Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah, S.Pd.I., M.Pd.I isi Majelis Tasbih, Bahas Kisah-Kisah Terbaik dalam Al-Quran
Universitas
Djuanda (UNIDA) melalui Badan Pengkajian dan Penerapan Tauhid (BPPT) kembali
selenggarakan kegiatan rutin ketauhidan Majelis Tasbih. Pada minggu ini pada
Jumat, 20 Oktober 2023. kegiatan majelis tasbih diisi oleh Direktur Eksekutif
Yayasan Pusat Pendidikan Amaliyah Indonesia (YPSPIAI), Dr. Hj. R. Siti Pupu
Fauziah, S.Pd.I., M.Pd.I.
Majelis
Tasbih merupakan agenda rutin yang dilaksanakan pada hari Jumat setiap minggunya
yang berisikan kajian kegamaan maupun keilmuan dan diikuti oleh seluruh insan UNIDA.
Dalam
paparannya, Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah, S.Pd.I., M.Pd.I menyampaikan materi
berjudul “Kisah-Kisah Terbaik dalam Al-Quran”.
Dr.
Hj. R. Siti Pupu Fauziah, S.Pd.I., M.Pd.I dalam paparannya menyampaikan bahwa
ada beberapa pendapat ulama mengenai kisah-kisah terbaik dalam Al-Quran yaitu
kisah Nabi Adam AS karena menjadi nabi pertama yang dijelaskan dalam Al-Quran,
Nabi Musa AS karena hampir seluruh surat dalam Al-Quran memiliki petikan Nabi
Musa AS, Nabi Ibrahim AS karena merupakan bapaknya dari para nabi serta Nabi
Yusuf AS karena kisahnya yang sangat unik. Ada kemiripin dalam kisah Nabi Musa AS dan
Nabi Yusuf seperti keduanya sama-sama tinggal di istana, berpisah dengan bapak
dan ibunya serta sama-sama diangkat menjadi anak. Siapa sebenarnya Nabi Yusuf AS
ini, Nabi Yusuf AS lahir sekitar tahun 1745-1635 SM yang merupakan nabi yang
diutus setelah Nabi Yaqub AS. Nabi Yaqub AS. memiliki 4 istri dan 12 anak, yang
salah satunya adalah nabi Yusuf AS, dilahirkan oleh ibu bernama Rahil, Nabi
Yusuf juga memiliki saudara kandung yang bernama Bunyamin. Ibunya wafat ketika
nabi yusuf AS ketika masih kecil, sehingga Nabi Yaqub AS bertugas menjadi sosok
ayah dan ibunya, yang membuat saudara-saudara lainnya merasa cemburu kepada
Nabi Yusuf AS dan Bunyamin.
Kisah diawali dengan mimpi dari Nabi Yusuf
ketika kecil, dimana Nabi Yusuf menceritakan mimpi tersebut kepada Nabi Yaqub AS
dimana dalam mimpi tersebut Nabi Yusuf AS melihat bulan, matahari dan 11
bintang bersujud kepadanya yang dimaksud sujud disini bukan untuk menyembah
melainkan menghormati, kemudian Nabi Yaqub AS melarang Nabi Yusuf AS
menceritakan mimpi tersebut kepada kepada saudara-saudaranya dikarenakan
dikhawatirkan saudara-saudaranya akan berbuat makar pada Nabi Yusuf. Kisah
berlanjut pada Nabi Yusuf yang dibuang ke dalam sumur oleh saudara-saudaranya
dikarenakan mereka dengki karena ayah mereka lebih perhatian kepada Nabi Yusuf
AS dan Bunyamin. Saudara-saudaranya beranggapan bahwa merekalah yang lebih
berhak disayang.
