[email protected] 0251-8240773
Berita

Ekonomi Keluarga Pondasi Bangsa yang Kuat

Ekonomi Keluarga Pondasi Bangsa yang Kuat

(Tulisan dalam rangka Hari Keluarga Nasional)

Oleh: Warizal, S.E., M.H

(Kepala Badan Urusan Rumah Tangga Universitas Djuanda)

Keluarga merupakan kelompok masyarakat terkecil dari suatu Negara. Keluarga terbentuk dari individu (laki-laki) dengan individu (perempuan) yang memiliki komitmen untuk bersama dan tercipta individu yang baru (anak). Kumpulan keluarga akan membentuk Rukun Tetangga (RT), kumpulan RT akan membentuk Rukun Warga (RW), kemudian kumpulan RW akan membentuk Desa/Kelurahan, kemudain selanjutnya kumpulan Desa/Kelurahan akan membentuk suatu Kota/Kabupaten. Hingga semakin ekosistem masyarakat itu semakin luas, kumpulan Kota/Kabupaten akan membentuk Provinsi hingga terbentuklah suatu Negara.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) atau Human Development Report Indonesia merupakan suatu ukuran kualitas hidup masyarakat. IPM juga dapat menentukan peringkat atau level pembangunan suatu negara. IPM diukur dari 3 (tiga) dimensi utama yaitu, (i) umur panjang dan hidup sehat, (ii) pengetahuan dan (iii) standar hidup layak. Cara pengukuran IPM dari 3 (tiga) dimensi tersebut dilihat dari ukuran per kapita, yaitu ukuran per orang berdasarkan georgrafis (wilayah) tertentu. Artinya jika ingin melihat standar hidup layak suatu Negara dilihat standar hidup layak per orang (masyarakat).

Merujuk dari cara perhidupan IPM dari dimensi standar hidup layak diukur dari besaran pengeluaran masyarakat, nilah sisi ekonomi masyarakat yang pada kelompok terkecilnya disebut dengan keluarga. Besaran pengeluaran dihitung dari kemampuan masyarakat mengkonsumsi padi-padian, umbi-umbian, ikan, daging, telur dan susu, sayur-sayuran, buah-buahan, dan kebutuhan makanan lainnya. Semakin lengkap kemampuan masyarakat membeli bahan makanan tersebut, menunjukkan semakin sejahtera tingkat ekonomi keluarga atau semakin tinggi standar hidup layaknya. Kemudian jika tingkatan itu dicapai oleh mayoritas keluarga di suatu negara, maka akan menunjukkan begitu kuatnya ekonomi negara tersebut.

Ekonomi keluarga yang baik mengarah pada tingginya kualitas hidup masyarakat. Tingginya kualitas hidup masyarakat menunjukkan kuatnya suatu negara. Bangsa yang mampu berdiri di atas kakinya sendiri (berdikari) secara ekonomiakan mampu membiayai kebutuhan hidup  rakyat dan bangsanya sendiri. Hal ini menunjukkan bahwa kuatnya ekonomi keluarga merupakan pondasi terbentuknya bangsa yang kuat (merujuk indicator  IPM).