[email protected] 0251-8240773
Informasi

Eco-Campus sebagai Wujud Kepedulian Terhadap Masalah Lingkungan

Tulisan dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia (World Environment Day), Tanggal 5 Juni 2022, Oleh: Erni Yuningsih, SE., MM (Dosen Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi)


Tulisan ini merupakan refleksi kita dalam memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia (World Environment Day) dirayakan setiap tahun pada tanggal 5 Juni sebagai upaya meningkatkan kesadaran dan penyelamatan lingkungan. Hari Lingkungan Hidup menjadi kesempatan untuk merefleksikan pencapaian dan terus melanjutkan tekad kita dalam mengatasi tantangan lingkungan hidup yang dihadapi dunia hingga saat ini. Diperingati sejak tahun 1974, Hari Lingkungan Hidup Sedunia adalah bentuk kampanye untuk menjaga bumi dari segala unsur yang merusak bumi.

 

Saat ini masalah lingkungan yang dipicu oleh pemanasan global menjadi perhatian dunia. Bumi telah memperlihatkan gejala dengan tidak semakin nyamannya untuk dijadikan tempat tinggal. Isu pemanasan global muncul dalam bentuk fenomena pergeseran musim hujan, banjir, angin topan dan fenomena lain. Masalah yang timbul memerlukan upaya pengelolaan komprehensif, menuntut keterlibatan semua pihak. Sementara itu pemahaman manusia terhadap lingkungan hidup masih jauh dari sempurna. Keterbatasan infrastruktur pendukung yang diperlukan dan ketersedian sumberdaya manusia (SDM) yang handal merupakan faktor utama yang perlu diperhatikan dan dikembangkan.

 

Masalah lingkungan adalah masalah bersama yang membutuhkan sinergi semua elemen masyarakat, termasuk didalamnya adalah civitas akademika. Sebagai kalangan akademisi, pemikiran ke depan tentang masalah lingkungan sangat dinanti oleh masyarakat karena tentunya kualitas lingkungan yang baik akan menopang kehidupan yang baik. Program Eco-Campus dilator-belakangi oleh keperluan akan lingkungan kampus yang nyaman, bersih, teduh (hijau), indah dan sehat. Pengertian istilah Eco-Campus atau Green Campus dalam konteks pelastarian lingkungan bukan hanya suatu lingkungan kampus yang dipenuhi dengan pepohonan yang hijau namun lebih dari itu makna yang terkandung dalam Eco-Campus adalah sejauhmana warga kampus dapat memanfaatkan sumberdaya yang ada dilingkungan kampus secara efektif dan efesien.

 

Program Eco-Campus atau Green Campus bertujuan untuk meningkatkan kesadaran serta kepedulian masyarakat kampus sebagai kumpulan masyarakat ilmiah untuk turut serta berpartisipasi dan bertanggung jawab dalam mengurangi pemanasan global. Green Campus merupakan wujud integrasi ilmu pengetahuan lingkungan pada kebijakan kampus, manajemen dan kegiatan Tridharma perguruan tinggi dalam membangun kampus yang berwawasan lingkungan. Perguruan tinggi mempunyai kapasitas intelektual dan sumber daya dalam mengintegrasikan ilmu pengetahuan dan tata nilai lingkungan ke dalam misi serta progam-progamnya serta menjadi contoh implementasi pengintegrasian ilmu lingkungan dalam semua aspek manajemen dan best practices pembangunan berkelanjutan. Program Eco-Campus mendorong kesadaran dan kepedulian segenap warga kampus untuk menjalankannya. Namun, secara umum kendala yang dihadapi oleh perguruan tinggi dalam melaksanakan green campus yaitu masalah pemahaman, perencanaan, pengawasan, pendanaan, dan komunikasi (Buana, dkk, 2018).

 

Pentingnya program Eco-Campus didasarkan pada pemikiran bahwa: 1) sulitnya masalah lingkungan dipecahkan secara parsial, 2) transfer knowledge potensial dapat disampaikan melalui jalur pendidikan formal maupun non formal dengan pelibatan mahasiswa secara aktif agar mempunyai kesadaran dalam hal pengelolaan lingkungan, 3) meningkatnya interaksi mahasiswa dengan lingkungannya serta 4) perlunya peningkatan partisipasi masyarakat dalam mendukung kelestarian lingkungan hidup. Beberapa indikator terciptanya Kampus Hijau (Green Campus) antara lain adanya kebijakan manajemen kampus yang berorientasi pada pengelolaan lingkungan, adanya upaya penghematan air, kertas, dan listrik, adanya penghijauan untuk mencapai proporsi ideal Ruang Terbuka Hijau (RTH), tersedianya bangunan/gedung ramah lingkungan.

