilmu baik dalam bidang sosial
maupun eksakta. Ini penting sekali, diharapkan para mahasiswa dapat menuangkan
pemikiran dalam karya tulis ilmiah sehingga lulusan UNIDA sudah terbiasa untuk
berfikir secara sistematis,” pungkas Prof. Ir. Mohamad Ali Fulazzaky, M.Eng.,
Ph.D.
Chancellor UNIDA Bogor Dr. H. Martin
Roestamy, SH., MH dalam kesempatan ini juga menyampaikan selamat atas telah
terbitnya Jurnal Karimah Tauhid. Ini menjadi jurnal yang sekiranya dapat
dimanfaatkan sebagai bagian dari penggalan visi, yang mana setiap fakultas dan
program studi dapat menerbitkan artikel karya ilmiahnya dengan berbasis 21
Nilai Karakter Tauhid yang UNIDA miliki.
“Saya ucapkan selamat, pertama,
jurnal dari BPK sudah terbit yang diberi nama Karimah Tauhid, alhamdulillah. Kedua, saya sampaikan terima
kasih kepada BPK, atas bimbingannya, menuntun, berdiskusi, menyusun
pelan-pelan, kepada saya dan tim, alhasil saya memiliki jurnal yang
ditunggu-tunggu 3 tahun terakhir ini telah keluar, alhamdulillah,” ujar Dr. H. Martin Roestamy, SH., MH.
Dr. H. Martin Roestamy, SH., MH
berpesan agar para dosen tidak mudah menyerah dalam mempublikasikan karya
ilmiah, terlebih tahun ini sudah dicanangkan sebagai tahun DARAJAD, yaitu Sadar
Akan Jabatan Akademik Dosen.
Sementara itu, Rektor UNIDA Bogor
Prof. Dr. Suhaidi, SH., MH menyampaikan, disamping untuk bersilaturahmi, forum
diskusi ini sangat penting bagi seluruh insan UNIDA untuk dapat berbagi ilmu
dan pengalaman. Prof. Dr. Suhaidi, SH., MH menyebutkan, kepentingan menulis
bagi para dosen tidak hanya akan berdampak pada personal, lebih dari itu
berkontribusi terhadap peningkatan pemeringkatan dan kinerja.
“Tadi Prof Ali sudah mengatakan,
dosen itu harus menulis, menulis, dan menulis, baik itu bentuknya artikel
maupun buku. Hal ini berdampak tidak hanya bagi dosen sendiri, tetapi bermanfaat
juga bagi institusi. Sama-sama kita ketahui bahwa UNIDA ini punya mimpi, pada
2026 kita mencapai universitas unggul. Banyak hal yang harus kita lakukan,
harus akselerasi, termasuk dalam pengembangan SDM seperti pencapaian jabatan
akademik, kepangkatan, termasuk juga menulis, publikasi. Ini semua agar kita
bisa mencapai apa yang kita impikan tersebut,” tegasnya.
Dunia pendidikan di Indonesia saat
ini menghadapi tantangan yang sangat besar dalam pengembangan SDM yang unggul, era
globalisasi menuntut tidak terkecuali dosen sebagai pendidik untuk menghasilkan
sarjana yang berkompeten dan mampu berkompetisi di kancah global.
“Uniknya, UNIDA ini hadir untuk menjawab
tantangan itu. UNIDA, sebagai kampus yang bervisi tauhid, berkomitmen untuk
mendorong terwujudnya lulusan yang cerdas tidak hanya intelektual, namun juga
cerdas spiritual, emosional, sosial dan berkompeten sesuai dengan misi. Untuk
itu, dibutuhkan perencanaan yang matang, termasuk bagi para dosen untuk bisa menulis
artikel karya ilmiah sebagai bentuk pengembangan diri. Semoga kita tetap
semangat untuk memajukan UNIDA yang kita banggakan ini,” tuturnya.