FE UNIDA Berikan Pelatihan dan Pendampingan Inovasi Produk, Pemasaran Digital dan Keuangan Digital untuk UMKM Desa Nagrak
Dosen Fakultas Ekonomi
(FE ) Universitas Djuanda (UNIDA) berikan pelatihan dan pendampingan Inovasi
Produk, Pemasaran Digital dan Keuangan Digital untuk UMKM Desa Nagrak pada (9
s/d 10/12/2022). Dalam rangka pengabdian kepada masyarakat dengan mengundang
para pakar diantaranya Dra. Tika Djatnika, M.Si,CHRMP, Lina Parlina, A.Md. Ak,
Fahmi Fauzan, SM, Herdi Hidaya, S.Ak, Wahyu D. Kegiatan ini bertujuan agar
pelaku UMKM dapat melakukan inovasi produk sehingga ada peningkatan pemasaran
digital dalam upaya pemasaran produk serta perluasan pasar untuk peningkatan
penjualan.
Dekan FE UNIDA Dr. Sri
harini, Dra, M,Si dalam sambutannya menyampaikan kegiatan ini merupakan
implementasi Tridharma Perguruan Tinggi sebagai bentuk kepedulian akademisi
terhadap masyarakat khususnya pelaku UMKM di desa Nagrak.
“Semoga kegiatan ini
terus berlanjut sebagai bentuk wujud implementasi kerjasama yang sudah dibangun
dalam bentuk MOU antara FE dan Desa Nagrek. Diharapkan kegiatan ini memberikan
manfaat kepada masyarakat desa Nagrek pada umumnya dan pelaku UMKM khususnya
dalam memiliki kemampuan dalam pengelolaan keuangan dan pencatatan keuangan
sederhana yang berbasis PSAK,” pungkas Dekan FE.
Senada dengan Ketua
Pelaksana Pengabdian FE UNIDA Erni Yuningsih, SE,MM menyatakan sasaran khalayak
adalah pelaku UMKM makanan Desa Nagrek, Kecamatan Sukaraja Kabupaten Bogor.
“Dipilih Desa Nagrek
karena merupakan Desa mitra binaan FE. Diikuti sebanyak 20 pelaku UMKM makanan.
Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan selama 2 hari, 9 dan 10 Desember 2022. Hari
pertama pelatihan kepada pelaku UMKM dan hari berikutnya merupakan kegiatan
pendampingan,” jelasnya.
Program ini merupakan
kegiatan progam insentif pengabdian masyarakat terintegrasi dengan Merdeka
Belajar Kampus Merdeka berbasis Indikator Kinerja Utama bagi Perguruan Tinggi
Swasta Tahun 2022. Kegiatan pengabdian masyarakat fokus untuk membantu pelaku
UMKM mengimplementasikan inovasi produk, memanfaatkan internet dan teknologi
untuk menunjang pemasaran melalui digital marketing, mampu dalam pengelolaan
keuangan dan pelaporan keuangan sederhana yang berbasis PSAK dan berbasis
digital.
Pada sesi penyampaian
narasumber disampaikan beberapa materi
seperti yang disampaikan Dra. Tika DJatnika, MM, CHRMP dalam paparannya
menyampaikan Inovasi dibutuhkan bagi pelaku UMKM khususnya di bidang makanan
jika UMKM ingin bertahan di tengah persaingan usaha makanan yang semakin
kompetitif. Terkait dengan inovasi produk makanan bisa dengan inovasi rasa,
inovasi desain atau bentuk maupun inovasi dalam hal kemasan. Pelaku UMKM bisa
melakukan 3 hal yang disebut ATM (amati, tiru dan modifikasi). Dengan demikian
pelaku UMKM bisa membuat sesuatu yang unik dan berbeda.
“Hal lain adalah dengan
menonjolkan bahan baku berbasis kearifan lokan seperti bahan baku singkong yang
merupakan hasil komoditas pertanian yang utama di desa Nagrak. Bahan singkong
tersebut dapat di modifikasi kedalam bentuk olahan makanan yang unik,”
jelasnya.
Selain itu Salah satu
permasalahan pelaku UMKM dalam hal pengelolaan keuangan. Hal ini disebabkan
kurangnya kemampuan pemilik UMKM dalam mengelola dan membukukan keuangan usaha,
sehingga pemasukan dan pengeluaran keuangan tidak tercatat dengan jelas dan
rapih. Untuk itu Lina Parlina, A.Md. Ak narasumber kedua memberikan materi tentang Pencatatan sederhana melalui
aplikasi pencatatan keuangan.
Terakhir
Narasumber ketiga Bayu D menyampaikan
tentang pemasaran digital melalui media sosial. Dewasa ini pelaku UMKM tidak
dapat menggandalkan penjualan secara offline
tetapi harus memperluas pemasaran melalui media sosial diantara IG, Facebook,
WA bisnis, Tiktok. Diharapkan pelaku UMKM menggunakan media ini dengan
memberdayakan kaum milenial dengan mencari konten-konten menarik atau juga
streaming untuk melakukan penjualan produk secara langsung kepada konsumen.
Komarudin selaku
Sekretaris Desa Nagrak menyampaikan Desa Nagrek merupakan desa pertanian
memiliki banyak UMKM yang bergerak di bidang makanan. Permasalahan utama pelaku
UMKM Desa Nagrek menurut Sekdes adalah pemasaran dan permodalan.
“Tentunya dengan adanya
kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan pihak kampus sangat relevan
dengan permasalahan yang ada. Semoga dapat meningkatkan wawasan dan
keterampilan UMKM terkait penggunaan media-media promosi untuk meningkatkan
penjualan produk. Kontribusi pihak kampus sangat dibutuhkan agar bersinergi
meningkatkan kinerja UMKM agar berdaya saing,” imbuhnya.