[email protected] 0251-8240773
Pengabdian Masyarakat

FAPERTA UNIDA Jalankan Program Hibah PKM Kemendiktisaintek, Bekali Keterampilan Wirausaha Santri Melalui Pelatihan Penerapan Teknologi Akuaponik

Fakultas Pertanian (FAPERTA) Universitas Djuanda (UNIDA) Bogor terus menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat melalui program pengabdian. Kali ini, dosen dan mahasiswa Fakultas Pertanian (FAPERTA) hadir di Pondok Pesantren An-Nahdoh, Desa Cipayung, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, untuk membekali para santri dengan keterampilan wirausaha berbasis teknologi akuaponik.

Kegiatan ini terlaksana melalui hibah Kemendiktisaintek dalam skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) dengan mengusung tema “Penerapan Teknologi Akuaponik dan Pemasaran Produknya di Pondok Pesantren An-Nahdoh untuk Membangun Generasi Santri yang Mandiri dan Produktif”.

Dalam pelaksanaannya, tim pengabdi yang terdiri dari dosen Agroteknologi dan Akuakultur FAPERTA UNIDA melibatkan lima mahasiswa Prodi Agroteknologi dan Agribisnis. Mereka mendampingi santri selama 3–4 bulan melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN). Tahapan kegiatan meliputi perencanaan, penyuluhan, pelatihan, serta monitoring dan evaluasi.

Salah satu kegiatan utama berupa pelatihan budidaya akuaponik telah digelar pada 5 Agustus 2025. Dalam pelatihan tersebut, para dosen bersama mahasiswa memberikan pendampingan langsung, mulai dari teori hingga praktik. Santri diajari mengelola sistem terpadu yang menggabungkan budidaya ikan (akuakultur) dengan budidaya tanaman tanpa tanah (hidroponik). Teknologi ini menghadirkan siklus ramah lingkungan yang bernilai ekonomi.

Direktur Pesantren An-Nahdoh menyampaikan apresiasi kepada FAPERTA UNIDA atas kontribusinya. Dengan hadirnya FAPERTA UNIDA di Ponpes An-Nahdoh, pesantren kini tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama, melainkan juga pusat lahirnya generasi santri yang mandiri, produktif, dan siap menghadapi tantangan ekonomi melalui keterampilan wirausaha berbasis teknologi pertanian modern.

“Kami merasa sangat terbantu atas penyelenggaraan kegiatan pengabdian ini. Selama ini pesantren belum mampu membekali santri dengan keterampilan tambahan untuk mendukung kemandirian mereka setelah lulus. Kegiatan dari FAPERTA UNIDA ini sangat sejalan dengan tujuan pendidikan pesantren,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu dosen FAPERTA UNIDA menegaskan bahwa program ini dirancang untuk keberlanjutan.

“Kami berharap santri bersama pengelola pesantren mampu mengembangkan wirausaha akuaponik secara mandiri dan berkelanjutan, sehingga santri tidak hanya kuat dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki daya saing ekonomi,” jelasnya.