Cegah Prilaku Korupsi, Dr. Bambang Widjojanto Ajak Mahasiswa Baru UNIDA Bangun Integritas
Wakil Ketua KPK Periode 2011-2015 Dr. Bambang Widjojanto hadir sebagai narasumber dalam rangkaian pelaksanaan kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Djuanda (UNIDA) hari kedua, Selasa (12/09/2023). Bertempat di BYC Hall, Gedung EF Lantai 5 Kampus UNIDA, Dr. Bambang Widjojanto memaparkan materi berjudul “Membentuk Integritas Diri: Be Honor, Be Honest, No Corruption”.
Dalam awal pemaparannya, Dr. Bambang Widjojanto menjelaskan bahwa anak muda memiliki posisi dan peran strategis.
“Tidak akan ada Indonesia tanpa peran pemuda dan mahasiswa? Kenapa? Kemerdekaan ini adalah juga dari perjuangan para anak muda yang diikrarkan pada 28 Oktober 1928, 17 tahun sebelum Indonesia merdeka. Tidak akan ada Indonesia dahsyat, gilang-gemilang, Indonesia sejahtera dan berkeadilan sosial, tanpa peran pemuda dan mahasiswa,” tuturnya.
Dr. Bambang Widjojanto, yang juga merupakan Ketua Umum Yayasan Pendidikan Amaliah Djuanda, mengemukakan, saat ini Indonesia menghadapi bonus demografi, yakni penduduk yang didominasi oleh kalangan anak muda, Generasi Z dan Generasi Millennials.
Berdasarkan data pada tahun 2020, total penduduk Indonesia sebanyak 270,2 juta jiwa, proporsi generasi Z mencapai 27,94% atau 75,49 juta (1997-2012). Sementara, Generasi Millennials sebanyak 69,38 juta atau 25,87% (1981-1996).
“Generasi Z dan Generasi Millennials atau Zillennials ini memiliki ciri khas, yaitu fasih dalam teknologi digital, progresif, dan memiliki hasrat untuk perubahan sosial yang kemudian ini menjadi sangat penting,” terangnya.
Dr. Bambang Widjojanto menuturkan, jika dikaitkan dengan integritas, anak muda memiliki kekhawatiran terhadap korupsi. Hal ini sesuai dengan survei Indikator Politik Indonesia pada tahun 2021 yang menunjukkan bahwa isu korupsi menjadi tema kekhawatiran terbesar anak muda Indonesia.
“Ada 64% responden berusia 17-35 tahun yang mengaku sangat khawatir dengan isu korupsi. Melihat data Global Corruption Barometer pada tahun 2020 menyebutkan, 92% orang Indonesia percaya bahwa korupsi dilakukan dan terjadi di pemerintahan,” ungkapnya.
“Korupsi sekarang sudah semakin complicated, tetapi koruptor saat ini takut, takut pada anak muda yang cerdas. Melawan korupsi, berarti membuka ruang dan membuka akses bagi anak muda untuk membuka mobiltas vertikal, agar lebih baik,” tambahnya.
Dr. Bambang Widjojanto menegaskan, anak muda selalu hadir dan memiliki peran strategis dalam setiap periode perjuangan Islam, misalnya bagaimana Muhammad Al-Fatih
menaklukkan kekuatan Byzantium Romawi pada usia yang relatif sangat muda, yaitu 21 tahun.
Lebih lanjut Dr. Bambang Widjojanto memaparkan tentang membentuk integritas. Menurutnya, integritas harus dibuktikan dengan tindakan sesuai dengan ucapan yang berpijak pada suara hati dan nurani serta ketajaman fikiran.
“Integritas yaitu menyatunya ucapan dengan kekuatan fikiran yang dilandasai oleh kekuatan moral di dalam sikap dan perilaku sehingga mampu memberikan keteladanan yang dapat mempengaruhi orang lain. Integritas ini adalah mata uang yang tak lekang oleh zaman, berlaku di wilayah manapun dan bagi siapapun, integritas juga menjadi tiket dan pintu masuk untuk meraih kemuliaan yang hakiki,” paparnya.
Salah satu cara membangun integritas menurut Dr. Bambang Widjojanto ialah dengan memahami konsep diri. Artinya, memahami apa peran strategis yang hendak dipilih dan dilakukan, juga memahami akan ulmitate goals yang dituju.
“Mulailah dari yang paling mungkin dilakukan! Dalam setiap situasi sulit dan tidak menentu, jadikan itu sebagai momen pengalaman terbaik dan ladang amal pengabdianmu. Yakini dan jadikan setiap hambatan maupun ancaman menjadi kesempatan dengan menghidupkan harapan, Anak muda pantang untuk menolak ancaman dan hambatan, jangan lari,” tegas Dr. Bambang Widjojanto.