Saudara-saudara Nabi Yusuf AS berencana
untuk tidak membunuhnya, akan tetapi mereka berencana untuk memasukan Nabi
Yusuf AS ke dalam sumur agar nantinya ada musafir yang memungutnya. Setelah direncanakan,
saudara-saudaranya meminta izin untuk mengajak Nabi Yusuf AS bermain akan
tetapi Nabi Yaqub AS ragu untuk mengizinkannya. Saudara-saudara Nabi Yusuf AS terus
membujuk Nabi Yaqub AS agar mengizinkannya. Dikarenakan saudara-saudaranya berjanji
untuk mengawasi Nabi Yusuf AS sungguh-sungguh, dengan berat hati Nabi Yaqub AS
pun mengizinkannya.
Setelah berhasil memasukkannya ke dalam
sumur, saudara-saudaranya mengambil baju Yusuf dan melumurinya dengan darah
kambing. Kemudian mereka pulang ke rumah dan menemui Nabi Yaqub AS untuk
melapor kejadian palsu tersebut. Mereka bersedih seraya menangis di hadapan
ayah mereka dan menjelaskan bahwa Yusuf AS dimangsa serigala. Lalu mereka
memperlihatkan baju Nabi Yusuf AS yang telah berlumuran darah sebagai
pembuktian kepada ayahnya. Sebenarnya, Nabi Yaqub tidak pecaya begitu saja
terhadap pengakuan anak-anaknya. Namun Yaqub AS hanya bisa berpasrah dan
menyerahkan segala kepada Allah SWT.
ketika saudara-saudaranya telah pergi
meninggalkannya, Nabi Yusuf AS duduk di dalam sumur sembari menunggu
pertolongan Allah SWT kepadanya. Beberapa lama kemudian datanglah para musafir
ke sumur yang ada Nabi Yusuf AS di dalamnya. Musafir ini adalah rombongan
pedagang dari Syam yang hendak menuju Mesir. Saat salah satu dari mereka
mengambil air dari sumur dengan mengulurkan tali timba ke dalam lalu menariknya
kembali ke atas, tiba-tiba Nabi Yusuf AS menggelantungkan diri pada tali timba
itu. Musafir penarik tali timba melihat seorang anak yang tertarik bersama
timbanya, lalu ia merasa senang karena bisa menjadikannya sebagai barang
dagangan. Mereka hendak menjual Yusuf AS tepatnya sebagai budak ketika telah
sampai di Mesir. Pada saat tiba di tempat tujuan, para musafir menjual Nabi Yusuf
AS dengan harga murah kepada sepasang suami istri. Ternyata yang membeli Nabi
Yusuf AS adalah orang yang terkenal dan terhormat. Dikatakan, ia adalah seorang
menteri dengan jabatan tinggi. Suaminya dikenal dengan sebutan al-Aziz,
sementara istrinya dikenal dengan nama Zulaikha.
Setelah dibeli, Nabi Yusuf AS dijadikan hamba
sahaya dan pelayan di rumah dari tuannya tersebut. Ketika beranjak dewasa Nabi
Yusuf AS semakin bersinar ketampanannya. Suatu waktu, istri dari tuannya merayu
dan mengajak Nabi Yusuf AS untuk melakukan perbuatan yang tidak pantas akan
tetapi Nabi Yusuf AS menolak ajakannya, kemudian Nabi Yusuf AS lari dan dikejar
lah oleh Zulaikha lalu ditariklah baju Nabi Yusuf AS hingga sobek. Lalu setelah
itu terpergoklah Nabi Yusuf AS dan Zulaikha oleh suaminya yaitu Al-Aziz, Namun
Zulaikha membela diri dan menuduh jika Nabi Yusuf AS. Kemudian ada seseorang
yang mengatakan jika robek bajunya di bagian depan berarti memang Nabi Yusuf AS
pelakunya, namun jika di bagian belakang maka Zulaikha lah pelakunya. Pada
nyatanya baju bagian belakang Nabi Yusuf AS lah yang sobek sehingga membuktikan
bahwa Nabi Yusuf AS tidak bersalah dan Zulaikha ditegur oleh suaminya serta
Al-Aziz berkata pada Nabi Yusuf AS untuk tidak menceritakan kejadian tersebut
kepada orang lain.
