[email protected] 0251-8240773
Berita

FAIPG UNIDA Adakan Diklat, Tingkatkan Kapasitas Sekolah dan Kualifikasi Profesional Guru melalui Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah PTK serta Literasi Kebahasaan

Fakultas Agama Islam dan Pendidikan Guru (FAIPG) Universitas Djuanda (UNIDA) selenggarakan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) bagi Kepala Sekolah serta Guru yang dilaksanakan pada Rabu (7/12/2022) secara luring di Aula Gedung C UNIDA, dan Kamis (7 /12/2022) secara daring melalui platform Zoom Cloud Meetings.

Kegiatan Diklat yang mengangkat tema bertajuk “Peningkatan Kapasitas Sekolah (School Capacity Building) dan Kualifikasi Profesional Guru melalui Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) & Literasi Kebahasaan” ini mengundang Penasehat Pendidikan Tinggi Yayasan Pendidikan Amaliah Djuanda (YPSPIAI) Prof. Dr. Uman Suherman AS, M.Pd dan Wakil Ketua Umum Yayasan Pendidikan Amaliah Djuanda (YPSPIAI) Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah, M.Pd.I sebagai narasumber, adapun moderator ialah Dosen FAIPG UNIDA Didin Syamsudin, M.Pd.

Dr. Irman Suherman, M.Pd selaku Ketua Pelaksana kegiatan dalam laporannya menyampaikan, kegiatan Diklat ini berfokus pada peran kepemimpinan Kepala Sekolah dalam peningkatan kapasitas sekolah (School Capacity Building), serta peningkatan penulisan karya ilmiah PTK dan literasi kebahasaan yang diharapkan dapat berdampak pada peningkatan kualifikasi profesional guru.

“Saya ingin menyampaikan bahwa kegiatan Diklat ini merupakan wujud program pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh FAIPG UNIDA. Program ini juga didukung oleh Kemendikbudristekdikti RI melalui program insentif pengabdian masyarakat terintegrasi dengan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) berbasis indikator kinerja utama bagi perguruan tinggi swasta tahun 2022,” tuturnya.

Dr. Irman Suherman, M.Pd mengatakan, kegiatan Diklat ini diikuti oleh 25 sekolah yang diundang di wilayah Kecamatan Ciawi dan sekitarnya, dari tingkat SD, SLTP, hingga SLTA, adapun Guru yang hadir sebagai peserta berjumlah 48 orang. Nantinya masing-masing peserta akan dibagi ke dalam beberapa kelompok yang didampingi 5 orang pendamping untuk pelatihan penulisan karya ilmiah PTK.

“Harapannya semoga ini tidak berhenti sampai disini, kami ingin berkelanjutan. Untuk itu, kita bisa berbincang lebih panjang dalam bentuk kerja sama, sehingga adanya FAIPG dapat berdampak kepada masyarakat secara luas. Harapannya juga, para Kepala Sekolah yang ada diisekitar UNIDA dapat menjadikan FAIPG ini menjadi rumah kedua,” ujar Dr. Irman Suherman, M.Pd.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) UNIDA Dr. Helmia Tasti Adri, M.Pd.Si menuturkan bahwasanya PTK menjadi sangat penting bagi guru profesional. Untuk itu, melalui kegiatan Diklat ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan dan wawasan lebih bagi para guru mengenai PTK yang akhirnya dapat berdampak pada peningkatan kapasitas sekolah.

“Kami ucapkan terima kasih kepada Kemendikbudristek RI yang telah mendukung kegiatan ini, serta kepada para narasumber yang luar biasa, juga kepada Bapak/Ibu semua sebagai peserta. Perlu kami sampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membantu Bapak/Ibu dalam meningkatkan kualitas lembaga juga sebagai guru secara pribadi yang dituntut profesional sebagai seorang pendidik. Semoga acara ini dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat luas,” tuturnya pada saat membuka jalannya acara secara resmi mewakili Dekan FAIPG UNIDA.

