Didukung Program RIIM Startup BRIN, Startup Binaan FIPHAL UNIDA Kembangkan Minyak Atsiri Berbasis Teknologi HH2 Menuju Pasar Nasional dan Global
Universitas Djuanda (UNIDA) kembali menunjukkan prestasinya dalam hilirisasi riset, melalui keberhasilannya sebagai penerima pendanaan Program Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) Startup Gelombang 4 dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Riset ini diketuai oleh Muhammad Abdiki Wicaksono mahasiswa Fakultas Ilmu Pangan Halal (FIPHAL) dengan didampingi oleh Dr. Ir. Helmi Haris, MS selaku Inventor.
CV Tapos Essence tercatat sebagai penerima hibah, dengan judul proposal “Pengembangan Usaha Startup CV Tapos Essence melalui Penyulingan Minyak Atsiri dan Produk Hilirisasinya Menggunakan Alat Penyulingan Model HH2”. Program ini akan dilaksanakan selama dua tahun dengan skema pembinaan intensif untuk mendorong kemandirian dan daya saing startup berbasis riset yang berfokus pada pengembangan usaha berbasis penyulingan minyak atsiri dan produk hilirisasinya.
Diwawancarai Tim Humas UNIDA pada Sabtu (17/01/2025), Inventor sekaligus pendamping kegiatan Dr. Ir. Helmi Haris, MS menjelaskan bahwa skema RIIM Startup memiliki karakter yang berbeda dengan RIIM Kompetitif. RIIM Startup berfokus pada komersialisasi hasil riset dan pengembangan perusahaan pemula berbasis riset.
“RIIM Startup fokus pada pembinaan perusahaan pemula agar bisa menjadi perusahaan yang mandiri, inovasi yang kami dorong dalam program ini merupakan hasil dari penelitian yang telah kami lakukan selama bertahun-tahun, khususnya di bidang penyulingan minyak atsiri dan produktisasinya, dan sebagian sudah mendapatkan perlindungan Hak Kekayaan Intelektual,” jelas Dekan FIPHAL UNIDA tersebut.
Teknologi utama yang dikembangkan adalah alat penyulingan minyak atsiri model HH2, yang menjadi basis produksi sekaligus hilirisasi. Menurutnya, pendekatan yang digunakan cukup sederhana namun berdampak.
“Setiap kegiatan penelitian diharapkan memiliki idealisasi yang bisa diterapkan di masyarakat. Jadi dari penelitian kami aplikasikan langsung ke pengabdian dan unit usaha,” tambahnya.
Dr. Ir. Helmi Haris, MS lebih lanjut menjelaskan dalam skema RIM Startup, tahun pertama difokuskan pada pendampingan intensif, mencakup penguatan manajemen usaha, pemantapan produk, pengurusan perizinan, hingga strategi pemasaran. Pada tahun kedua, startup diarahkan untuk masuk ke pasar secara lebih luas, termasuk peluang ekspor.
“Sekarang ekspor itu tidak harus berskala besar. Bahkan dari usaha rumahan pun sebenarnya sudah bisa. Karena itu, di tahun kedua kami menargetkan produk ini mulai merambah pasar luar negeri,” ungkapnya.
Dari sisi produk, CV Tapos Essence mengembangkan empat jenis minyak atsiri unggulan, yaitu minyak pala, minyak nilam, minyak cengkeh, dan minyak sereh wangi, yang merupakan komoditas potensial wilayah Bogor dan sekitarnya. Selain itu, dikembangkan pula delapan produk hilirisasi, antara lain sabun cair, body lotion, sampo, hair tonic, diffuser, aromaterapi, produk sanitasi, serta parfum. Produk parfum menjadi salah satu unggulan dengan perkembangan pasar yang cukup signifikan.
Menutup wawancara, Dr. Ir. Helmi Haris, MS menyampaikan harapannya terhadap pendanaan RIM Startup ini.
“Dengan pembinaan selama dua tahun, kami berharap startup ini benar-benar menjadi marketable dan mandiri, mampu menghasilkan produk yang berkelanjutan, serta memiliki cash inflow untuk pengembangan usaha ke depan. Target kami tidak hanya pasar dalam negeri, tetapi juga pasar luar negeri,” pungkasnya.