[email protected] 0251-8240773
Berita

FAIPG UNIDA Adakan Pelatihan Digital Marketing dan Digital Branding, Promosikan Unit Usaha Pesantren

Rangkaian kegiatan Sosialisasi dan Pendampingan Pesantren dalam rangka Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Fakultas Agama Islam dan Pendidikan Guru (FAIPG) Universitas Djuanda (UNIDA), dilanjut dengan Pelatihan Digital Marketing dan Digital Branding Unit Usaha Pesantren, Rabu (7/12/2022). Kegiatan yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Ar-Ridho Sentul Bogor ini diikuti oleh para peserta perwakilan dari 30 Pondok Pesantren se-Kabupaten dan Kota Bogor.

Ketua Tim PkM yang juga merupakan Dekan FAIPG UNIDA, Dr. Zahra Khusnul Lathifah, M.Pd.I menuturkan, beberapa Pondok Pesantren modern atau yang umum disebut Islamic Boarding School telah mulai menjajaki dunia Digital Branding.

“Penerapan digital branding di Pondok Pesantren biasanya dengan menggunakan media sosial yang saat ini sangat banyak jumlahnya seperti Instagram, Youtube, Facebook dan lain-lain. Dengan penggunaan media sosial ini, Pondok Pesantren akan mudah dalam penyampaian informasi serta dalam mempublikasikan berbagai macam kegiatan yang dilaksanakan,” tuturnya.

Dr. Zahra Khusnul Lathifah, M.Pd.I menambahkan, kegiatan ini terselenggara dengan adanya dukungan pendanaan Hibah dari Kemendikbudristekdikti RI melalui program Insentif Pengabdian Masyarakat Terintegrasi dengan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Berbasis Kinerja Indikator Kinerja Utama Bagi Perguruan Tinggi Swasta Tahun 2022 sebagai bukti konkrit terhadap Implementasi program MBKM.

Hadir sebagai narasumber, H. Iqbal selaku Praktisi Digital Marketing dan Digital Branding, Pemilik Sate Maranggi SN 4444, mengemukakan, Lembaga pendidikan yang  dirasa perlu untuk melakukan branding adalah Pondok Pesantren. Sebab, Pondok Pesantren selalu dianggap sebagai lembaga pendidikan yang kaku dan tertinggal jika dibandingkan dengan lembaga pendidikan atau sekolah umum.

“Penggunaan media sosial diberbagai macam platform digital semakin berkembang dari tahun ke tahun. Hal ini tentunya dapat mempermudah berbagai aspek kehidupan, salah satunya adalah mempermudah para pelaku usaha dalam mempromosikan usahanya secara digital, begitu pula dengan pelaku usaha dibidang pendidikan. Penerapan Digital Branding yang benar dan tepat mampu mempengaruhi kepercayaan dan kecintaan masyarakat terhadap Pondok Pesantren,” paparnya.