Setelah kejadian itu, Zulaikha memanggil
teman-temannya ke rumahnya. Ia ingin menunjukkan ketampanan Yusuf AS yang
membuatnya tertarik dan ingin menggoda. Melihat paras rupawan Yusuf AS,
teman-teman Zulaikha pun ternganga hingga tak sadar membuat mereka mengiris
jari-jari tangannya sendiri. Mendengar tragedi sebelumnya antara Zulaikha dan
Yusuf AS, teman-temannya itu pun menyebarluaskan kabar tersebut hingga membuat
heboh sekitar. Melihat kenyataan tersebut, al-Aziz dan Zulaikha sepakat untuk
memenjarakan Yusuf AS agar muncul opini bahwa Yusuf-lahyang menggoda istri
tuannya.
Lalu masuklah Nabi Yusuf AS ke dalam
penjara. Di sana beliau hanya bisa bersabar dan memohon pertolongan Allah SWT.
Para ulama berbeda pendapat terkait jangka waktu dipenjaranya Yusuf AS. Ada
yang mengatakan tiga, tujuh, bahkan 10 tahun. Dalam penjara, Nabi Yusuf AS
bertemu dengan mantan pelayan raja dan pada saat mereka bermimpi, mereka
meminta tolong pada Nabi Yusuf AS untuk menakwilkan mimpinya, mereka pun kagum
akan kepandaian Nabi Yusuf AS dalam menakwilkan mimpi. Ketika kedua orang
tersebut keluar dari penjara, Nabi Yusuf AS berpesan agar mereka mengatakan
keahliannya dalam menakwilkan mimpi kepada tuannya atau raja.
Suatu ketika raja Mesir kala itu bermimpi
dalam tidurnya, dan mimpinya itu membuat ia cemas. Raja itu bermimpi
seakan-akan ia berada di tepi sungai, lalu dari dalam sungai muncul tujuh sapi
betina dengan tubuh gemuk. Ketujuh sapi betina itu merasa senang berada di
padang rumput yang subur. Setelah muncul tujuh sapi gemuk, dalam mimpi raja
muncul kembali tujuh sapi bertubuh lemah dan kurus. Anehnya, ketujuh sapi yang
bertubuh kurus itu ikut bersenang-senang dengan tujuh sapi betina bertubuh
gemuk. Kemudian sapi-sapi bertubuh lemah memakan tujuh sapi betina yang gemuk.
Setelah terbangun, raja tersebut terkejut
lalu ia melanjutkan tidur dan bermimpi aneh kembali. Mimpi-mimpi tersebut
membuat raja cemas kemudian raja bercerta kepada para pembesar kerajaan namun
tidak ada yang dapat menakwilkan mimpi tersebut. Kemudian orang yang pernah
terpenjara dengan Nabi Yusuf AS pun meminta pada raja untuk mengizinkannya membawa
Nabi Yusuf AS pada raja. Datanglah Nabi Yusuf AS kehadapan raja kemudian
menjelaskan mengenai mimpi raja tersebut bahwa mimpi raja tersebut akan datang
musim subur dan makmur selama tujuh tahun. Setelah itu, datanglah musim
paceklik yang penuh kesulitan selama tujuh tahun pula. Nabi Yusuf AS juga
memberikan solusi-solusi pada permasalahan tersebut. Kagum akan kepandaiannya,
raja pun menawarkan Nabi Yusuf AS akan terlepas dari tuduhan yang selama ini
dituduhkan padanya. Namun Nabi Yusuf AS menolok, ia ingin raja mengkonfirmasi
terlebih dahulu kepada Al-Aziz dan Zulaikha, setelah dikonfimasi ternyata benar
Nabi Yusuf AS tidak bersalah.
Setelah bebas dari penjara, Nabi Yusuf AS diberikan
kedudukan tinggi di Mesir oleh raja dan Nabi Yusuf AS meminta untuk dijadikan
bendaharawan karena ia adalah orang yang pandai menjaga dan berpengetahuan. Raja
pun percaya dan memberikan jabatan tersebut. Setelah itu Nabi Yusuf AS pun
menikah dengan Zulaikha karena Zulaikha telah kembali jadi wanita bermartabat
dan suaminya sudah meninggal dunia.
