[email protected] 0251-8240773
Berita

FE UNIDA Berikan Pelatihan dan Pendampingan Inovasi Produk, Pemasaran Digital dan Keuangan Digital untuk UMKM Desa Nagrak

Dosen Fakultas Ekonomi (FE ) Universitas Djuanda (UNIDA) berikan pelatihan dan pendampingan Inovasi Produk, Pemasaran Digital dan Keuangan Digital untuk UMKM Desa Nagrak pada (9 s/d 10/12/2022). Dalam rangka pengabdian kepada masyarakat dengan mengundang para pakar diantaranya Dra. Tika Djatnika, M.Si,CHRMP, Lina Parlina, A.Md. Ak, Fahmi Fauzan, SM, Herdi Hidaya, S.Ak, Wahyu D. Kegiatan ini bertujuan agar pelaku UMKM dapat melakukan inovasi produk sehingga ada peningkatan pemasaran digital dalam upaya pemasaran produk serta perluasan pasar untuk peningkatan penjualan.

Dekan FE UNIDA Dr. Sri harini, Dra, M,Si dalam sambutannya menyampaikan kegiatan ini merupakan implementasi Tridharma Perguruan Tinggi sebagai bentuk kepedulian akademisi terhadap masyarakat khususnya pelaku UMKM di desa Nagrak.

“Semoga kegiatan ini terus berlanjut sebagai bentuk wujud implementasi kerjasama yang sudah dibangun dalam bentuk MOU antara FE dan Desa Nagrek. Diharapkan kegiatan ini memberikan manfaat kepada masyarakat desa Nagrek pada umumnya dan pelaku UMKM khususnya dalam memiliki kemampuan dalam pengelolaan keuangan dan pencatatan keuangan sederhana yang berbasis PSAK,” pungkas Dekan FE.

Senada dengan Ketua Pelaksana Pengabdian FE UNIDA Erni Yuningsih, SE,MM menyatakan sasaran khalayak adalah pelaku UMKM makanan Desa Nagrek, Kecamatan Sukaraja Kabupaten Bogor.

“Dipilih Desa Nagrek karena merupakan Desa mitra binaan FE. Diikuti sebanyak 20 pelaku UMKM makanan. Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan selama 2 hari, 9 dan 10 Desember 2022. Hari pertama pelatihan kepada pelaku UMKM dan hari berikutnya merupakan kegiatan pendampingan,” jelasnya.

Program ini merupakan kegiatan progam insentif pengabdian masyarakat terintegrasi dengan Merdeka Belajar Kampus Merdeka berbasis Indikator Kinerja Utama bagi Perguruan Tinggi Swasta Tahun 2022. Kegiatan pengabdian masyarakat fokus untuk membantu pelaku UMKM mengimplementasikan inovasi produk, memanfaatkan internet dan teknologi untuk menunjang pemasaran melalui digital marketing, mampu dalam pengelolaan keuangan dan pelaporan keuangan sederhana yang berbasis PSAK dan berbasis digital.

Pada sesi penyampaian narasumber  disampaikan beberapa materi seperti yang disampaikan Dra. Tika DJatnika, MM, CHRMP dalam paparannya menyampaikan Inovasi dibutuhkan bagi pelaku UMKM khususnya di bidang makanan jika UMKM ingin bertahan di tengah persaingan usaha makanan yang semakin kompetitif. Terkait dengan inovasi produk makanan bisa dengan inovasi rasa, inovasi desain atau bentuk maupun inovasi dalam hal kemasan. Pelaku UMKM bisa melakukan 3 hal yang disebut ATM (amati, tiru dan modifikasi). Dengan demikian pelaku UMKM bisa membuat sesuatu yang unik dan berbeda.

“Hal lain adalah dengan menonjolkan bahan baku berbasis kearifan lokan seperti bahan baku singkong yang merupakan hasil komoditas pertanian yang utama di desa Nagrak. Bahan singkong tersebut dapat di modifikasi kedalam bentuk olahan makanan yang unik,” jelasnya.

Selain itu Salah satu permasalahan pelaku UMKM dalam hal pengelolaan keuangan. Hal ini disebabkan kurangnya kemampuan pemilik UMKM dalam mengelola dan membukukan keuangan usaha, sehingga pemasukan dan pengeluaran keuangan tidak tercatat dengan jelas dan rapih. Untuk itu Lina Parlina, A.Md. Ak narasumber kedua memberikan  materi tentang Pencatatan sederhana melalui aplikasi pencatatan keuangan.

Terakhir Narasumber  ketiga Bayu D menyampaikan tentang pemasaran digital melalui media sosial. Dewasa ini pelaku UMKM tidak dapat menggandalkan penjualan secara offline tetapi harus memperluas pemasaran melalui media sosial diantara IG, Facebook, WA bisnis, Tiktok. Diharapkan pelaku UMKM menggunakan media ini dengan memberdayakan kaum milenial dengan mencari konten-konten menarik atau juga streaming untuk melakukan penjualan produk secara langsung kepada konsumen.

Komarudin selaku Sekretaris Desa Nagrak menyampaikan Desa Nagrek merupakan desa pertanian memiliki banyak UMKM yang bergerak di bidang makanan. Permasalahan utama pelaku UMKM Desa Nagrek menurut Sekdes adalah pemasaran dan permodalan.

“Tentunya dengan adanya kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan pihak kampus sangat relevan dengan permasalahan yang ada. Semoga dapat meningkatkan wawasan dan keterampilan UMKM terkait penggunaan media-media promosi untuk meningkatkan penjualan produk. Kontribusi pihak kampus sangat dibutuhkan agar bersinergi meningkatkan kinerja UMKM agar berdaya saing,” imbuhnya.