Desain Penelitian Kuantitatif & Kualitatif: Dalam Perspektif Saling Melengkapi dan Bukan Saling Mendominasi
wDalam perkembangan selanjutnya desain penelitian kualitatif digunakan oleh standard setter (IASB & FASB) dalam merumuskan prinsip-prinsip akuntansi yang diturunkan dengan mempertimbangkan tujuan laporan keuangan, dalil-dalil akuntansi, dan konsep teoritis akuntansi, sedangkan desain penelitian kuantitatif digunakan oleh stakeholder yang berkepentingan untuk untuk menggunakan teknik-teknik akuntansi yang mengacu pada prinsip-prinsip tersebut (Riahi & Belkaoui, 2000). Sampai pada bagian ini kita sama sekali tidak menemukan peranan yang overlap antara desain penelitian kuantitatif maupun kualitatif. Untuk mempertegas debarkasi peranan masing-masing desain penelitian, Creswell & Creswell, (2018) berpendapat masing-masing desain penelitian mengandung nilai kebenaran yang bergantung dari paradigma yang merupakan kepercayaan dasar yang menuntun tindakan peneliti dalam melakukan penelitian. Kelayakan paradigma suatu desain penelitian dapat dilihat dari terpenuhinya asumsi-asumsi filosfis seperti: ontologi, epistemologi, sifat manusia, aksiologi, dan metodelogi. Tabel berikut menjelaskan perbedaan asumsi-asumsi filosofis dari antara desain penelitian kuantitatif dengan cara berfikir deduktifnya dan desain penelitian kualitatif dengan cara berfikir induktifnya. Masing-masing desain penelitian memiliki dasar keyakinannya tersendiri yang tidak mungkin terbantahkan.
Tabel Perbedaan Asumsi Filosofis Desain Penelitian Kuantitatif & Kualitatif
|
Asumsi |
Keterangan |
Kuantitatif |
Kualitatif |
|
Ontologi |
Realitas |
Realitas obyektif dan terpisah dari peneliti. |
Realitas subyektif dan diciptakan oleh peneliti. |
|
Epistemologi |
Hubungan peneliti dengan obyek yang diteliti |
Peneliti mengambil jarak dari obyek yang diteliti (positivism). |
Peneliti tidak mengambil jarak dari obyek yang diteliti (anti-positivism) |
|
Sifat Manusia |
Hubungan manusia dengan lingkungan |
Manusia dan pengalamannya adalah produk dari lingkungannya (determinism). |
Manusia memiliki otonomi dan kebebasan sehingga mampu menciptkan lingkungannya (voluntarisme) |
|
Aksiologi |
Peranan nilai |
Bebas nilai (value free) |
Syarat nilai (value laden) |
|
Metodelogi |
Proses penelitian |
Nomothetic. |
Ideographic. |
Sumber: Creswell & Creswell, (2018)
Berdasarkan uraian di atas, maka dapat ditarik kesimpulan penegasan bahwa desain penelitian kuantiatif maupun desain penelitian kualitatif memiliki kenunikan kontribusi masing-masing dalam pengembangan teori akuntansi. Desain penelitian kuantitatif dengan metode nomothetic-nya bertujuan untuk menjelaskan proporsi umum dari sebuah teori akuntansi. Dalam hal ini, desain penelitian berguna untuk mengukur kemanfaatan dalam menyelesaikan sebuah research problems. Sedangkan, desain penelitian kualitatif dengan metode ideographic-nya bertujuan untuk mengembangkan ide-ide yang akan melahirkan suatu teori-teori baru untuk perbaikan praktik akuntansi di lapangan. Menurut penulis, pada hakikatnya sebuah penelitian adalah mencari kebenaran dan/atau membenarkan yang telah benar, alih-alih mencari pembenaran melalui polemik yang memicu perdebatan tidak produktif.