Dengan itu, raja Mesir pun mempercayakan
jalannya pemerintahan kepada Nabi Yusuf. Di kala Mesir dilanda paceklik, 10
orang saudara yang dulu membuang Nabi Yusuf AS datang ke istana untuk menukar bahan
makanan. Mereka tidak mengenali Nabi Yusuf AS akan tetapi Nabi Yusuf AS
mengenali mereka dan memberikan bahan makanan. Nabi Yusuf AS tahu bahwa
Bunyamin saudara kandungnya tidak datang maka dari itu Nabi Yusuf AS meminta
mereka datang lagi nanti ke istana dengan Bunyamin.
Kembalilah saudara-saudara Nabi Yusuf AS ke
kampung halaman, setelah sampai di rumah mereka menceritakan bahwa penguasa
Mesir ingin bertemu dengan saudara mereka yaitu Bunyamin. Dan mereka pun sadar
bahwa barang yang mereka bawa bukan dibarter melainkan mereka diberi jatah
makanan. Setelah meyakinkan Nabi Yaqub, mereka pun berangkat kembali dengan
Bunyamin dan barang yang akan ditukar dengan bahan makanan nanti.
Setelah mereka sampai di istana untuk
berdiskusi mengenai penukaran barang, Nabi Yusuf AS pun bertemu dengan saudara-saudaranya
dan Bunyamin lalu mengungkapkan identitasnya asli. Penguasa Mesir tiba-tiba
mengungkapkan bahwa dirinya adalah Nabi Yusuf AS. Saudara-saudara Yusuf AS
keheranan, tapi Yusuf AS menegaskan, "Akulah Yusuf dan ini saudaraku Bunyamin"
Setelah mengetahui bahwa penguasa Mesir adalah Yusuf AS, lalu Yusuf AS
memerintahkan kepada saudara-saudaranya untuk membawa baju yang ia kala itu
beliau pakai kepada ayahnya Nabi Yaqub.
Yusuf AS pun juga memerintah agar sang
ayah, Nabi Yaqub AS beserta keluarganya yang lain untuk dibawa ke Mesir supaya
bisa bertemu dengannya. Demikian Nabi Yaqub bersama keluarganya datang ke Mesir
untuk menemui dan berkumpul kembali dengan Yusuf AS setelah puluhan tahun
terpisah. Ada ulama yang mengatakan bahwa Yusuf AS dan Nabi Yaqub terpisah
selama 35 tahun, ada juga yang menyebut 83 tahun.
Setelah Yusuf AS menyadari bahwa nikmat
yang diberikan Allah SWT kepadanya telah sempurna, yakni menjadi nabi, dengan
dirinya yang telah berkumpul lagi dengan keluarganya, serta menjadi penguasa
Mesir, beliau juga sadar bahwa kehidupannya di dunia adalah fana. Maka dari
itu, Yusuf AS memohon kepada Allah SWT agar diwafatkan dalam keadaan memeluk
Islam dan berharap kelak dipertemukan dengan hamba-hamba-Nya yang sholeh.
Sebelum Yusuf AS wafat, Allah terlebih
dahulu mewafatkan Nabi Yaqub AS. Dijelaskan bahwa Nabi Yaqub AS menetap di
Mesir bersama Nabi Yusuf AS selama 17 tahun. Sebelum wafat, Nabi Yaqub AS berwasiat
kepada Yusuf agar mengebumikannya di wilayah Syam di sisi makam kakek dan
ayahnya, yaitu Ibrahim dan Ishaq. Demikian Nabi Yaqub pun wafat pada usia
sekitar 140 tahun. Beberapa tahun setelah kepergian ayahnya, Yusuf AS juga
dipanggil Allah SWT ke hadapannya. Beliau wafat dan juga dikebumikan di tempat
pemakaman orang tuanya. Yusuf AS diketahui wafat pada usia 120 tahun.