FAIPG UNIDA Adakan Diklat, Tingkatkan Kapasitas Sekolah dan Kualifikasi Profesional Guru melalui Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah PTK serta Literasi Kebahasaan
Fakultas Agama Islam dan Pendidikan Guru (FAIPG)
Universitas Djuanda (UNIDA) selenggarakan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) bagi
Kepala Sekolah serta Guru yang dilaksanakan pada Rabu (7/12/2022) secara luring
di Aula Gedung C UNIDA, dan Kamis (7 /12/2022) secara daring melalui platform Zoom Cloud Meetings.
Kegiatan Diklat yang mengangkat tema bertajuk “Peningkatan Kapasitas Sekolah (School
Capacity Building) dan Kualifikasi Profesional Guru melalui Pelatihan Penulisan
Karya Ilmiah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) & Literasi Kebahasaan” ini
mengundang Penasehat Pendidikan Tinggi Yayasan Pendidikan Amaliah Djuanda
(YPSPIAI) Prof. Dr. Uman Suherman AS, M.Pd dan Wakil Ketua Umum Yayasan
Pendidikan Amaliah Djuanda (YPSPIAI) Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah, M.Pd.I sebagai
narasumber, adapun moderator ialah Dosen FAIPG UNIDA Didin Syamsudin, M.Pd.
Dr. Irman Suherman, M.Pd selaku Ketua Pelaksana
kegiatan dalam laporannya menyampaikan, kegiatan Diklat ini berfokus pada peran
kepemimpinan Kepala Sekolah dalam peningkatan kapasitas sekolah (School Capacity Building), serta peningkatan
penulisan karya ilmiah PTK dan literasi kebahasaan yang diharapkan dapat
berdampak pada peningkatan kualifikasi profesional guru.
“Saya ingin menyampaikan bahwa kegiatan Diklat ini
merupakan wujud program pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh FAIPG
UNIDA. Program ini juga didukung oleh Kemendikbudristekdikti RI melalui program
insentif pengabdian masyarakat terintegrasi dengan Merdeka Belajar Kampus
Merdeka (MBKM) berbasis indikator kinerja utama bagi perguruan tinggi swasta
tahun 2022,” tuturnya.
Dr. Irman Suherman, M.Pd mengatakan, kegiatan Diklat
ini diikuti oleh 25 sekolah yang diundang di wilayah Kecamatan Ciawi dan
sekitarnya, dari tingkat SD, SLTP, hingga SLTA, adapun Guru yang hadir sebagai
peserta berjumlah 48 orang. Nantinya masing-masing peserta akan dibagi ke dalam
beberapa kelompok yang didampingi 5 orang pendamping untuk pelatihan penulisan
karya ilmiah PTK.
“Harapannya semoga ini tidak berhenti sampai disini,
kami ingin berkelanjutan. Untuk itu, kita bisa berbincang lebih panjang dalam bentuk
kerja sama, sehingga adanya FAIPG dapat berdampak kepada masyarakat secara
luas. Harapannya juga, para Kepala Sekolah yang ada diisekitar UNIDA dapat menjadikan
FAIPG ini menjadi rumah kedua,” ujar Dr. Irman Suherman, M.Pd.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Program Studi
Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) UNIDA Dr. Helmia Tasti Adri, M.Pd.Si menuturkan
bahwasanya PTK menjadi sangat penting bagi guru profesional. Untuk itu, melalui
kegiatan Diklat ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan dan wawasan lebih
bagi para guru mengenai PTK yang akhirnya dapat berdampak pada peningkatan
kapasitas sekolah.
“Kami ucapkan terima kasih kepada Kemendikbudristek RI
yang telah mendukung kegiatan ini, serta kepada para narasumber yang luar
biasa, juga kepada Bapak/Ibu semua sebagai peserta. Perlu kami sampaikan bahwa
kegiatan ini bertujuan untuk membantu Bapak/Ibu dalam meningkatkan kualitas
lembaga juga sebagai guru secara pribadi yang dituntut profesional sebagai
seorang pendidik. Semoga acara ini dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat
luas,” tuturnya pada saat membuka jalannya acara secara resmi mewakili Dekan
FAIPG UNIDA.
