[email protected] 0251-8240773
Berita

Dosen PGSD UNIDA Laksanakan Pengabdian di SDN Pamungguan Sukabumi, Terapkan Pembelajaran Musik untuk Tingkatkan Kecerdasan Emosional Anak Berkebutuhan Khusus

Tim dosen dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Agama Islam dan Pendidikan Guru (FAIPG) Universitas Djuanda (UNIDA) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk “Implementasi Seni Musik dalam Meningkatkan Kecerdasan Emosional Anak Berkebutuhan Khusus” di SDN Pamungguan, Kecamatan Kalapa Nunggal, Kabupaten Sukabumi.

Kegiatan ini berlangsung sepanjang bulan September hingga Desember 2025 sebagai bagian dari Program Hibah BIMA Tahun 2025, yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Republik Indonesia.

Ketua Tim Pengabdian, Anne Effane, S.Pd.I., M.Pd menjelaskan bahwa seni musik memiliki peran penting dalam membantu anak mengelola emosi, menumbuhkan empati, dan mengembangkan kemampuan sosial. Namun, di sejumlah sekolah dasar, termasuk SDN Pamungguan, kegiatan musik masih berfokus pada hafalan lagu dan belum dimanfaatkan secara optimal sebagai sarana ekspresi maupun terapi emosional.

“Menanggapi hal tersebut, tim pengabdian UNIDA berupaya menghadirkan inovasi pembelajaran yang lebih inklusif dan humanis dengan memanfaatkan musik sebagai media pengembangan kecerdasan emosional bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam merancang pembelajaran musik yang adaptif, kreatif, serta berorientasi pada kesejahteraan emosional siswa,” jelasnya.

Lebih lanjut, Anne Effane, S.Pd.I., M.Pd mengatakan, program dilaksanakan melalui lima tahapan berkesinambungan, yaitu sosialisasi dan Focus Group Discussion (FGD), pelatihan guru, penerapan teknologi pembelajaran, pendampingan di kelas, serta evaluasi bersama.

“Pada tahap pelatihan, para guru dilatih menggunakan pendekatan experiential learning yang menggabungkan teori dan praktik langsung. Mereka belajar memainkan alat musik sederhana seperti angklung, bellyra, drum, triangle, dan pianika. Selain itu, tim dosen memperkenalkan aplikasi digital penyusun notasi musik dan media audio interaktif sebagai dukungan pembelajaran yang menarik dan interaktif,” terangnya.

Anne Effane, S.Pd.I., M.Pd, juga menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud implementasi keilmuan dosen UNIDA dalam mendukung pendidikan inklusif berbasis seni.

“Kami ingin menghadirkan pembelajaran yang memanusiakan anak melalui musik. Pendekatan ini membantu guru memahami sisi emosional siswa, termasuk anak berkebutuhan khusus, sehingga proses belajar menjadi lebih bermakna dan berdaya,” ungkapnya.

Hasil evaluasi awal menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman guru terhadap fungsi musik sebagai sarana pengembangan emosi dan karakter. Siswa ABK juga menunjukkan kemajuan dalam partisipasi, kepercayaan diri, serta kemampuan mengekspresikan perasaan secara positif.

Sebagai tindak lanjut, tim pengabdian berencana membentuk Teacher Learning Community (TLC) di SDN Pamungguan sebagai wadah kolaboratif guru untuk berbagi pengalaman dan mengembangkan pembelajaran musik secara berkelanjutan.

“Program ini diharapkan menjadi model pendidikan inklusif berbasis seni musik yang dapat direplikasi di berbagai sekolah dasar di Kabupaten Sukabumi dan sekitarnya,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala SDN Pamungguan, Ujang Solehudin, S.Pd.I, menyampaikan apresiasi atas kegiatan tersebut.

“Pelatihan ini membuka wawasan baru bagi guru-guru kami. Musik bukan sekadar hiburan, tetapi juga sarana penting untuk membantu anak mengekspresikan diri dan belajar dengan gembira,” ujarnya.