[email protected] 0251-8240773
Berita

Etika Berkomunikasi dalam Islam

Kajian Muslimah UNIDA

Oleh Mariah Fitriah, S.Sos.,M.Si Dosen Sains Komunikasi

Kita sebagai makhluk sosial tentu berinteraksi antar sesama manusia. Rasulullah SAW telah mencontohkan perkataan yang santun dan lembut. Ada beberapa etika berkomunikasi Rasulullah SAW antara lain:

  1. Jangan terlalu berceloteh

Kita berhati-hati terlalu banyak berceloteh yang akan memperpanjang pembicaraan. Cukup perkataan yang ringkas dan jelas.

  1. Berbicara dengan hati-hati atau berkata yang baik

Lidah tak bertulang. Berbicaraklah dengan hati-hati supaya tidak menyakiti. Kata-kata yang menyakiti akan membekas lebih lama dibanding sakitnya secara fisik. Kita terkadang lupa, berkomunikasi zaman sekarang ini juga tidak lepas menggunakan media sosial, salah satunya whatsapp. Segala bentuk tulisan akan memiliki makna, termasuk penggunaan huruf kapital dan tanda baca. Layaknya berbicara secara langsung, itu memiliki intonasi berbeda. HR. Bukhari dan Muslim: Siapa yang beriman kepada Allah Swt dan hari akhir, maka hendaklah ia mengatakan yang baik atau diam.

  1. Tidak mencela

Orang yang beriman adalah orang-orang yang selalu berbicara dalam kebaikan

HR Bukhari dan Muslim: “Siapa yang beriman kepada Allah Swt dan hari akhir maka hendaklah ia mengatakan yang baik atau diam.”

  1. Menjauhi debat kusir

“Tidaklah sesat suatu kaum setelah mendapatkan hidayah untuk mereka melainkan karena terlalu banyak berdebat” (HR Ahmad dan Tarmidzi)

 

Perkataan yang baik merupakan perkataan yang direstui oleh Allah Swt (Qs. Ibrahim: 24-25). Dalam Islam, ada jenis-jenis perkataan yang baik yaitu:

  1. Qawlun Ma’uf: perkataan yang identik dengan kesantunan dan kerendahan jati.
  2. Qawlun Tsabut: perkataan yang memiliki argumentasi kuat dilandasi keimanan
  3. Qawlun Sadid: perkataan yang benar
  4. Qawlun Baliqh: perkataan yang efektif dan efisien
  5. Qawlun karim: perkataan yang mulia dengan tutur kata yang bersih dari nada merendahkan
  6. Qawlun Maysur: perkataan perkataan yang layak dan pantas
  7. Qawlun Layyin: perkataan yang lemah lembut

 Etika berkomunikasi salah satunya yaitu harus memperhatikan dengan siapa kita berbicara dengan orang tua, dengan pimpinan atau rekan sejawat. Selayaknya dalam hubungan sehari-hari diimplementasikan dan komunikasi dengan sesama supaya tidak menyakiti.