[email protected] 0251-8240773
Ketauhidan

BPPT dan DIKJAR UNIDA Sinergi Laksanakan Roadshow, Kuatkan Implementasi Tauhid Dalam Pembelajaran Dosen

Badan Pengkajian dan Penerapan Tauhid (BPPT) bersinergi dengan Biro Pendidikan dan Pembelajaran (Dikjar) Universitas Djuanda (UNIDA) menyelenggarakan "Workshop Muzakarah Dosen" bertema "Internalisasi Tauhid dalam Pembelajaran". Kegiatan Workshop ini dilaksanakan dengan mengunjungi seluruh fakultas pada tanggal 23-28 Oktober yang diawali dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Senin, 23 Oktober 2023.

Turut hadir dalam kegiatan diantaranya Dekan FISIP UNIDA Dr. (Cand) Hj. Ginung Pratidina, Dra., M.Si beserta para Wakil Dekan, serta para dosen di lingkungan FISIP UNIDA.

Adapun kegiatan workshop ini diisi oleh Wakil Rektor I UNIDA Aal Lukmanul Hakim, S.H., M.H, Kepala Bidang Pengkajian Tauhid Dr. Amir Mahrudin, M.Pd.I, serta Kepala Bagian Pendidikan dan Pembelajaran pada Biro Dikjar Irwan Efendi, M.Pd.

Wakil Rektor I UNIDA Aal Lukmanul Hakim, S.H., M.H dalam arahannya menjelaskan bahwa kegiatan Roadshow Workshop Muzakarah Dosen ini merupakan instruksi dari Rektor terkait dengan upaya menginternalisasikan nilai tauhid ke dalam rencana pembelajaran dosen.

Aal Lukmanul Hakim, S.H., M.H menyampaikan bahwa sebelumnya juga telah dilaksanakan Pembekalan Internalisasi Tauhid dalam Rencana Pembelajaran Dosen pada Senin (16/10/2023), sehingga kegiatan roadshow ini adalah tindaklanjut dari pembekalan tersebut.

“Ini adalah upaya untuk bagaimana para dosen dapat mencerminkan 21 Nilai Karakter Tauhid (NKT) dalam pembelajarannya kepada mahasiswa, itu adalah titik berat dari kegiatan ini. Sehingga para mahasiswa dan lulusan UNIDA memiliki cerminan dari 21 NKT,” tuturnya.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi dari Kepala Bidang Pengkajian Tauhid Dr. Amir Mahrudin, M.Pd.I yang menjelaskan penerapan 21 NKT dalam pembelajaran sebagai seorang dosen.

“Jika seorang dosen mengajar dengan landasan tauhid, maka tauhid menjadi tolok ukur atau paramater dan sebuah acuan dalam proses pembelajaran, sehingga cara berpikir dosen harus menyatu atau terintegrasi. Jika tauhid menjadi landasan dalam berakhlak, maka proses pembelajaran sudah bisa disebut berakhlak tauhid,” terangnya.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Irwan Efendi, M.Pd menjabarkan bagaimana Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang berbasis pada NKT.

"Mahasiswa bisa diukur NKT-nya dari sikapnya dalam pembelajaran yang bisa diterapkan dalam setiap pertemuan. Penerapan NKT pada mahasiswa juga berpengaruh dari bagaimana seorang dosen memasukkan NKT pada pembelajarannya dari pertemuan pertama hingga pertemuan terakhir. Diharapkan dosen juga mampu menulis artikel yang terkait dengan pembelajaran yaitu internalisasi MBKM dalam proses RPS,” jelasnya.