FAPERTA UNIDA dan BAPPEDALITBANG Kabupaten Bogor Gelar Difusi Inovasi, Kenalkan Ayam Lokal Pedaging Unggul BUNIDA
Fakultas Pertanian (FAPERTA) bersama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (BAPPEDALITBANG) Kabupaten Bogor selenggarakan kegiatan Difusi Inovasi Bappedalitbang Kabupaten Bogor pada Rabu, 17 September 2025 bertempat di Smart Classroom Sekolah Pascasarjana UNIDA.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Dekan Akademik FAPERTA UNIDA, Dr. Abdullah Baharun, S.Pt., M.Si yang sekaligus menjadi pemateri, Dosen FAPERTA UNIDA, drh. Annisa Rahmi, M.Si, Ketua Peneliti Pusat Riset Peternakan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Dr. Rantan Krisnan, S.Pt., M.Si, perwakilan dari Bappedalitbang Kabupaten Bogor, yakni Delima Hotmaria, S.Kom, Shinta Nasution, S.Sos., M.Si dan Iya Mulia, SE, serta diikuti oleh mahasiwa FAPERTA UNIDA hingga para peternak lokal.
Wakil Dekan Akademik FAPERTA UNIDA, Dr. Abdullah Baharun, S.Pt., M.Si pada sambutannya menerangkan bahwa kegiatan kolaborasi ini kedepannya bisa mendukung pembangunan pertanian khususnya di Kabupaten Bogor.
"Kegiatan Difusi Inovasi Bappedalitbang ini merupakan komitmen FAPERTA UNIDA dalam mentransfer hasil penelitian dan inovasi teknologi pertanian kepada masyarakat luas, khususnya di Kabupaten Bogor," ungkapnya.
Sementara itu, Delima Hotmaria, S.Kom salah satu perwakilan dari Bappedalitbang Kabupaten Bogor menyampaikan bahwasanya kegiatan Difusi Inovasi Bappedalitbang Kabupaten Bogor ini diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah yang dapat berdampak positif bagi masyarakat luas.
“Melalui kegiatan ini, diharapkan inovasi-inovasi yang dikembangkan dapat segera diimplementasikan dan memberikan manfaat nyata bagi pembangunan pertanian dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bogor,” tuturnya.
Masuk kedalam sesi paparan materi, Dr. Abdullah Baharun, S.Pt., M.Si menjelaskan bahwa UNIDA berhasil mengembangkan galur ayam lokal unggul yang diberi nama Bresse Unggul Universitas Djuanda (BUNIDA) yang meraih Juara 1 Gelar Inovasi Daerah Kabupaten Bogor Tahun 2024. Inovasi ini dikembangkan sebagai solusi ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal.
Dr. Abdullah Baharun, S.Pt., M.Si menerangkan bahwa Ayam BUNIDA generasi F3 menunjukkan performa terbaik dengan bobot umur 8 minggu mencapai 0,9-1,0 kg dan persentase karkas 63,04%. Tingkat fertilitas telur mencapai 80,25% dengan daya tetas 75,60%.
"Ayam BUNIDA memiliki keunggulan FCR (Feed Conversion Ratio) yang efisien yaitu 2,20 pada generasi F3, dengan kandungan protein daging mencapai 20,15% dan lemak daging hanya 1,84%," ujarnya.
“Secara fisik, ayam BUNIDA memiliki karakteristik bulu putih polos atau putih dengan corak coklat, kaki berwarna hitam atau putih, gengger jantan merah pekat, dan menghasilkan telur berwarna putih hingga putih kecoklatan,” tambahnya.
Menurut Dr. Abdullah Baharun, S.Pt., M.Si, Ayam BUNIDA merupakan hasil kolaborasi riset yang bertujuan menciptakan ayam lokal pedaging unggul dengan pertumbuhan cepat dan kualitas daging premium.
“Dengan karakteristik FCR 2,20 dan kandungan protein daging hingga 20,15%, ayam BUNIDA terbukti dapat menjadi alternatif protein hewani berkualitas dengan harga terjangkau. Program kemitraan plasma yang kami kembangkan memungkinkan masyarakat tanpa modal untuk terlibat dalam budidaya ayam BUNIDA melalui sistem bagi hasil. Kedepannya, kami berkomitmen untuk terus mengembangkan ayam BUNIDA dan memperluas jangkauan distribusinya guna mendukung ketahanan pangan nasional” ungkapnya.
Masuk ke pemateri ke-2, drh. Annisa Rahmi, M.Si menjelaskan bahwa sistem manajemen yang dikembangkan mencakup empat aspek utama, yaitu manajemen perkandangan, pakan, kesehatan, dan reproduksi yang dirancang khusus untuk karakteristik ayam BUNIDA sebagai sumber protein hewani bernilai ekonomis tinggi.
"Sistem manajemen terintegrasi yang kami kembangkan terbukti dapat memaksimalkan produktivitas ayam BUNIDA dalam aspek pertumbuhan, reproduksi, maupun produksi telur dan daging premium. Dengan penerapan manajemen perkandangan, pakan, kesehatan, dan reproduksi yang tepat, potensi genetik ayam BUNIDA dapat dioptimalkan sehingga mampu menghasilkan produktivitas sesuai kapasitas alaminya," ungkapnya.
drh. Annisa Rahmi, M.Si menyampaikan bahwa dengan penerapan manajemen yang tepat, ayam BUNIDA mampu mencapai pertumbuhan optimal dan produksi telur yang lebih tinggi sehingga meningkatkan keuntungan peternak.
Sementara itu, Ketua Peneliti Pusat Riset Peternakan BRIN, Dr. Rantan Krisnan, S.Pt., M.Si menjelaskan bahwa produksi ayam lokal pedaging unggul merupakan salah satu langkah strategis dalam meningkatkan ketahanan pangan nasional. Menurutnya, pengembangan ayam lokal yang unggul tidak hanya akan mendukung ketahanan pangan, tetapi juga dapat mengurangi ketergantungan terhadap ayam impor yang seringkali memiliki fluktuasi harga yang tidak stabil.
“Ayam lokal pedaging unggul memiliki potensi besar untuk berkembang di Indonesia. Melalui penelitian dan teknologi yang tepat, kita bisa menghasilkan ayam yang lebih tahan terhadap penyakit, lebih efisien dalam konsumsi pakan, dan memiliki kualitas daging yang lebih baik. Hal ini tentu akan memberikan manfaat besar bagi peternak dan konsumen di dalam negeri,” jelasnya.
Dr. Rantan Krisnan, S.Pt., M.Si menekankan bahwa untuk mewujudkan produksi ayam lokal pedaging unggul yang berkelanjutan, diperlukan kerja sama antara peneliti, peternak, dan pemerintah. Ia menyatakan bahwa pengembangan ayam BUNIDA merupakan contoh konkret keberhasilan riset perguruan tinggi dalam menciptakan varietas unggul yang memiliki nilai ekonomis tinggi.
"Ayam BUNIDA menunjukkan potensi yang sangat menjanjikan sebagai ayam pedaging lokal unggul dengan karakteristik pertumbuhan cepat dan kualitas daging premium,” ungkapnya.
Ia juga berharap bahwa dengan adanya petunjuk teknis yang disosialisasikan hari ini, peternak ayam lokal di Indonesia dapat lebih mudah dalam mengimplementasikan langkah-langkah yang tepat untuk menghasilkan ayam lokal yang berkualitas tinggi dan bersaing di pasar global.