Cegah Bullying dan Kekerasan Seksual di Kalangan Mahasiswa, Mahasiswa Baru UNIDA Bentuk Kepedulian Terhadap Sesama
Memasuki
hari kedua Kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB)
Universitas Djuanda (UNIDA) Bogor tahun akademik 2022/2023,
para peserta diberikan edukasi mengenai Bullying
di Kalangan Mahasiswa, pada Selasa (13/9/2022).
Dalam
kesempatan tersebut, pemaparan materi disampaikan oleh Kompol Agus Hidayat,
S.H, selaku Kepala Kepolisian Sektor (Polsek) Ciawi.
Ia mengatakan bagaimana tidak sedikit kasus bullying
yang ada di perguruan tinggi. Meskipun jenjang perguruan tinggi dianggap sebagai
mahasiswa yang terdidik, namun kasus bullying
tidak pernah surut. Tampak menyedihkan ketika bullying tetap terjadi di ruang lingkup akademisi.
"Bullying di kalangan mahasiswa itu lebih
kejam dibanding kalangan SD, SMP, SMA. Biasanya di kalangan mahasiswa lebih
menyakitkan, karena perasaan-perasaan yang sudah
beranjak dewasa biasanya terbawa terus hingga ke depannya," ujarnya.
Mayoritas
korban bullying di perguruan tinggi
adalah laki-laki yang sekiranya tidak memiliki privilege ataupun dilakukan karena
merasa iri. Bentuk pembullyan pada mahasiswa laki-laki biasanya penindasan,
ejekan secara terus menerus, dan perpeloncoan pada saat ospek sehingga
menyebabkan mahasiswa takut dan tidak aktif dalam kegiatan kampus.
"Kejadian
ini biasanya dilakukan terhadap orang-orang yang biasanya dibilang cupu. Dia
akhirnya dibully. Tindakan ini biasanya dilakukan terus-menerus, akhirnya orang
tersebut stress dan tidak mau kuliah," lanjutnya.
Dampak
bullying dapat mengancam setiap pihak
yang terlibat, baik yang di-bully, yang mem-bully, orang yang menyaksikan bullying, bahkan sekolah dengan isu bullying secara keseluruhan. Bullying dapat membawa pengaruh buruk
terhadap kesehatan fisik maupun mental. Pada kasus yang berat, bullying dapat menjadi pemicu tindakan
yang fatal, seperti bunuh diri dan sebagainya.
"Bahkan
yang mengerikan ada yang sampai bunuh diri. Sebanyak 226 kasus dari awal tahun
hingga Agustus 2022."
Sebagai
penutup, Kompol Agus Hidayat, S.H memberikan solusi sebagai pencegahan untuk bullying, salah satunya dengan
menanamkan nilai-nilai keagamaan di setiap keluarga.
"Kita harus mempunyai pondasi agama yang begitu kuat.
Karena dalam semua agama, menjelekkan orang lain, mengancam orang lain, dsb,
itu hukumnya dosa. Kita harus ingat, bahwa agama kita melarang melakukan
perbuatan-perbuatan yang sifatnya bisa menyakiti hati dan fisik orang
lain," pungkasnya menutup penyampaian materi.