FAIPG UNIDA Adakan Pelatihan Digital Marketing dan Digital Branding, Promosikan Unit Usaha Pesantren
Rangkaian
kegiatan Sosialisasi dan Pendampingan Pesantren dalam rangka Pengabdian kepada
Masyarakat (PkM) Fakultas Agama Islam dan Pendidikan Guru (FAIPG) Universitas
Djuanda (UNIDA), dilanjut dengan Pelatihan Digital
Marketing dan Digital Branding
Unit Usaha Pesantren, Rabu (7/12/2022). Kegiatan yang dilaksanakan di Pondok
Pesantren Ar-Ridho Sentul Bogor ini diikuti oleh para peserta perwakilan dari
30 Pondok Pesantren se-Kabupaten dan Kota Bogor.
Ketua
Tim PkM yang juga merupakan Dekan FAIPG UNIDA, Dr. Zahra Khusnul Lathifah,
M.Pd.I menuturkan, beberapa Pondok Pesantren modern atau yang umum
disebut Islamic Boarding School telah
mulai menjajaki dunia Digital Branding.
“Penerapan
digital branding di Pondok Pesantren biasanya dengan menggunakan media sosial
yang saat ini sangat banyak jumlahnya seperti Instagram, Youtube, Facebook dan
lain-lain. Dengan penggunaan media sosial ini, Pondok Pesantren akan mudah
dalam penyampaian informasi serta dalam mempublikasikan berbagai macam kegiatan
yang dilaksanakan,” tuturnya.
Dr.
Zahra Khusnul Lathifah, M.Pd.I menambahkan, kegiatan ini terselenggara dengan
adanya dukungan pendanaan Hibah dari Kemendikbudristekdikti RI melalui program Insentif
Pengabdian Masyarakat Terintegrasi dengan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM)
Berbasis Kinerja Indikator Kinerja Utama Bagi Perguruan Tinggi Swasta Tahun 2022
sebagai bukti konkrit terhadap Implementasi program MBKM.
Hadir
sebagai narasumber, H. Iqbal selaku Praktisi Digital Marketing dan
Digital Branding, Pemilik Sate Maranggi SN 4444, mengemukakan, Lembaga
pendidikan yang dirasa perlu untuk
melakukan branding adalah Pondok Pesantren. Sebab, Pondok Pesantren selalu
dianggap sebagai lembaga pendidikan yang kaku dan tertinggal jika dibandingkan
dengan lembaga pendidikan atau sekolah umum.
“Penggunaan
media sosial diberbagai macam platform digital semakin berkembang dari tahun ke
tahun. Hal ini tentunya dapat mempermudah berbagai aspek kehidupan, salah
satunya adalah mempermudah para pelaku usaha dalam mempromosikan usahanya
secara digital, begitu pula dengan pelaku usaha dibidang pendidikan. Penerapan
Digital Branding yang benar dan tepat mampu mempengaruhi kepercayaan dan
kecintaan masyarakat terhadap Pondok Pesantren,” paparnya.