[email protected] 0251-8240773
Berita

Communication On Discuss: HIMAKOM UNIDA Asah Kemampuan Mahasiswa Dalam Manajemen Krisis

Himpunan Mahasiswa Sains Komunikasi (HIMAKOM) Fakultas Ilmu Sosial, Ilmu Politik dan Ilmu Komputer (FISIPKOM) Universitas Djuanda (UNIDA) selenggarakan Communication On Discuss (COD) pada Senin, 17 April 2023 secara daring melalui platform Zoom Cloud Meetings.

Mengusung tema “Urgensi PR Dalam Pemecahan Kasus Kebakaran Pertamina Dumai”, diskusi ini turut menghadirkan Communicant Specialist Azela M. Yunarko.

Ketua Pelaksana Communication on Discuss (COD) Nurul Assyifaturohmah dalam sambutannya menyampaikan bahwa acara ini diselenggarakan untuk memicu sisi kreatif dan kritis mahasiswa dalam menangani permasalahan krisis di perusahaan.

“Acara ini sangat bermanfaat bagi kelak mahasiswa-mahasiswa yang akan mengambil peminatan Public Relations (PR) dengan belajar langsung dari ahlinya sendiri. Saya ingin diskusi ini berlangsung secara santai dan tidak terlalu formal agar materi yang disampaikan mudah dipahami meskipun temanya cukup berat. Semoga dengan dilaksanakannya acara ini, kita semua mendapatkan tamabahan ilmu baru untuk belajar lebih dalam lagi mengenai PR,” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Muhamad Hilmi selaku Ketua HIMAKOM mengamini mengenai pentingnya acara ini untuk diikuti oleh mahasiswa Sains Komunikasi. Muhamad Hilmi juga mengapresiasi kerja keras panitia serta kehadiran para peserta yang memiliki niat dan semangat untuk memperdalam wawasan tentang PR.

“Acara ini dapat berhasil direalisasikan hari ini itu tidak lain karena adanya kerja keras dan upaya para panitia serta keantusiasan peserta untuk menghadiri acara ini. Oleh karenanya, saya ingin mengucapkan banyak-banyak terima kasih pada Ketua Pelaksana, panitia, dan tentu saja peserta yang sudah bersedia meluangkan waktu untuk menghadiri diskusi ini. Semoga acara yang kami langsungkan ini dapat bermanfaat bagi semua orang,” ucapnya.

Kasus kebakaran kilang minyak di Dumai sangat menarik untuk dibahas dan diteliti dari tinjauan Komunikasi. Sebagai mahasiswa sains komunikasi, tentu perlu untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana langkah-langkah yang harus Public Relations (PR) lakukan ketika dihadapkan pada krisis.

Dalam paparannya, Azela M. Yunarko memaparkan, dalam kajian komunikasi hal ini masuk pada manajemen krisis. Setelah paparan, Azela M. Yunarko juga memberikan kesempatan terlebih dahulu kepada para peserta untuk menyampaikan pendapatnya mengenai kasus tersebut.

Azela M. Yunarko menambahkan, sebagai seorang PR sangat penting untuk memahami target audiens agar dapat tepat sasaran. Sehingga dalam pembuatan strategi dan taktik harus relevan dengan visi dan misi perusahaan. Salah satu metode yang dapat dilakukan ialah melalui penggunaan metode SMART.

“Setidaknya ada 4 tahap yang harus dilakukan saat suatu instansi dihadapkan dengan krisis. Yang pertama, identifikasi krisis berupa pengumpulan informasi. Bisa itu berupa observasi ke lapangan, interview warga sekitar, monitoring media online, atau menyebarkan survei. Yang kedua, adalah penilaiain krisis terhadap temuan. Temuan ini berupa informasi penting mengenai lokasi kejadian, kronologi kejadian, penyebab, waktu, informasi pendukung, sampai ke opini beredar dan masih banyak lagi. Yang ketiga ada isolasi krisis dengan melakukan pencegahan penyebaran krisis dengan menyusun strategi dan taktik serta yang terakhir itu resolusi, langkah-langkah yang diambil untuk masa pemulihan dari krisis,” paparnya.