[email protected] 0251-8240773
Berita

Drs. H. Mulyadi, MMA Anggota Komisi V DPR-RI Berikan Kiat Sukses Agar Menjadi Manusia yang Berhasil

Mahasiswa sebagai generasi muda yang akan menjadi pemimpin di masa depan harus mulai mempersiapkan diri menjadi lebih baik, pesan Drs. H. Mulyadi, MMA selaku narasumber pada acara Seminar Nasional bertajuk “Membangun Kapasitas Mahasiswa Menuju Indonesia Tangguh” yang diikuti oleh para mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, pada Senin (17/10/2022) di Aula Gedung C, Kampus UNIDA.

Narasumber memberikan kiat sukses yang dijalaninya kepada para mahasiswa, yakni dengan menerapkan prinsip 5C dan Konsep 7A yang dipegangnya selama ini.

Lalu apa yang saya jalankan, yakni konsep 5C. Kuasai 5C ini, bentuk dan bangun. C yang pertama ialah Character, apa itu? yaitu akhlak. Karakter adalah hal pertama yang harus diprioritaskan. C kedua, Competency, yaitu dalam konteks 3 skills, Conceptual Skill, Human Skill, dan Technical Skill. Ini menjadi nilai jual kita di masa mendatang. C Ketiga, Clean, bersih, yaitu memiliki rekam jejak yang baik, jangan sampai memiliki jejak digital negatif. Maka jaga rekam jejak kita supaya tidak menjadi hambatan. Kemudian C Keempat yaitu Clear. Artinya memahami tugas yang harus kita kerjakan, target yang harus kita capai. Terakhir C kelima, Chemistry. Itu kemampuan membangun membangun suasana dan hubungan lahir batin,” tuturnya.  

Selain prinsip 5C tersebut, Drs. H. Mulyadi, MMA menambahkan bahwa perlu juga menerapkan konsep 7A yang dijadikan pijakan hidup.

Ke depan, ingat juga 7A. Antara lain, A pertama adalah Allah SWT, orientasi pertama ini tujuan kita untuk mencari ridho Allah. A kedua, Al-Qur’ran. Kita harus punya komitmen itu, ini menjadi manual book kita sebagai manusia supaya kita menjadi manusia berhasil dan optimal. A ketiga, yaitu akhlak. Cerminan diri kita terlihat dari akhlak. A keempat, Adzan. Caranya Allah untuk mengingat kita kepada-Nya. Adzan itu mengingatkan kita kepada shalat, dan amal ibadah yang pertama dihisab ialah shalat. A kelima adalah ajal. Sesuatu yang paling dekat dengan kita adalah kematian, ini merupakan nasihat terbaik untuk kita. A keenam, yaitu amal ibadah, ini menjadi kesempatan kita dalam hidup untuk melakukan amal ibadah. Lalu A terakhir adalah akhirat, tujuan, destinasi terakhir. Sehabat apapun nanti, jika tidak ibadah adalah orang yang gagal. Ibadah harus menjadi prioritas,” paparnya.