Sementara itu pada sesi pemaparan materi pertama, Prof. Dr. Uman Suherman AS, M.Pd memaparkan terkait dengan bagaimana peningkatan kualitas sekolah melalui profesionalitas guru. Penyiapan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pendidikan menjadi hal utama yang perlu diperhatikan. Oleh karena itu, guru menjadi hal yang tidak dapat dikesampingkan peranannya.

Dalam paparannya Prof. Dr. Uman Suherman AS, M.Pd menjelaskan, sesuai dengan UUD 1945, ada 4 hal yang menjadi tujuan negara yaitu diantaranya melindungi seluruh bangsa dan tumpah darah Indonesia, mencerdaskan kehidupan bangsa, meningkatkan kesejahteraan umum, dan ikut serta dalam perdamaian dunia.

“Untuk itu negara perlu memiliki setidaknya 4 hal dalam upaya mencapai tujuan tersebut, antara lain pertahanan yang kuat, SDM yang sehat dan berkualitas, perkenomian yang baik, serta diakui dan dipercaya dunia. Sehingga mau tidak mau ada upaya mendasar, satu kata kunci yaitu pendidikan. Namun, pendidikan yang seperti apa yang bisa mengantarkan? Membuat keunggulan? Tidak hanya sekedar pendidikan, yaitu pendidikan yang merata, pendidikan yang relevan, terjangkau dan berkualitas. Seluruh tanah air dari Sabang sampai Merauke harus cerdas, sejahtera dan diakui dunia,” paparmya.

Prof. Dr. Uman Suherman AS, M.Pd menambahkan, saat ini metode pembelajaran dalam pendidikan perlu relevan dengan kemajuan zaman. Maka, diperlukan penguatan literasi yang wajib dimiliki oleh seorang guru profesional.

“Tugas guru dalam pembelajaran yakni sebagai perencana, pelaksana, penilai, dan pembimbing, sehingga guru diibaratkan sebagai seorang sutradara dan penulis skenario masa depan peserta didik,” ungkapnya.

Kemudian pada paparan materi kedua yang disampaikan oleh Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah, M.Pd.I membahas mengenai peran kepemimpinan Kepala Sekolah dalam peningkatan kapasitas sekolah.

Kepala sekolah atau madrasah merupakan tokoh kunci keberhasilan sebuah madrasah. Kepala sekolah sebagai key person atau aktor utama untuk membawa madrasah menjadi center of excellence dalam mencetak dan mengembangkan kualitas keluaran madrasah.

“Kepala madrasah bukan sekedar leader ataupun manajer saja, tetapi adalah seseorang yang cakap dalam memimpin, mengatur, mengembangkan, merencanakan, mengawasi, mendidik dan membina, mengevaluasi, memupuk semangat guru dan pegawai demi tercapinya mutu pendidikan di sekolah yang dipimpinnya,”ujarnya.

Lebih jauh Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah, M.Pd.I menerangkan, peningkatan kapasitas sekolah juga perlu diawali dengan peningkatan kualitas guru secara pribadi yang ditandai dengan penguatan literasi.

“Untuk meningkatkan diri itu perlu meningkatkan literasi, baik itu literasi digital, literasi ekonomi, literasi bahasa, dan literasi lainnya. Tetapi semua menjadi nol ketika kita tidak punya kesadaran. Bagaimana guru memiliki kesadaran untuk meningkatkan kualitas dirinya, harus menyadari bahwa ini bukan tuntutan, tetapi kebutuhan dan kewajiban bahwa kita dengan kesadaran diri sebagai guru yang mendidik generasi penerus,” terangnya.

“Sehingga tanggungjawab kita sebagai guru betul-betul menjadi amal ibadah terindah dalam menghadap Allah SWT. Maka optimalkan semua kemampuan kita, seluruh jiwa raga kita untuk memberikan yang terbaik bagi anak didik kita,” pungkasnya.