 

Universitas Djuanda sudah menerapkan Green Campus sebagai wujud bentuk kepedulian terhadap permasalahan lingkungan. Beberapa upaya telah dilakukan yaitu menciptakan kampus yang bersih, indah, aktivitas berbasiskan lingkungan, serta kehidupan yang berwawasan lingkungan. Langkah nyata membangun kampus hijau yang ramah lingkungan adalah dengan landscape kampus yang  dipenuhi pepohonan yang tumbuh di sekitar kampus untuk menambah kenyaman areal sekitar kampus.

 

Mahasiswa sebagai jumlah mayoritas dari civitas akademika memiliki peran yang penting dalam mendukung Eco-Campus. Banyak hal yang dapat dilakukan oleh mahasiswa dalam mendukung program Green Campus diantaranya: 1) membuang sampah pada tempatnya, 2) memilih dan memilah sampah mana yang bisa dibuang, mana yang bisa dipakai kembali dan mana yang bisa di daur ulang, 3) penggunaan air seefisien mungkin, di mana penggunaan air juga perlu menjadi perhatian dalam pelestarian lingkungan kampus. Tentunya selain penjagaan air dengan baik, mahasiswa harus mampu menjadi pengguna air yang bijak di mana kita menggunakan air secukupnya sesuai apa yang dibutuhkan tanpa dilebih-lebihkan. 4) Penggunaan pemakaian listrik seefisien mungkin. 5) pelarangan aktivitas merokok di dalam kampus juga turut mendukung program Eco Green karena turut mengurangi emisi gas karbon serta polusi udara.  

 

Peran yang dapat diambil mahasiswa dalam lingkungan kampus diharapkan mampu menjaga serta melestarikan lingkungan. Mahasiswa harus bisa menjadi contoh yang baik untuk masyarakat agar ikut mendukung tercapainya tujuan dalam menjaga kebersihan lingkungan. Kemudian, mahasiswa juga harus peka terhadap isu lingkungan dengan mengkampanyekan melalui media sosial agar dapat menebarkan kebermanfaatan yang lebih luas lagi. 

 

Peran Perguruan Tinggi yang paling utama adalah peningkatan kualitas SDM secara total. Ini akan berhasil bila didukung oleh semua stakeholder dan shareholde yang dalam hal ini pengelolaan lingkungan, seperti: 1) penyedia tenaga terampil untuk operasi dan pemeliharaan bekerjasama dengan dinas terkait, 2) penyedia teknologi terapan dan teknologi maju untuk efisiensi dan efektifitas, 3) memberikan contoh pengelolaan lingkungan yang baik dalam wilayah kampus dan umumnya pemikiran secara global-holistik dalam pengelolaan lingkungan dalam kaitan menjawab tantangan globalisasi atau menjadi ujung tombak dalam pembangunan bangsa.

 

Semoga peringatan Hari Lingkungan Hidup ini tidak hanya sekedar slogan dan diperingati secara seremonial. Dibutuhkan kesadaran dari masyarakat, khususnya kalangan akademis untuk lebih mencintai lingkungan untuk kehidupan yang lebih baik.

 

Sumber Rujukan:

Hudaini, Hasbi. (2011). Green Campus Vs Global Warming and Its Degradation. Uni-Emirates Arab: Green Motivation, 7th Series

 

Shima, R. D. (2016). Tinjauan Indikator Green Campus Berdasarkan Greenmetric UI dan STARS AASHE.

 

Buana, R.P (2018). Pengembangan Indikator Peran Serta Pihak Manajemen Perguruan Tinggi dalam Penerapan Konsep Green Campus, Reka Racana, Jurnal Online Institut Teknologi Nasional, Jurusan Teknik Sipil Itenas, No. 2  Vol. 4

 

Masalah Lingkungan Hidup di Indonesia saat ini, https://dlh.bulelengkab.go.id/informasi/detail/artikel/masalah-lingkungan-hidup-di-indonesia-dan-dunia-saat-ini-15, diakses tanggal 30 Juni 2022

 

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Tema dan Berbagai Aktivitas yang Bisa Dilakukan", https://www.kompas.com/tren/read/2021/06/04/203000465/hari-lingkungan-hidup-sedunia-tema-dan-berbagai-aktivitas-yang-bisa?page=all, diakses tanggal 30 Juni 2022.