[email protected] 0251-8240773
Berita

Fakultas Ilmu Pangan Halal Bersama BPMPI UNIDA Adakan Rapat Tinjauan Manajemen

Fakultas Ilmu Pangan Halal (FIPHAL) Universitas Djuanda (UNIDA) bersama Gugus Penjaminan Mutu (GPM) Fakultas dan tim dari Badan Penjaminan Mutu dan Pengembangan Institusi (BPMPI) mengadakan Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) pada Senin, 6 Februari 2023 di Ruang Rapat FIPHAL. Kegiatan ini merupakan tahapan setelah Program Studi menyelesaikan Audit Mutu Internal (AMI).

Dekan FIPHAL UNIDA Dr. Ir. Helmi Haris, MS dalam sambutannya menyampaikan bahwa dari hasil AMI terdapat beberapa temuan-temuan yang perlu ditindaklanjuti sebagai upaya peningkatan kualitas manajemen mutu di FIPHAL, baik pada program studi Teknologi Pangan maupun program studi Teknologi Industri Pertanian.

“Secara garis besar sebenarnya kegiatan ini merupakan suatu hal yang sangat penting dalam kegiatan pelaksanaan aktivitas di UNIDA khususnya di FIPHAL, baik dalam standar pendidikan, standar penelitian pengabdian masyarakat, standar professional dan standar ketauhidan,” ujarnya.

Dr. Ir. Helmi Haris, MS mengatakan, secara garis besar dari hasil pertemuan sebelumnya sudah dilakukan tindaklanjut, tetapi dari poin-poin yang disampaikan ada beberapa hal yang perlu pendampingan, terutama pembuatan RENSTRA fakultas.

“saya berharap banyak dari GPM ini nanti semua standar tersebut bisa melakukan pengawasan tentunya dengan kerja sama yang baik antara Fakultas dan Program Studi. Saya juga berharap kepada Ibu Noli selaku Ketua GPM mulai tahun ini tidak perlu segan-segan untuk melakukan pengawasan terutama dalam bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat, begitu juga dengan ketauhidan dan profesionalitas,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, perwakilan dari BPMPI, Syaima Lailatul Mubarokah, SP., M.Si memberikan informasi terkait tahapan yang akan dilaksanakan. Dalam prosesnya, terdapat temuan beberapa permasalahan terkait standar kompetensi lulusan.

Insyaallah nanti kita akan bersama-sama memberikan solusi atas permasalahan tersebut, dan kita juga akan menentukan kira-kira untuk permasalahan sarana prasarana bisa diselesaikan dalam jangka waktu berapa lama. Semoga saja setiap permasalahannya ini bisa diselesaikan dalam waktu satu tahun kedepan. Apabila terdapat beberapa temuan atau permasalahan yang belum bisa diselesaikan di tingkat fakultas, insyaallah akan kita bawa ke RTM tingkat universitas,” terangnya.