[email protected] 0251-8240773
Berita

FAIPG UNIDA Berikan Pendampingan, Kembangkan Iklim Pesantren yang Ramah Anak

Fakultas Agama Islam dan Pendidikan Guru (FAIPG) Universitas Djuanda (UNIDA) menggelar kegiatan Sosialisasi dan Pendampingan Pesantren tahun 2022 bertajuk “Peningkatan Kapasitas Manajerial Pesantren, Literasi Teknologi, Iklim dan Income Generating Pesantren untuk Mewujudkan Pesantren yang Mandiri dan Berdaya Saing Unggul” pada Rabu (7/12/2022), di Pondok Pesantren Ar-Ridho Sentul, Bogor.

Rangkaian kegiatan ini mengundang Dosen Universitas Islam Al-Azhar, Muhammad Faisal, M.Ed., Ph.D sebagai narasumber dalam pembahasan terkait dengan “Penciptaan Iklim Pesantren Ramah Anak”. Kegiatan ini diikuti oleh para peserta perwakilan dari 28 Pondok Pesantren se-Kabupaten dan Kota Bogor.

Dr. Zahra Khusnul Lathifah, M.Pd.I selaku Ketua Tim PKM yang juga merupakan Dekan FAIPG UNIDA mengatakan, tujuan kegiatan sosialisasi ini adalah selain sebagai pengembangan pesantren ramah anak, diharapkan juga agar pondok pesantren dapat menciptakan standar pesantren di Indonesia sebagai model pendidikan berbasis agama yang ideal bagi tumbuh kembang anak.

“Bagaimana pondok pesantren dapat dikelola dengan baik agar tidak ada kekerasan dan diskriminasi, bersih, sehat, hijau, inklusif dan nyaman. Sehingga santri-santri lulusan pesantren mendatang menjadi generasi yang cerdas, religius, berakhlakul karimah, tangguh, dan mampu menjawab tantangan era global,” ujarnya.

Dr. Zahra Khusnul Lathifah, M.Pd.I juga menambahkan, kegiatan ini terselenggara dengan adanya dukungan pendanaan Hibah dari Kemendikbudristekdikti RI melalui program Insentif Pengabdian Masyarakat Terintegrasi dengan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Berbasis Kinerja Indikator Kinerja Utama Bagi Perguruan Tinggi Swasta Tahun 2022 sebagai bukti konkrit terhadap Implementasi program MBKM.

Sementara itu Muhammad Faisal, M.Ed., Ph.D dalam paparannya mengungkapkan bahwa dalam hal menciptakan iklim pesantren yang ramah anak diperlukan sebuah buku pedoman khusus yang menjadi acuan atau model bersama pengelolaan pondok pesantren di Indonesia.

“Penyusunan buku pedoman pesantren ramah anak dimaksudkan untuk menjadi acuan bagi pengasuh, pendiri, pimpinan pesantren, tenaga pendidik, dan tenaga kependidikan pesantren, untuk mereka mengembangkan pesantrennya. Sehingga pesantrennya menjadi pesantren ramah anak yang memberikan perlindungan dan memenuhi hak anak santri,” terangnya.