Ekonomi Keluarga Pondasi Bangsa yang Kuat
Ekonomi Keluarga Pondasi Bangsa yang Kuat
(Tulisan dalam rangka Hari Keluarga Nasional)
Oleh: Warizal, S.E., M.H
(Kepala Badan Urusan Rumah Tangga Universitas Djuanda)
Keluarga merupakan kelompok masyarakat terkecil dari suatu Negara.
Keluarga terbentuk dari individu (laki-laki) dengan individu (perempuan) yang
memiliki komitmen untuk bersama dan tercipta individu yang baru (anak). Kumpulan
keluarga akan membentuk Rukun Tetangga (RT), kumpulan RT akan membentuk Rukun
Warga (RW), kemudian kumpulan RW akan membentuk Desa/Kelurahan, kemudain
selanjutnya kumpulan Desa/Kelurahan akan membentuk suatu Kota/Kabupaten. Hingga
semakin ekosistem masyarakat itu semakin luas, kumpulan Kota/Kabupaten akan
membentuk Provinsi hingga terbentuklah suatu Negara.
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) atau Human Development
Report Indonesia merupakan suatu ukuran kualitas hidup masyarakat. IPM juga
dapat menentukan peringkat atau level pembangunan suatu negara. IPM diukur dari
3 (tiga) dimensi utama yaitu, (i) umur panjang dan hidup sehat, (ii) pengetahuan
dan (iii) standar hidup layak. Cara pengukuran IPM dari 3 (tiga) dimensi
tersebut dilihat dari ukuran per kapita, yaitu ukuran per orang berdasarkan
georgrafis (wilayah) tertentu. Artinya jika ingin melihat standar hidup layak
suatu Negara dilihat standar hidup layak per orang (masyarakat).
Merujuk dari cara perhidupan IPM dari dimensi standar hidup
layak diukur dari besaran pengeluaran masyarakat, nilah sisi ekonomi masyarakat
yang pada kelompok terkecilnya disebut dengan keluarga. Besaran pengeluaran dihitung
dari kemampuan masyarakat mengkonsumsi padi-padian, umbi-umbian, ikan, daging,
telur dan susu, sayur-sayuran, buah-buahan, dan kebutuhan makanan lainnya. Semakin
lengkap kemampuan masyarakat membeli bahan makanan tersebut, menunjukkan
semakin sejahtera tingkat ekonomi keluarga atau semakin tinggi standar hidup
layaknya. Kemudian jika tingkatan itu dicapai oleh mayoritas keluarga di suatu
negara, maka akan menunjukkan begitu kuatnya ekonomi negara tersebut.
Ekonomi keluarga yang baik mengarah pada tingginya kualitas
hidup masyarakat. Tingginya kualitas hidup masyarakat menunjukkan kuatnya suatu
negara. Bangsa yang mampu berdiri di atas kakinya sendiri (berdikari) secara
ekonomiakan mampu membiayai kebutuhan hidup
rakyat dan bangsanya sendiri. Hal ini menunjukkan bahwa kuatnya ekonomi
keluarga merupakan pondasi terbentuknya bangsa yang kuat (merujuk indicator IPM).