Cetak Lulusan Berkompeten dan Berstandar Internasional, Sekolah Vokasi UNIDA bersama Asosiasi Kuliner Indonesia Rintis Pelatihan dan Pendidikan
Dalam rangka pembentukan pendidikan vokasi
yang mencetak lulusan berkompeten dan berstandar internasional Sekolah Vokasi
Universitas Djuanda (UNIDA) bekerjasama dengan Asosiasi Kuliner Indonesia,
mengundang para pakar dibidang pengolahan pangan pada Jum’at, 5 Agustus 2022
bertempat di Ruang Serbaguna Sekolah Pascasarjana Unida. Kegiatan ini dihadiri
oleh Kepala Sekolah Vokasi UNIDA Bogor Ir. H. Himmatul Miftah, M.Si beserta
jajaran, Anang Salih dari Pengusaha Kopi Indonesia, Titin dari UKM Sambal
Kemasan, Clay Wala dari Badan Standarisasi Nasional, Ibu Luli dan Bapak Jefri
dari UKM Orlin Healthy Food Diet, dan Bapak Rudy Notave dari Stasiun Jamu
Parampah Indonesia. Kegiatan ini bertujuan untuk menjalin kerjasama dan
merumuskan jenis pendidikan dan pelatihan vokasi untuk program D4 Bisnis Jasa
Makanan yang akan di bentuk di Sekolah Vokasi Universitas Djuanda dan untuk
masyarakat lainnya.
Luaran dari pelatihan vokasi ini yaitu
peserta dapat menghasilkan produk siap jual yang telah terstandarisasi halal,
jaminan mutu, sanitasi dan hygienenya
terjamin berbasis kekinian, serta terkemas dengan kemasan yang menarik dan food
grade. Disamping itu, peserta akan mendapat akses reseller pada bidang usaha
yang dipilih.
Subagyo Ketua Asosiasi Kuliner Indonesia
menuturkan dibukanya vokasi aliansi kuliner indonesia dan unida diharapkan
bahwa sebuah kampus vokasi bukan hanya teori tetapi ada aplikasi dunia nyata, dengan menciptakan
2 konsep yaitu menciptakan SDM unggulan yang berkompeten dan membuat produk
usaha agar dapat di sukai nasional dan dunia.
“Kami aliansi
kuliner indonesia siap menyelenggarakan teori-teori di kampus menjadi cerita
nyata, saya sudah diskusikan bahwa kita harus punya ide-ide kreatif out of the box, ketika mahasiswa ataupun
peserta pelatihan keluar dari sini menjadi sumber daya manusia yang dicari
insitusi, atau mereka bisa membuat usaha yang memiliki kualitas nasional dan
internasional. Maka dari itu kami di kurikulum mempersiapkan uji kompetensi,
pelatihan dengan produk-produk yang unik dan kekinian. Yang nantinya ketika ada
di pasar semuanya bermanfaat dari segi kesehatan, peminatnya senang dengan
produk-produk vokasi,” ungkapnya.
Selain itu Kepala Sekolah Vokasi UNIDA Bogor,
Ir. H. Himmatul Miftah, M.Si. menyampaikan bahwa tujuan dari pendidikan dan
pelatihan vokasi ini adalah untuk mencetak lulusan yang berkompeten dan dapat
membuat produk nyata dari ilmu teknologi ataupun hasil penelitian yang telah
dipelajari. Disamping itu, mahasiswa akan diajarkan kompetensi pengolahan
pangan lainnya seperti Sistem Jaminan Produk Halal, Jaminan Mutu Pangan,
Standarisasi dapur, uji organoleptik, statistika dan digital marketing bisnis.
Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi perihal
produk dan kreatifitas dari masing-masing praktisi. Bentuk kerjasama secara
tertulis selanjutnya akan dibentuk dalam MoU antara Sekolah Vokasi dengan
lembaga usaha yang bersangkutan.
Pada kesempatan yang sama owner salad by
orlin yang akrab disapa Bunda Luly, yang memiliki usaha dibidang catering diet
menu di beberapa outlet salad bar di Cibinong,
Depok dan Jakarta Selatan berharap dengan adanya kerjsama ini dapat berbagi ilmu salah satunya terkait
dengan bidang hidroponik, dimana nutrisi yang terkandung didalam hidroponik
dapat diatur sesuai dengan kebutuhan yang dibutuhkan oleh tubuh agar lebih
jelas terukur kalori yang masuk didalam tubuh.
“Kebetulan
misi dari orlin salad bar menularkan kebanyak orang untuk mengganti isi piring
kita dengan yang lebih sehat. Indonesia terkenal dengan penyakti regeneratif
(keturunan) yang terus menerus seharunya bisa dihindari sejak dini dengan cara
mengganti isi piring yang lebih pas, pemilihan bahan baku yang lebih aman untuk
tubuh supaya tubuh, harapan saya bisa berbagi sedikit ilmu serta menularkan
gaya hidup sehat,” ujarnya.
Pada sesi penutupan Pakar Bidang Teknologi
Grafika Clay Wala yang juga anggota kontek 3701 dari Badan Standarisasi
Nasional memberikan beberapa pesan untuk kemajuan sekolah vokasi
“Harapanya sekolah vokasi bisa memberikan
sumbangsih yang tepat dalam kondisi saat ini, lulusannya bisa langsung
menerapkan kompetensinya di bidang-bidang yang terbuka di luar, bukan hanya di
Indonesia, di luar negeri juga banyak membutuhkan tenaga kerja dari Indonesia
dan 1 hal yang menurut saya sangat penting, apapun yang dipelajari,
referensi dasarnya dari buku-buku atau
ahli-ahli yang memang kompetensinya sudah tertelusuri belajar dari buku dan
sumber baik untuk dikutip karena kadar akademik nya tinggi,” pungkasnya.