Fakultas Ilmu Pangan Halal Bersama BPMPI UNIDA Adakan Rapat Tinjauan Manajemen
Fakultas Ilmu Pangan Halal
(FIPHAL) Universitas Djuanda (UNIDA) bersama Gugus Penjaminan Mutu (GPM)
Fakultas dan tim dari Badan Penjaminan Mutu dan Pengembangan Institusi (BPMPI)
mengadakan Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) pada Senin, 6 Februari 2023 di Ruang Rapat
FIPHAL. Kegiatan ini merupakan tahapan setelah Program Studi menyelesaikan
Audit Mutu Internal (AMI).
Dekan FIPHAL UNIDA Dr. Ir. Helmi
Haris, MS dalam sambutannya menyampaikan bahwa dari hasil AMI terdapat beberapa
temuan-temuan yang perlu ditindaklanjuti sebagai upaya peningkatan kualitas
manajemen mutu di FIPHAL, baik pada program studi Teknologi Pangan maupun program
studi Teknologi Industri Pertanian.
“Secara garis besar sebenarnya
kegiatan ini merupakan suatu hal yang sangat penting dalam kegiatan pelaksanaan
aktivitas di UNIDA khususnya di FIPHAL, baik dalam standar pendidikan, standar penelitian
pengabdian masyarakat, standar professional dan standar ketauhidan,” ujarnya.
Dr. Ir. Helmi Haris, MS mengatakan,
secara garis besar dari hasil pertemuan sebelumnya sudah dilakukan
tindaklanjut, tetapi dari poin-poin yang disampaikan ada beberapa hal yang perlu
pendampingan, terutama pembuatan RENSTRA fakultas.
“saya berharap banyak dari GPM
ini nanti semua standar tersebut bisa melakukan pengawasan tentunya dengan
kerja sama yang baik antara Fakultas dan Program Studi. Saya juga berharap kepada
Ibu Noli selaku Ketua GPM mulai tahun ini tidak perlu segan-segan untuk
melakukan pengawasan terutama dalam bidang pendidikan, penelitian dan
pengabdian masyarakat, begitu juga dengan ketauhidan dan profesionalitas,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, perwakilan
dari BPMPI, Syaima Lailatul Mubarokah, SP., M.Si memberikan informasi terkait
tahapan yang akan dilaksanakan. Dalam prosesnya, terdapat temuan beberapa
permasalahan terkait standar kompetensi lulusan.
“Insyaallah nanti kita akan bersama-sama memberikan solusi atas
permasalahan tersebut, dan kita juga akan menentukan kira-kira untuk
permasalahan sarana prasarana bisa diselesaikan dalam jangka waktu berapa lama.
Semoga saja setiap permasalahannya ini bisa diselesaikan dalam waktu satu tahun
kedepan. Apabila terdapat beberapa temuan atau permasalahan yang belum bisa
diselesaikan di tingkat fakultas, insyaallah
akan kita bawa ke RTM tingkat universitas,” terangnya.