[email protected] 0251-8240773
Berita

Cegah Bullying dan Kekerasan Seksual di Kalangan Mahasiswa, Mahasiswa Baru UNIDA Bentuk Kepedulian Terhadap Sesama

Memasuki hari kedua Kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Djuanda (UNIDA)  Bogor  tahun akademik 2022/2023, para peserta diberikan edukasi mengenai Bullying di Kalangan Mahasiswa, pada Selasa (13/9/2022).

Dalam kesempatan tersebut, pemaparan materi disampaikan oleh Kompol Agus Hidayat, S.H, selaku Kepala Kepolisian Sektor (Polsek) Ciawi. Ia mengatakan bagaimana tidak sedikit kasus bullying yang ada di perguruan tinggi. Meskipun jenjang perguruan tinggi dianggap sebagai mahasiswa yang terdidik, namun kasus bullying tidak pernah surut. Tampak menyedihkan ketika bullying tetap terjadi di ruang lingkup akademisi.

"Bullying di kalangan mahasiswa itu lebih kejam dibanding kalangan SD, SMP, SMA. Biasanya di kalangan mahasiswa lebih menyakitkan, karena perasaan-perasaan yang sudah beranjak dewasa biasanya terbawa terus hingga ke depannya," ujarnya.

Mayoritas korban bullying di perguruan tinggi adalah laki-laki yang sekiranya tidak memiliki privilege ataupun dilakukan karena merasa iri. Bentuk pembullyan pada mahasiswa laki-laki biasanya penindasan, ejekan secara terus menerus, dan perpeloncoan pada saat ospek sehingga menyebabkan mahasiswa takut dan tidak aktif dalam kegiatan kampus.

"Kejadian ini biasanya dilakukan terhadap orang-orang yang biasanya dibilang cupu. Dia akhirnya dibully. Tindakan ini biasanya dilakukan terus-menerus, akhirnya orang tersebut stress dan tidak mau kuliah," lanjutnya.

Dampak bullying dapat mengancam setiap pihak yang terlibat, baik yang di-bully, yang mem-bully, orang yang menyaksikan bullying, bahkan sekolah dengan isu bullying secara keseluruhan. Bullying dapat membawa pengaruh buruk terhadap kesehatan fisik maupun mental. Pada kasus yang berat, bullying dapat menjadi pemicu tindakan yang fatal, seperti bunuh diri dan sebagainya.

"Bahkan yang mengerikan ada yang sampai bunuh diri. Sebanyak 226 kasus dari awal tahun hingga Agustus 2022."

Sebagai penutup, Kompol Agus Hidayat, S.H memberikan solusi sebagai pencegahan untuk bullying, salah satunya dengan menanamkan nilai-nilai keagamaan di setiap keluarga.

"Kita harus mempunyai pondasi agama yang begitu kuat. Karena dalam semua agama, menjelekkan orang lain, mengancam orang lain, dsb, itu hukumnya dosa. Kita harus ingat, bahwa agama kita melarang melakukan perbuatan-perbuatan yang sifatnya bisa menyakiti hati dan fisik orang lain," pungkasnya menutup penyampaian materi.