[email protected] 0251-8240773
Berita

Cetak Lulusan Berkompeten dan Berstandar Internasional, Sekolah Vokasi UNIDA bersama Asosiasi Kuliner Indonesia Rintis Pelatihan dan Pendidikan

Dalam rangka pembentukan pendidikan vokasi yang mencetak lulusan berkompeten dan berstandar internasional Sekolah Vokasi Universitas Djuanda (UNIDA) bekerjasama dengan Asosiasi Kuliner Indonesia, mengundang para pakar dibidang pengolahan pangan pada Jum’at, 5 Agustus 2022 bertempat di Ruang Serbaguna Sekolah Pascasarjana Unida. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Sekolah Vokasi UNIDA Bogor Ir. H. Himmatul Miftah, M.Si beserta jajaran, Anang Salih dari Pengusaha Kopi Indonesia, Titin dari UKM Sambal Kemasan, Clay Wala dari Badan Standarisasi Nasional, Ibu Luli dan Bapak Jefri dari UKM Orlin Healthy Food Diet, dan Bapak Rudy Notave dari Stasiun Jamu Parampah Indonesia. Kegiatan ini bertujuan untuk menjalin kerjasama dan merumuskan jenis pendidikan dan pelatihan vokasi untuk program D4 Bisnis Jasa Makanan yang akan di bentuk di Sekolah Vokasi Universitas Djuanda dan untuk masyarakat lainnya.

Luaran dari pelatihan vokasi ini yaitu peserta dapat menghasilkan produk siap jual yang telah terstandarisasi halal, jaminan mutu, sanitasi dan hygienenya terjamin berbasis kekinian, serta terkemas dengan kemasan yang menarik dan food grade. Disamping itu, peserta akan mendapat akses reseller pada bidang usaha yang dipilih.

Subagyo Ketua Asosiasi Kuliner Indonesia menuturkan dibukanya vokasi aliansi kuliner indonesia dan unida diharapkan bahwa sebuah kampus vokasi bukan hanya teori tetapi  ada aplikasi dunia nyata, dengan menciptakan 2 konsep yaitu menciptakan SDM unggulan yang berkompeten dan membuat produk usaha agar dapat di sukai nasional dan dunia.

 

Kami aliansi kuliner indonesia siap menyelenggarakan teori-teori di kampus menjadi cerita nyata, saya sudah diskusikan bahwa kita harus punya ide-ide kreatif out of the box, ketika mahasiswa ataupun peserta pelatihan keluar dari sini menjadi sumber daya manusia yang dicari insitusi, atau mereka bisa membuat usaha yang memiliki kualitas nasional dan internasional. Maka dari itu kami di kurikulum mempersiapkan uji kompetensi, pelatihan dengan produk-produk yang unik dan kekinian. Yang nantinya ketika ada di pasar semuanya bermanfaat dari segi kesehatan, peminatnya senang dengan produk-produk vokasi,” ungkapnya.

Selain itu Kepala Sekolah Vokasi UNIDA Bogor, Ir. H. Himmatul Miftah, M.Si. menyampaikan bahwa tujuan dari pendidikan dan pelatihan vokasi ini adalah untuk mencetak lulusan yang berkompeten dan dapat membuat produk nyata dari ilmu teknologi ataupun hasil penelitian yang telah dipelajari. Disamping itu, mahasiswa akan diajarkan kompetensi pengolahan pangan lainnya seperti Sistem Jaminan Produk Halal, Jaminan Mutu Pangan, Standarisasi dapur, uji organoleptik, statistika dan digital marketing bisnis.

Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi perihal produk dan kreatifitas dari masing-masing praktisi. Bentuk kerjasama secara tertulis selanjutnya akan dibentuk dalam MoU antara Sekolah Vokasi dengan lembaga usaha yang bersangkutan.

Pada kesempatan yang sama owner salad by orlin yang akrab disapa Bunda Luly, yang memiliki usaha dibidang catering diet menu di beberapa outlet salad bar di Cibinong,  Depok dan Jakarta Selatan berharap dengan adanya kerjsama ini  dapat berbagi ilmu salah satunya terkait dengan bidang hidroponik, dimana nutrisi yang terkandung didalam hidroponik dapat diatur sesuai dengan kebutuhan yang dibutuhkan oleh tubuh agar lebih jelas terukur kalori yang masuk didalam tubuh.

Kebetulan misi dari orlin salad bar menularkan kebanyak orang untuk mengganti isi piring kita dengan yang lebih sehat. Indonesia terkenal dengan penyakti regeneratif (keturunan) yang terus menerus seharunya bisa dihindari sejak dini dengan cara mengganti isi piring yang lebih pas, pemilihan bahan baku yang lebih aman untuk tubuh supaya tubuh, harapan saya bisa berbagi sedikit ilmu serta menularkan gaya hidup sehat,” ujarnya.

Pada sesi penutupan Pakar Bidang Teknologi Grafika Clay Wala yang juga anggota kontek 3701 dari Badan Standarisasi Nasional memberikan beberapa pesan untuk kemajuan sekolah vokasi

“Harapanya sekolah vokasi bisa memberikan sumbangsih yang tepat dalam kondisi saat ini, lulusannya bisa langsung menerapkan kompetensinya di bidang-bidang yang terbuka di luar, bukan hanya di Indonesia, di luar negeri juga banyak membutuhkan tenaga kerja dari Indonesia dan 1 hal yang menurut saya sangat penting, apapun yang dipelajari, referensi  dasarnya dari buku-buku atau ahli-ahli yang memang kompetensinya sudah tertelusuri belajar dari buku dan sumber baik untuk dikutip karena kadar akademik nya tinggi,” pungkasnya.