FAIPG UNIDA Berikan Pendampingan, Kembangkan Iklim Pesantren yang Ramah Anak
Fakultas Agama Islam dan Pendidikan Guru (FAIPG) Universitas Djuanda (UNIDA) menggelar kegiatan Sosialisasi dan Pendampingan
Pesantren tahun 2022 bertajuk “Peningkatan
Kapasitas Manajerial Pesantren, Literasi Teknologi, Iklim dan Income Generating
Pesantren untuk Mewujudkan Pesantren yang Mandiri dan Berdaya Saing Unggul”
pada Rabu (7/12/2022), di Pondok Pesantren Ar-Ridho Sentul, Bogor.
Rangkaian kegiatan ini mengundang
Dosen Universitas Islam Al-Azhar, Muhammad Faisal, M.Ed., Ph.D sebagai
narasumber dalam pembahasan terkait dengan “Penciptaan
Iklim Pesantren Ramah Anak”. Kegiatan ini diikuti oleh para peserta perwakilan
dari 28 Pondok Pesantren
se-Kabupaten dan Kota Bogor.
Dr. Zahra Khusnul Lathifah, M.Pd.I selaku Ketua Tim PKM yang juga merupakan Dekan FAIPG
UNIDA mengatakan, tujuan kegiatan sosialisasi ini adalah selain
sebagai pengembangan pesantren ramah anak, diharapkan juga agar pondok pesantren
dapat menciptakan standar pesantren di Indonesia sebagai model pendidikan
berbasis agama yang ideal bagi tumbuh kembang anak.
“Bagaimana pondok
pesantren dapat dikelola dengan baik agar tidak ada kekerasan dan diskriminasi,
bersih, sehat, hijau, inklusif dan nyaman. Sehingga santri-santri lulusan
pesantren mendatang menjadi generasi yang cerdas, religius, berakhlakul
karimah, tangguh, dan mampu menjawab tantangan era global,” ujarnya.
Dr. Zahra Khusnul Lathifah, M.Pd.I juga menambahkan, kegiatan
ini terselenggara dengan adanya dukungan pendanaan Hibah dari Kemendikbudristekdikti
RI melalui program Insentif Pengabdian Masyarakat Terintegrasi dengan Merdeka
Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Berbasis Kinerja Indikator Kinerja Utama Bagi
Perguruan Tinggi Swasta Tahun 2022 sebagai bukti konkrit terhadap Implementasi program
MBKM.
Sementara itu Muhammad
Faisal, M.Ed., Ph.D dalam paparannya mengungkapkan bahwa dalam hal menciptakan
iklim pesantren yang ramah anak diperlukan sebuah buku pedoman khusus yang
menjadi acuan atau model bersama pengelolaan pondok pesantren di Indonesia.
“Penyusunan buku
pedoman pesantren ramah anak dimaksudkan untuk menjadi acuan bagi pengasuh,
pendiri, pimpinan pesantren, tenaga pendidik, dan tenaga kependidikan
pesantren, untuk mereka mengembangkan pesantrennya. Sehingga pesantrennya
menjadi pesantren ramah anak yang memberikan perlindungan dan memenuhi hak anak
santri,” terangnya.