[email protected] 0251-8240773
Berita

Dosen FISIP UNIDA Tekankan Pentingnya Copywriting Bagi Pelaku Usaha Ekonomi Kreatif

Dosen Sains Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Djuanda (UNIDA) sekaligus Wakil Direktur Kabupaten Bogor Ekonomi Kreatif (Kabekraf), Robby Firliandoko, A.Md., S.Ikom., M.Si memaparkan materi mengenai penulisan copywriting yang memiliki pengaruh besar dalam memasarkan produk secara digital di salah satu sesi materi dalam acara Kegiatan Pelatihan, Bimbingan Teknis, dan Pendampingan Ekonomi Kreatif bagi Pelaku Ekonomi Kreatif di Kabupaten Bogor yang diselenggarakan di Hotel Gumilang, Cipayung pada Kamis (09/11/2023).

Kegiatan pelatihan yang berlangsung selama 5 hari ini merupakan program yang diinisiasi oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bogor melalui Bidang SDM Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam rangka mendukung pengembangan kapasitas pelaku ekonomi kreatif di Kabupaten Bogor yang berlangsung pesat dengan mengusung tema besar berjudul “Digital Marketing Go to Global Market”.

Dalam era digital di mana suatu informasi bisa mudah tersebar luas dalam waktu singkat, kesadaran masyarakat akan suatu produk yang ada bergantung terhadap pengelolaan sosial media yang benar dari brand tersebut. Oleh karenanya, Robby menekankan pentingnya copywriting sebagai cara dalam membangun kesadaran masyarakat akan produk tersebut. Tak heran ia sendiri menyebut copywriting sebagai teknik pemasaran untuk merayu dan membujuk.

“Kita harus tahu betul apa saja keunggulan dari brand atau produk yang kita tawarkan ini. Lalu, target market yang kita sasar ini siapa? Gen Z kah, Milenial, kah? Perempuan kah, laki-laki kah? Lalu, apa nilai value yang ada di produk kita ini dan nggak ada di produk lain jadi masyarakat bakalan milih produk kita? Tiga hal itu harus dipikirkan baik-baik sebelum kita mulai copywriting,” ujarnya.

Dosen muda yang juga merupakan Founder dari Bogor Ngariung ini pun memaparkan tahapan-tahapan dalam copywriting yang terdiri atas Attention, Interest, Desire, dan Action atau AIDA. Dalam melaksanakan tahapan-tahapan ini, seorang pelaku usaha diwajibkan untuk rajin melakukan riset demi mengetahui kebutuhan target pasarnya.

“Makanya, dari awal ini kita perlu melakukan riset tentang target pasar dari produk kita. Kita cari tahu usia konsumen yang kita sasar ini umurnya berapa aja, motivasi mereka belanja buat apa, sukanya apa, terus sosial media yang paling sering mereka gunain apa. Hal-hal kayak gini perlu dilakuin biar kita tahu apa aja yang mereka butuhin dan akan kita tawarin butuhan-butuhan itu ke mereka nanti,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan jika tulisan copywriting yang baik adalah tulisan yang bisa meyakinkan audiens bahwa solusi yang diberikan produk kita lebih unggul dibandingkan produk milik lain. Hal ini dikarenakan orang-orang membeli sebuah barang untuk mendapatkan manfaatnya atau untuk mengatasi masalah mereka.

“Jabarkan dengan detail apa manfaat produk kita, apa aja benefit yang bakal didapet kalau pilih produk kita, atau hal positif apa yang membedakan produk kita dari produk brand lain. Penjabaran soal ini bisa disokong dengan masukin data berupa fakta-fakta atau studi kasus karena bisa jadi bukti untuk nambah kebenarannya, kan,” pungkasnya.

Salah satu peserta acara, Ibu Ivone dari Gunung Putri yang mengelola usaha Susan Catering, mengaku jika pelatihan copywriting ini sangat bermanfaat sekali untuknya. Khusunya, untuk pengusaha ekonomi kreatif yang tak terlalu memahami baik teknologi canggih zaman sekarang.

“Apalagi saya, kan, udah ibu-ibu, ya, jadi gaptek masalah teknologi beginian. Tapi, terus dateng ke pelatihan ini alhamdulillah jadi lebih paham. Waktu saya terapin ilmunya terus diposting, ternyata bener aja, jadi banyak yang respon produk-produk saya,” ungkapnya senang.