[email protected] 0251-8240773
Pengabdian Masyarakat

Dosen UNIDA Menjadi Pembicara, Angkat Fenomena Quarter Life Crisis di Kalangan Generasi Muda

Dosen Universitas Djuanda (UNIDA) dipercaya menjadi pembicara dalam sebuah kegiatan edukatif yang diselenggarakan di Aula Gedung C UNIDA pada Senin, 27 April 2026. Kegiatan ini diikuti oleh para siswa SMK Amaliah 1 dan 2 sebagai upaya memberikan pemahaman terkait tantangan psikologis yang kerap dialami generasi muda.

Kegiatan ini juga merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat, sebagai bentuk kontribusi nyata UNIDA dalam memberikan edukasi dan pendampingan kepada generasi muda.

Dalam kegiatan tersebut, dua dosen UNIDA, Muhammad Kafnun Kafi, M.Pd dari Fakultas Agama Islam dan Pendidikan Guru (FAIPG) serta Faisal Tri Ramdani, S.Sos., M.A.P dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), menyampaikan materi mengenai fenomena quarter life crisis, termasuk penyebab, dampak, serta cara menghadapinya secara positif.

Para pembicara menjelaskan bahwa fase quarter life crisis merupakan kondisi yang umum dialami oleh remaja dan dewasa awal, terutama saat menghadapi kebingungan dalam menentukan arah masa depan, karier, maupun tujuan hidup. Oleh karena itu, penting bagi siswa untuk memiliki perencanaan yang matang serta kemampuan mengelola emosi dan tekanan.

“Quarter life crisis bukanlah hal yang harus ditakuti, tetapi perlu dipahami sebagai proses pendewasaan diri. Yang terpenting adalah bagaimana kita menyikapinya dengan bijak dan tetap produktif,” ujar salah satu narasumber dalam pemaparannya.

Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab, yang memberikan kesempatan bagi siswa untuk berbagi pengalaman serta mengajukan pertanyaan secara langsung kepada narasumber. Antusiasme peserta terlihat dari partisipasi aktif selama kegiatan berlangsung.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa SMK Amaliah 1 dan 2 dapat lebih siap menghadapi tantangan masa depan, memiliki kepercayaan diri dalam menentukan pilihan hidup, serta mampu mengelola tekanan secara positif. Kegiatan ini juga menjadi bentuk kontribusi Universitas Djuanda dalam mendukung pengembangan karakter dan kesiapan mental generasi muda melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat.