Dosen Sains Komunikasi UNIDA Jadi Pembicara dalam Safari Jurnalistik PWI Kota Bogor, Ajak Pelajar Menjadi Pencipta Konten yang Bijak
Dosen Sains Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial
Ilmu Politik dan Ilmu Komputer (FISIPKOM) Universitas Djuanda (Unida) Robby
Firliandoko mengajak pelajar sekolah menengah pertama (SMP) di Kota Bogor
menjadi pencipta konten yang bijak dan hasilkan cuan. Ajakan tersebut dilakukan
dalam kegiatan Safari Jurnalistik Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bogor
di SMP 5 Bogor pada Senin (20/2/2023).
Dalam kegiatan Safari Jurnalistik yang
merupakan Acara Puncak Hari Pers Nasional (HPN) dan Ulang Tahun ke-77 PWI, Robby
menyampaikan bahwa perkembangan teknologi tidak hanya menyebabkan perubahan
dalam hal komunikasi dan informasi, namun juga pilihan anak-anak zaman sekarang
dalam memilih cita-cita pada masa depannya.
"Dulu waktu saya kecil, Pilot, Polisi dan
Dokter menjadi top three of dreams. Namun sekarang, anak-anak bercita-cita
menjadi youtuber, selebgram, penyanyi hingga pengusaha," kata Robby yang
juga merupakan Founder Bogor Ngariung.
Sebagai informasi, Safari Jurnalistik
merupakan kegiatan dari PWI Kota Bogor dalam rangkan menciptakan generasi yang
hebat dalam menyambut Indonesia Emas 2045. Hadir dalam kegiatan sebagai
Narasumber Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Bismo Prakoso, Kepala Dinas
Pendidikan Kota Bogor Sujatmiko, Kepala Kejaksaan Negeri Kota Bogor Waito
Wongateleng, Pimred RBG.id dan Wakil Bendahara PWI Kota Bogor Lucky Lukman Nul
Hakim dan Dosen Sains Komunikasi FISIPKOM Universitas Djuanda Robby
Firliandoko.
Dalam kegiatan yang dibuka oleh Wali Kota
Bogor Dr. Bima Arya Sugiarto tersebut, Dosen Muda yang merupakan Wakil Direktur
Komite Ekonomi Kreatif Kabupaten Bogor ini juga menyampaikan bahwa profesi
pencipta konten atau conten creator menjadi profesi yang menjanjikan.
"Creator Content adalah pekerjaan yang
utamanya selalu menciptakan karya berupa foto, video, audio dan tulisan. Di
profesi ini, kawan-kawan bisa mendapatkan penghasilan yang menjanjikan,"
jelas Robby.
Robby juga menambahkan, meskipun pekerjaan
creator conten itu menjanjikan, para pelajar harus bisa mengasah kemampuan mereka
dari mulai mengenali diri, mengenali target audien, kreatif, terus berlatih dan
mau bekolaborasi dengan pencipta konten lainnya.
"Perkembangan digital juga bagaikan dua
mata pisau, ada positif dan negatif. Banyak kasus sudah terjadi. Untuk itu saya
berharap kawan-kawan pelajar SMP Kota Bogor bisa bijak mengelola media digital
dari mulai membatasi penggunaan gawai, tidak berkata kasar apalagi melakukan
ujaran kebencian, saring sebelum sharing, think sebelum posting dan tidak mudah
tergiur," ajak Robby.
Dalam kesempatan yang sama, Kapolresta Bogor
Kota Kombes Pol Bismo Prakoso yang diwakili oleh Kasat Binmas Kompol Sahroni
menyampaikan, pelajar yang memiliki rekam jejak kenakalan, akan tercatat dengan
baik dan sulit mendapatkan surat kelakuan baik. Sahroni juga mengajak seluruh
pelajar untuk bijak dalam mengelola gawai. Sahroni juga mengajak seluruh
pelajar untuk menjadi sahabat polisi dengan menjaga keamanan dan kenyamanan
masyarakat.
"Jangan takut sama polisi karena salah
satu tugas polisi adalah malayani, mengayomi dan melindungi masyarakat. Saya
titipkan Bogor kepada adik-adik. Bogor ini dekat dengan pusat Ibu Kota dan
karena Bapak Presiden Joko Widodo tinggal di Bogor, jadi keamanan Bogor perlu
kita jaga," katanya.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor Sujatmiko
menjelaskan, bahwa dirinya ingin pelajar SMP di Kota Bogor menjadi pemimpin
masa depan. Dirinya menambahkan, untuk menjadi pemimpin di era yang VUCA
(Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity) pelajar Kota Bogor perlu
memiliki keterampilan pola pikir sistemik. Untuk itu konsep kurikulum merdeka
diberikan agar pelajar bisa merumuskan masalah dan menciptakan solusi atas
masalah yang ada di sekitar.
"Adik-adik adalah calon pemimpin masa
depan, meskipun kita berada di era yang VUCA, namun saya yakin adik-adik pasti
bisa menjadi pemimpin yang hebat. Konsep kurikulum merdeka saat ini mendukung
para pelajar untuk bisa mengatasi masalah yang ada dan terus bisa beradaptasi
di tengah perubahan yang penuh ketidakpastian," jelasnya.
Sementara, Kepala Kejaksaan Negeri Kota Bogor
Waito Wongateleng yang diwakili oleh M. Ahega menyampaikan bahwa Kejaksaan
merupakan bagian dari institusi penegak hukum. Ahega juga menyampaikan bahwa
program Jaksa Masuk Sekolah adalah untuk mengedukasi pelajar tentang hukum agar
tidak ada pelajar yang melanggar hukum. Dan untuk melayani masyarakat mengenai
informasi tentang hukum, Kejaksaan Negeri Kota Bogor memiliki pelayanan gratis
tentang edukasi hukum.
"Peran Kejaksaan adalah yang melakukan
penuntutan atas tindakan pindana. Apa bedanya sama Hakim? Hakim di pengadilan
yang menentukan keputusan tindakan hukum. Kami ingin pelajar sadar hukum,
kenapa? Karena saya sudah mengusut ratusan kasus hukum dan masih ada kalangan
anak-anak di bawah usia di bawah 18 tahun yang melanggar tindak pidana
hukum," jelasnya.
Terakhir, Pimred RBG.id dan Wakil Bendahara
PWI Kota Bogor Lucky Lukman Nul Hakim mengajak kepada seluruh pelajar untuk
tidak berbagi hal-hal yang hoaks atau palsu. Dan bahaya berita hoaks bisa
memecah belah bangsa dan menimbulkan keresahan. Lucky berharap, Jurnalisme
Remaja diharapkan dapat meningkatkan kepekaan generasi muda atas berita palsu.
"Saat ini siapa pun bisa berbagi
informasi, teurtama kawan-kawan pelajar yang berada di tengah-tengah
masyarakat, untuk itu saya berharap kawan-kawan pelajar bisa mengetahui berita
hoaks dan menangkalnya. Dan kami, sebagai berita dan media, biasanya melakukan
kroscek yang berlapis untuk memastikan validasi berita," ungkapnya.
Turut hadir dalam kegiatan Safari Jurnalistik
Koordinator Wilayah III Jawa Barat H. RM Danang Donoroso, Ketua PWI Kota Bogor
Arihta Utama Surbakti didampingi jajaran pengurus PWI Kota Bogor dan Ketua PHRI
Kota Bogor Yuna A. Lahay.