FAPERTA dan FIPHAL UNIDA Ikuti TOT CEPOT, Siap Jadi Agen Edukasi Lawan Penyalahgunaan Pangan dan Obat Terlarang
Fakultas Pertanian (FAPERTA) dan Fakultas Ilmu Pangan Halal (FIPHAL) Universitas Djuanda (UNIDA) turut ambil bagian dalam kegiatan Training of Trainer Cegah Penyalahgunaan Pangan dan Obat Terlarang (TOT CEPOT) yang diselenggarakan oleh Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (Balai POM) yang berlangsung di Universitas Pertahanan RI (UNHAN RI), Sentul, Bogor pada Senin (18/5/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari Aksi Nasional Pencegahan Penyalahgunaan Obat-Obat Tertentu (OOT).
Forum strategis lintas sektor ini dirancang untuk mempererat sinergi dan kolaborasi antara unsur pemerintah, akademisi, komunitas, serta lembaga terkait. Tujuannya yakni untuk memutus mata rantai penyalahgunaan obat dan pangan terlarang yang kian mengkhawatirkan, terutama di kalangan generasi muda Indonesia.
Dalam kegiatan tersebut, UNIDA mengirimkan lima delegasi dari dua fakultas. FAPERTA diwakili oleh Dr. Dudi Lesmana, S.Pi., M.Si dan Ikhsan Qodri Pramartaa, S.Pt., M.Si. Sementara FIPHAL diwakili oleh Dr. Erna Puspasari, S.Si., M.Si., Titi Rohmayanti, S.Si., M.Si., serta Raden Siti Nurlaela, A.Md.Ak., S.T.P., M.T.P.
Wakil Dekan Akademik FAPERTA UNIDA, Dr. Dudi Lesmana menegaskan bahwa keterlibatan perguruan tinggi dalam TOT CEPOT merupakan bentuk tanggung jawab akademisi dalam menjaga kualitas generasi muda melalui edukasi berkelanjutan.
“Kehadiran kami di TOT CEPOT ini bukan sekadar mengikuti pelatihan. Ini adalah wujud tanggung jawab kami sebagai akademisi untuk turut serta menjaga generasi muda dari bahaya penyalahgunaan obat dan pangan terlarang. Ilmu yang kami peroleh di sini akan kami teruskan kepada mahasiswa dan masyarakat di sekitar kampus,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Dekan FIPHAL UNIDA, Dr. Erna Puspasari menyampaikan bahwa isu keamanan pangan dan obat-obatan memiliki keterkaitan erat dengan bidang keilmuan pangan halal. Menurutnya, pembekalan melalui TOT CEPOT menjadi langkah penting untuk memperkuat pemahaman sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap penyalahgunaan zat berbahaya dalam rantai pangan.
“Sebagai Fakultas Ilmu Pangan Halal, kami memiliki tanggung jawab yang erat dengan keamanan pangan. TOT CEPOT ini memperluas wawasan kami agar memahami kewaspadaan terhadap penyalahgunaan zat-zat terlarang yang dapat masuk ke dalam rantai pangan. Hal ini penting untuk kami sampaikan kepada civitas akademika maupun masyarakat luas,” tuturnya.
Melalui pelatihan tersebut, para delegasi UNIDA diharapkan mampu berperan sebagai trainer dan agen edukasi di lingkungan kampus maupun masyarakat. Langkah preventif ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi lintas sektor secara berkelanjutan dalam membangun kesadaran publik mengenai bahaya penyalahgunaan obat dan pangan terlarang.
Lebih lanjut, inisiatif tersebut diharapkan mampu mendukung terciptanya generasi muda Indonesia yang sehat, produktif, dan berdaya saing demi menyongsong masa depan bangsa yang lebih baik.