Dosen FISIP UNIDA Tekankan Pentingnya Copywriting Bagi Pelaku Usaha Ekonomi Kreatif
Dosen Sains
Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Djuanda
(UNIDA) sekaligus Wakil Direktur Kabupaten Bogor Ekonomi Kreatif (Kabekraf), Robby
Firliandoko, A.Md., S.Ikom., M.Si memaparkan materi mengenai penulisan copywriting
yang memiliki pengaruh besar dalam memasarkan produk secara digital di salah
satu sesi materi dalam acara Kegiatan Pelatihan, Bimbingan Teknis, dan
Pendampingan Ekonomi Kreatif bagi Pelaku Ekonomi Kreatif di Kabupaten Bogor
yang diselenggarakan di Hotel Gumilang, Cipayung pada Kamis (09/11/2023).
Kegiatan pelatihan
yang berlangsung selama 5 hari ini merupakan program yang diinisiasi oleh Dinas
Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bogor melalui Bidang SDM Pariwisata dan
Ekonomi Kreatif dalam rangka mendukung pengembangan kapasitas pelaku ekonomi kreatif
di Kabupaten Bogor yang berlangsung pesat dengan mengusung tema besar berjudul
“Digital Marketing Go to Global Market”.
Dalam era digital
di mana suatu informasi bisa mudah tersebar luas dalam waktu singkat, kesadaran
masyarakat akan suatu produk yang ada bergantung terhadap pengelolaan sosial
media yang benar dari brand tersebut. Oleh karenanya, Robby menekankan pentingnya
copywriting sebagai cara dalam membangun kesadaran masyarakat akan
produk tersebut. Tak heran ia sendiri menyebut copywriting sebagai
teknik pemasaran untuk merayu dan membujuk.
“Kita harus tahu
betul apa saja keunggulan dari brand atau produk yang kita tawarkan ini. Lalu,
target market yang kita sasar ini siapa? Gen Z kah, Milenial, kah? Perempuan
kah, laki-laki kah? Lalu, apa nilai value yang ada di produk kita ini dan nggak
ada di produk lain jadi masyarakat bakalan milih produk kita? Tiga hal itu
harus dipikirkan baik-baik sebelum kita mulai copywriting,” ujarnya.
Dosen muda yang
juga merupakan Founder dari Bogor Ngariung ini pun memaparkan
tahapan-tahapan dalam copywriting yang terdiri atas Attention,
Interest, Desire, dan Action atau AIDA. Dalam melaksanakan tahapan-tahapan
ini, seorang pelaku usaha diwajibkan untuk rajin melakukan riset demi
mengetahui kebutuhan target pasarnya.
“Makanya, dari awal
ini kita perlu melakukan riset tentang target pasar dari produk kita. Kita cari
tahu usia konsumen yang kita sasar ini umurnya berapa aja, motivasi mereka
belanja buat apa, sukanya apa, terus sosial media yang paling sering mereka
gunain apa. Hal-hal kayak gini perlu dilakuin biar kita tahu apa aja yang
mereka butuhin dan akan kita tawarin butuhan-butuhan itu ke mereka nanti,”
ujarnya.
Ia juga menjelaskan
jika tulisan copywriting yang baik adalah tulisan yang bisa meyakinkan
audiens bahwa solusi yang diberikan produk kita lebih unggul dibandingkan
produk milik lain. Hal ini dikarenakan orang-orang membeli sebuah barang untuk
mendapatkan manfaatnya atau untuk mengatasi masalah mereka.
“Jabarkan dengan
detail apa manfaat produk kita, apa aja benefit yang bakal didapet kalau
pilih produk kita, atau hal positif apa yang membedakan produk kita dari produk
brand lain. Penjabaran soal ini bisa disokong dengan masukin data berupa
fakta-fakta atau studi kasus karena bisa jadi bukti untuk nambah kebenarannya,
kan,” pungkasnya.
Salah satu peserta
acara, Ibu Ivone dari Gunung Putri yang mengelola usaha Susan Catering, mengaku
jika pelatihan copywriting ini sangat bermanfaat sekali untuknya.
Khusunya, untuk pengusaha ekonomi kreatif yang tak terlalu memahami baik
teknologi canggih zaman sekarang.
“Apalagi saya, kan,
udah ibu-ibu, ya, jadi gaptek masalah teknologi beginian. Tapi, terus dateng ke
pelatihan ini alhamdulillah jadi lebih paham. Waktu saya terapin ilmunya terus
diposting, ternyata bener aja, jadi banyak yang respon produk-produk saya,”
ungkapnya senang.