Sementara itu pada sesi pemaparan materi pertama,
Prof. Dr. Uman Suherman AS, M.Pd memaparkan terkait dengan bagaimana peningkatan
kualitas sekolah melalui profesionalitas guru. Penyiapan kualitas Sumber Daya
Manusia (SDM) melalui pendidikan menjadi hal utama yang perlu diperhatikan.
Oleh karena itu, guru menjadi hal yang tidak dapat dikesampingkan peranannya.
Dalam paparannya Prof. Dr. Uman Suherman AS, M.Pd
menjelaskan, sesuai dengan UUD 1945, ada 4 hal yang menjadi tujuan negara yaitu
diantaranya melindungi seluruh bangsa dan tumpah darah Indonesia, mencerdaskan
kehidupan bangsa, meningkatkan kesejahteraan umum, dan ikut serta dalam
perdamaian dunia.
“Untuk itu negara perlu memiliki setidaknya 4 hal dalam
upaya mencapai tujuan tersebut, antara lain pertahanan yang kuat, SDM yang
sehat dan berkualitas, perkenomian yang baik, serta diakui dan dipercaya dunia.
Sehingga mau tidak mau ada upaya mendasar, satu kata kunci yaitu pendidikan.
Namun, pendidikan yang seperti apa yang bisa mengantarkan? Membuat keunggulan?
Tidak hanya sekedar pendidikan, yaitu pendidikan yang merata, pendidikan yang
relevan, terjangkau dan berkualitas. Seluruh tanah air dari Sabang sampai Merauke
harus cerdas, sejahtera dan diakui dunia,” paparmya.
Prof. Dr. Uman Suherman AS, M.Pd menambahkan, saat ini
metode pembelajaran dalam pendidikan perlu relevan dengan kemajuan zaman. Maka,
diperlukan penguatan literasi yang wajib dimiliki oleh seorang guru
profesional.
“Tugas guru dalam pembelajaran yakni sebagai
perencana, pelaksana, penilai, dan pembimbing, sehingga guru diibaratkan
sebagai seorang sutradara dan penulis skenario masa depan peserta didik,” ungkapnya.
Kemudian pada paparan materi kedua yang disampaikan
oleh Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah, M.Pd.I membahas mengenai peran kepemimpinan
Kepala Sekolah dalam peningkatan kapasitas sekolah.
Kepala sekolah atau madrasah merupakan tokoh kunci
keberhasilan sebuah madrasah. Kepala sekolah sebagai key person atau aktor utama untuk membawa madrasah menjadi center of excellence dalam mencetak dan
mengembangkan kualitas keluaran madrasah.
“Kepala madrasah bukan sekedar leader ataupun manajer saja, tetapi adalah seseorang yang cakap
dalam memimpin, mengatur, mengembangkan, merencanakan, mengawasi, mendidik dan membina,
mengevaluasi, memupuk semangat guru dan pegawai demi tercapinya mutu pendidikan
di sekolah yang dipimpinnya,”ujarnya.
Lebih jauh Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah, M.Pd.I
menerangkan, peningkatan kapasitas sekolah juga perlu diawali dengan
peningkatan kualitas guru secara pribadi yang ditandai dengan penguatan
literasi.
“Untuk meningkatkan diri itu perlu meningkatkan
literasi, baik itu literasi digital, literasi ekonomi, literasi bahasa, dan literasi
lainnya. Tetapi semua menjadi nol ketika kita tidak punya kesadaran. Bagaimana
guru memiliki kesadaran untuk meningkatkan kualitas dirinya, harus menyadari
bahwa ini bukan tuntutan, tetapi kebutuhan dan kewajiban bahwa kita dengan
kesadaran diri sebagai guru yang mendidik generasi penerus,” terangnya.
“Sehingga tanggungjawab kita sebagai guru betul-betul menjadi amal ibadah terindah dalam menghadap Allah SWT. Maka optimalkan semua kemampuan kita, seluruh jiwa raga kita untuk memberikan yang terbaik bagi anak didik kita,” pungkasnya.