Eksplorasi Sinergi Keilmuan Hukum dan Teknologi Melalui Kunjungan FH UNIDA ke UiTM CM dan Universiti Teknikal Malaysia Melaka (UTeM)
KUALA LUMPUR, 31 Januari 2026 – Mempertegas posisinya dalam peta kolaborasi global, Universitas Djuanda (UNIDA) resmi menjalin kemitraan strategis dengan institusi perdagangan internasional, Malaysia International Marketing & Trade Chamber (MIMTS). Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) ini dilaksanakan di Kuala Lumpur sebagai salah satu agenda utama dalam rangkaian Tridarma International Visit & Academic (Batch 6) dan konferensi ASEANACA International Conference (6th ICOSTELM 2026).
Kerja sama internasional ini difokuskan pada sinergi institusional untuk menyukseskan Program Jelajah Dagang Nusantara 2026. Melalui kesepakatan ini, UNIDA dan MIMTS berkomitmen menghubungkan potensi akademik dan ekonomi, menjadikan universitas sebagai mitra kunci dalam riset pasar, kajian regulasi, dan pengembangan SDM untuk memperkuat ekosistem perdagangan antara Indonesia dan Malaysia.
Aliansi internasional ini memiliki relevansi kuat dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs Poin 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) yang menekankan pentingnya kerja sama global lintas sektor. Selain itu, program ini mendukung SDGs Poin 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui fasilitasi perdagangan yang inklusif.
Dalam kerangka Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi, MoU ini merupakan terobosan signifikan untuk IKU 6 (Program Studi Bekerjasama dengan Mitra Kelas Dunia). Implementasi program dagang ini nantinya juga akan menunjang IKU 2 (Mahasiswa Mendapat Pengalaman di Luar Kampus) dan IKU 3 (Dosen Berkegiatan di Luar Kampus), memberikan pengalaman internasional yang nyata bagi civitas akademika.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Djuanda, Dr. Aal Lukmanul Hakim, S.H., M.H., menekankan bahwa kerja sama ini adalah bukti transformasi UNIDA menuju universitas yang berdaya saing global.
"Kemitraan internasional dengan MIMTS Malaysia ini adalah langkah strategis Universitas Djuanda untuk meluaskan dampak akademiknya melampaui batas negara. Kami tidak hanya mencetak sarjana, tetapi membangun jembatan antara dunia pendidikan dengan ekosistem perdagangan internasional. Melalui dukungan terhadap Program Jelajah Dagang Nusantara 2026, kami membuka akses bagi dosen dan mahasiswa untuk terlibat langsung dalam dinamika pasar global, sebuah pengalaman yang tak ternilai harganya," ujar Dr. Aal Lukmanul Hakim.
Sementara itu, Dosen Fakultas Hukum Universitas Djuanda, Muhammad Aminulloh, S.S., M.H., menyoroti pentingnya aspek legal dalam kolaborasi lintas negara ini.
"Kerja sama internasional di bidang perdagangan seperti ini membutuhkan fondasi hukum yang kokoh. Dari perspektif hukum bisnis, sinergi dengan MIMTS membuka peluang riset dan advokasi terkait regulasi ekspor-impor dan kontrak dagang antarnegara. Keterlibatan kami di sini memastikan bahwa aspek legalitas dalam Program Jelajah Dagang Nusantara terjaga, sekaligus menjadi wahana praktik hukum internasional yang riil bagi pengembangan keilmuan di Fakultas Hukum UNIDA," ungkap Muhammad Aminulloh.
Dengan adanya MoU ini, Universitas Djuanda berharap dapat berkontribusi aktif dalam meningkatkan volume perdagangan dan persahabatan kedua negara melalui pendekatan akademik yang solutif.