Drs. H. Mulyadi, MMA Anggota Komisi V DPR-RI Berikan Kiat Sukses Agar Menjadi Manusia yang Berhasil
Mahasiswa
sebagai generasi muda yang akan menjadi pemimpin di masa depan harus mulai mempersiapkan diri menjadi lebih baik, pesan
Drs. H.
Mulyadi, MMA selaku narasumber pada acara Seminar Nasional bertajuk “Membangun
Kapasitas Mahasiswa Menuju Indonesia Tangguh” yang diikuti oleh para
mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, pada Senin (17/10/2022) di Aula
Gedung C, Kampus UNIDA.
Narasumber
memberikan kiat sukses yang dijalaninya kepada para mahasiswa, yakni dengan menerapkan prinsip 5C dan
Konsep 7A yang
dipegangnya selama ini.
“Lalu
apa yang saya jalankan, yakni konsep
5C. Kuasai 5C ini, bentuk dan bangun. C yang pertama ialah
Character, apa itu?
yaitu akhlak. Karakter adalah hal pertama yang
harus diprioritaskan.
C kedua, Competency, yaitu dalam konteks 3 skills, Conceptual Skill, Human Skill, dan Technical Skill. Ini menjadi nilai jual
kita di masa mendatang. C Ketiga, Clean, bersih, yaitu memiliki rekam jejak yang
baik, jangan sampai memiliki jejak digital negatif. Maka jaga rekam jejak
kita supaya tidak menjadi hambatan. Kemudian C Keempat yaitu Clear. Artinya memahami
tugas yang harus kita kerjakan, target yang harus kita capai. Terakhir C kelima, Chemistry. Itu kemampuan
membangun membangun suasana dan hubungan
lahir batin,” tuturnya.
Selain prinsip 5C tersebut, Drs. H.
Mulyadi, MMA menambahkan bahwa perlu juga menerapkan konsep 7A yang dijadikan
pijakan hidup.
“Ke
depan, ingat juga 7A.
Antara lain, A pertama adalah Allah SWT, orientasi pertama ini tujuan kita untuk mencari ridho Allah.
A kedua, Al-Qur’ran.
Kita harus punya komitmen itu, ini menjadi manual book kita sebagai manusia
supaya kita menjadi manusia berhasil dan optimal. A
ketiga, yaitu akhlak. Cerminan diri kita terlihat dari akhlak. A
keempat, Adzan. Caranya Allah untuk mengingat kita kepada-Nya. Adzan itu mengingatkan kita kepada shalat, dan amal ibadah yang pertama dihisab ialah shalat. A kelima adalah ajal. Sesuatu yang paling dekat dengan
kita adalah kematian, ini merupakan nasihat
terbaik untuk kita.
A keenam, yaitu amal ibadah, ini menjadi kesempatan kita dalam hidup untuk melakukan amal ibadah. Lalu A terakhir adalah akhirat,
tujuan, destinasi terakhir. Sehabat apapun nanti,
jika tidak ibadah adalah orang yang gagal. Ibadah harus menjadi prioritas,” paparnya.