Dosen FAPERTA UNIDA Lolos 3 Besar Lomba Karya Tulis Ilmiah Jabar Juara 2023
Dosen Fakultas Pertanian (FAPERTA) Universitas Djuanda (UNIDA), Dr. Riny Kusumawati, S.P., M.M berhasil lolos menjadi finalis 3 besar dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah Jabar Juara 2023: Refleksi Inovasi dan Kolaborasi. Pengumuman finalis 3 besar ini disampaikan melalui akun resmi Instagram @bp2djabar pada Jum’at, 16 Juni 2023.
Lomba Karya Tulis Ilmiah Jabar Juara 2023 diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP2D). Lomba karya tulis ilmiah ini bertujuan untuk meninjau capaian, keberhasilan, dan masukan terkait program yang sudah dilaksanakan sehingga dapat memperluas jangkauan informasi kepada masyarakat. Diharapkan juga dari lomba ini dapat menghasilkan tulisan ilmiah terkait program-program Pemerintah Provinsi Jawa Barat sesuai tema yang ditetapkan.
Dr. Riny Kusumawati, S.P., M.M mengikuti lomba dengan tema "Tata Kelola Pemerintahan yang Bersih dan Berkualitas". Adapun karya tulis ilmiah Dr. Riny Kusumawati, S.P., M.M yang lolos dalam 3 besar lomba ini yaitu berjudul "Faktor-faktor yang Mempengaruhi Ambidexterity Inovasi di Instansi Pemerintah untuk Meningkatkan Kinerja Instansi".
“Perasaan saya sangat senang dan saya jujur tidak menyangka kalau masuk tiga besar karena memang di tiga besar itu sudah pasti tinggal memperebutkan juara yang pada awal Juli nanti dengan presentasi, dan pengumumannya tanggal 10 Juli, lalu publikasi tanggal 17 Juli,” ungkapnya pada saat diwawancarai tim Humas UNIDA, Sabtu (17/06/2023).
Karya tulis ilmiah Dr. Riny Kusumawati, S.P., M.M, berfokus pada identifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi ambidexterity inovasi pada instansi pemerintah. Melalui penelitiannya, Dr. Riny Kusumawati, S.P., M.M bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai bagaimana institusi pemerintah dapat meningkatkan kinerjanya dengan mengelola proses inovasi secara efektif.
“Kami menulis tentang faktor-faktor yang mempengaruhi ambidexterity inovasi pada instansi perangkat daerah, di mana ada beberapa inovasi yang ada di Dinas Pemuda dan Olahraga yaitu Jabar Youth Innovation Summit dan Jabar Future Leaders. Ambidexterity bertujuan untuk menyeimbangkan antara eksploitasi inovasi (efisiensi sumber daya internal melalui model struktural) dengan eksplorasi inovasi (model relasional dengan swasta, pemerintah, akademisi, media dan masyarakat). Jadi, 2 inovasi yang Bapak Gubernur gulirkan di instansi ini kami bandingkan bagaimana implementasinya, bagaimana perencanaannya dan bagaimana pendampingannya dari Propinsi Jawa Barat dengan Kabupaten Bogor,” paparnya.
Sebagai seorang dosen, peneliti dan juga birokrat, Dr. Riny Kusumawati, S.P., M.M berupaya untuk terus menginspirasi rekan-rekan dan mahasiswanya untuk menulis, terutama artikel ilmiah yang dapat dijadikan masukan bagi program pembangunan di daerah. Menurutnya, karya tulis ilmiah ini menjadi penting dan bermanfaat untuk memberikan umpan balik atau evaluasi serta masukan terhadap perbaikan program pembangunan daerah ke depannya.
“Kepada dosen atau peneliti yang ada di perguruan tinggi hendaknya memanfaatkan momen-momen lomba seperti ini bukan hanya untuk sebuah prestise, tetapi untuk mengabdikan diri melalui tulisan sebagai masukan yang bermanfaat bagi masyarakat, karena menurut saya sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain, apalagi itu untuk masyarakat,” tuturnya yang juga merupakan Kepala Bidang Litbang pada Bappeda Kabupaten Bogor.
Dr. Riny Kusumawati, S.P., M.M menambahkan, lomba karya tulis ilmiah ini tidak hanya diikuti oleh peserta dari Jawa Barat, tetapi juga banyak peserta dari daerah lain di seluruh Indonesia, seperti dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Jakarta dan daerah lainnya.
“Secara jujur saya menyatakan bahwa tulisan ini unik dan berbeda dari tulisan-tulisan yang ada karena belum pernah ditulis oleh birokrat di seluruh Indonesia. Rata rata menulis lebih pada kajian, tapi ini lebih pada implementasi program inovasi di Jawa Barat yang juga saya lihat dan bandingkan dengan di Kabupaten Bogor karena saya sebagai satu satunya wakil dari Kabupaten Bogor yang masuk dalam tiga besar untuk kategori tata kelola pemerintahan yang bersih dan berkualitas. Tentu saya akan memberikan yang terbaik buat Kabupaten Bogor dan Universitas Djuanda,” tutupnya.
Sementara itu, terpisah, Wakil Rektor III UNIDA Dr. Yudi Wahyudin, S.Pi., M.Si menyampaikan selamat atas keberhasilan Dr. Riny Kusumawati, S.P., M.M.
"Luar biasa, keberhasilan lolos seleksi 3 besar ini tentu saja merupakan rahmat dari Allah SWT, semoga Allah perkenankan menjadi juara pertama,” ujarnya.
Dr. Yudi Wahyudin, S.Pi., M.Si mengatakan, setiap dosen Universitas Djuanda memang berkewajiban menjalankan amanat tridarma perguruan tinggi dan 2 darma lokal (ketauhidan dan profesionalitas).
“Apa yang diperoleh Dr. Riny semoga menjadi inspirasi bagi dosen dan mahasiswa UNIDA untuk dapat berkolaborasi dan berpartisipasi dalam implementasi Pancadarma UNIDA,” sambungnya.
Dr. Yudi Wahyudin, S.Pi., M.Si juga menyampaikan bahwasanya penelitian merupakan pilar dasar dosen agar dapat mengsinkronisasi hasil penelitiannya dengan rencana pembelajaran semester (RPS), disamping dapat diabdikan kepada masyarakat. Inovasi dan hilirisasi tentu harus dapat menjadi salah satu tujuan dari setiap pembelajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang sedang dan akan dilaksanakan.
Selain itu, sebagai bagian implementasi dari ketauhidan maka seluruh kegiatan tridarma harus dapat menghadirkan manfaat bagi ummat sebagaimana diajarkan Islam bahwa sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi orang banyak.
Demikian halnya dalam konteks profesionalitas, dimana publikasi dan jejak ilmiah menjadi model target legacy yang direkognisi dan tentu menjadi bagian dari ilmu yang bermanfaat bagi semua manusia.
“Selamat untuk Dr. Riny dan tetaplah berkarya untuk menggenggam dunia meraih akhirat,” pungkas Dr. Yudi Wahyudin, S.Pi., M.Si.