[email protected] 0251-8240773
Kegiatan Kemahasiswaan

Fakultas Pertanian UNIDA Kunjungi BULOG dan Gapoktan Bina Warga Tani Leuwiliang Bogor, Pelajari Langsung Implementasi Manajemen Rantai Pasok untuk Ketahanan Pangan

Sebagai upaya memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap implementasi manajemen rantai pasok dalam sektor pangan, Fakultas Pertanian (FAPERTA) Universitas Djuanda (UNIDA) melaksanakan kunjungan edukatif ke Gudang BULOG Dramaga Bogor dan Gapoktan Bina Warga Tani di Kampung Kadu, Leuwiliang, Kabupaten Bogor, pada Rabu, 25 Juni 2025.

Kegiatan yang diikuti oleh 26 mahasiswa dari Program Studi Agribisnis dan Agroteknologi FAPERTA UNIDA ini bertujuan memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa mengenai proses distribusi dan pengelolaan pangan dari sisi lembaga nasional serta perspektif petani lokal.

Kunjungan pertama dilakukan ke Gudang BULOG Dramaga, di mana para mahasiswa disambut oleh Riki, Asisten Manajer BULOG. Dalam paparannya, Riki menjelaskan peran strategis BULOG dalam menjaga ketersediaan dan distribusi pangan secara nasional. Ia mengungkapkan bahwa BULOG menerapkan standar mutu ketat dalam pengadaan beras, dengan toleransi kadar air maksimal 14% dan batas tingkat beras patah maksimal 25% dari tiga karung sampel.

“Selain itu, teknologi penyimpanan dan sistem rotasi stok turut menjadi bagian dari strategi menjaga kesegaran dan kualitas pangan,” terangnya.

Riki juga menyoroti tantangan distribusi ke wilayah-wilayah terpencil yang hanya dapat dijangkau dengan kapal, sampan, atau pesawat kecil, menegaskan kompleksitas tugas BULOG dalam menjamin ketahanan pangan nasional.

Kunjungan kemudian dilanjutkan ke Gapoktan Bina Warga Tani yang dikelola oleh Edi Warma. Berfokus pada budidaya manggis, Edi menyampaikan pentingnya kesinambungan dalam rantai pasok. Ia juga menekankan perlunya keterhubungan antara petani, pedagang, dan konsumen.

“Bagaimana bisa ada perdagangan kalau rantai pasoknya terputus?” ujarnya.

Tidak hanya berbagi pengalaman teknis, Edi juga menyampaikan filosofi hidup dalam bertani. Baginya, bertani adalah bentuk cinta dan pengabdian. Ia bahkan menanam pohon manggis sebagai warisan jangka panjang untuk anak cucunya, mengingat usia pohon tersebut bisa mencapai 350 tahun.

“Orang yang ikhlas itu orang kaya,” tuturnya.

Bagi para mahasiswa, kunjungan ini menjadi pembelajaran lapangan, serta refleksi mengenai peran strategis pertanian dalam membangun ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat. Sehingga, diharapkan lulusan pertanian dapat menjadi agen perubahan yang mampu membawa dampak positif bagi bangsa.