[email protected] 0251-8240773
Prestasi

Dua Mahasiswa FAIPG UNIDA Kembali Ukir Prestasi, Raih Juara dalam Festival Hadits Nasional

Dua mahasiswa Program Studi Perbankan Syariah (PBS), Fakultas Agama Islam dan Pendidikan Guru (FAIPG) Universitas Djuanda (UNIDA) yang juga merupakan santri Pondok Pesantren Mahasiswa Bina Tauhid (PP MABIT) UNIDA, kembali menorehkan prestasi membanggakan di ajang nasional.

Ummu Saidah Fatimah Zahra berhasil meraih Juara 1 Kategori Hafidzul Hadits, sementara Adil Muthi Tsani meraih Juara 2 Kategori Kaligrafi Hadits dalam Festival Hadits Season II yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Hadits (HMPS IH) Institut Daarul Qur’an (Idaqu) Jakarta.

Kompetisi ini berlangsung pada 13–14 Juni 2025 di Auditorium Utama Idaqu Jakarta, dan diikuti oleh peserta dari berbagai perguruan tinggi dan pesantren di seluruh Indonesia. Ajang ini menjadi wadah untuk menumbuhkan semangat mencintai dan mengamalkan hadits Nabi SAW melalui beragam lomba tematik.

Ummu Saidah Fatimah Zahra mengungkapkan rasa syukurnya atas capaian yang diraihnya. Ia menyampaikan bahwa ajang ini menjadi pelepas rindu terhadap kebiasaan murojaah hadits yang selama ini sempat terhenti. Ia juga menceritakan tantangan terbesar yang dihadapinya, yakni mengatasi rasa takut karena telah lama tidak menghafal hadits serta menjadi satu-satunya peserta yang bukan berasal dari jurusan Ilmu Hadits.

“Tantangan terbesar adalah rasa takut, karena sudah lama tidak menghafal hadits dan saya adalah satu-satunya peserta yang bukan berasal dari jurusan ilmu hadits. Saya bersaing dengan para mahasiswa ilmu hadits dari berbagai universitas di Indonesia,” ungkapnya.

Meski demikian, Ummu meyakini bahwa rasa takut adalah bagian dari proses yang harus dihadapi, bukan dihindari. Ia berkomitmen untuk terus menjaga dan memperdalam hafalan hadits, serta berkontribusi memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.

“Setiap orang memiliki rasa takut, tinggal bagaimana kita menyikapinya—melawan atau menuruti rasa takut tersebut. Tidak ada yang sia-sia dari perjuangan kita, dan selalu berbaik sangka kepada Allah SWT. Aku juga berencana menjaga hafalan hadits, memperdalam maknanya, dan insyaallah akan ikut lagi jika ada peluang lomba lainnya,” tuturnya.

Pada kesempatan ini Ummu juga mengajak para mahasiswa, santri, dan pelajar untuk tidak ragu menggali potensi diri dan berani mengambil peluang.

“Mari kita mulai menggali potensi diri dengan mencari peluang baru dan jangan pernah takut untuk mencoba. Karena dengan mencoba, kita akan tahu takdir apa yang Allah tetapkan untuk kita,” pesannya.

Sementara itu, Adil Muthi Tsani, dalam wawancaranya mengungkapkan bahwa ini merupakan pengalaman pertamanya kembali mengikuti lomba kaligrafi setelah cukup lama tidak menekuninya.

“Ini merupakan kali pertama saya kembali mengikuti lomba kaligrafi. Dalam prosesnya, saya mempelajari banyak hal baru dan mengembangkan potensi yang mungkin sebelumnya belum saya sadari. Saya juga bersyukur bisa mengenal serta menjalin relasi dengan orang-orang baru yang memiliki minat sama di bidang kaligrafi,” ungkapnya.

Adil menekankan bahwa penting untuk dapat mengenali dan menciptakan kelebihan diri masing-masing. Menurutnya, setiap individu memiliki potensi unik yang bisa dikembangkan untuk memberikan manfaat, baik bagi diri sendiri maupun lingkungan sekitar.

“Setiap dari kita pasti mempunyai kelebihan masing-masing. Bukan tidak ada, hanya mungkin belum ditemukan atau belum diciptakan. Maka, temukanlah dan ciptakanlah kelebihanmu hingga menjadi manfaat untuk diri sendiri dan orang lain,” pesannya.

Wakil Dekan Non Akademik FAIPG UNIDA, Abdul Kholik, M.Pd., turut menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas capaian yang diraih oleh kedua mahasiswa tersebut. Ia menegaskan bahwa prestasi ini merupakan hasil dari sinergi antara pengembangan akademik dan pembinaan karakter di lingkungan kampus dan pesantren.

“Prestasi yang diraih Ummu dan Adil adalah cerminan dari dedikasi, semangat belajar, serta pembinaan berkelanjutan yang dilakukan di kampus dan pesantren. FAIPG UNIDA senantiasa mendorong mahasiswa untuk dapat unggul secara akademik, serta memiliki nilai-nilai dan keterampilan yang dapat diaktualisasikan di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Ia juga berharap agar capaian ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan potensi diri, serta menjadikan kegiatan positif seperti ini sebagai bagian dari proses pembelajaran.

“Kami berharap prestasi ini menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya dan berprestasi. Ke depan, kami akan terus memperluas ruang-ruang aktualisasi diri bagi para mahasiswa melalui program-program yang mendukung kreativitas, kompetensi, dan karakter islami,” pungkasnya.