[email protected] 0251-8240773
Berita

FEB UNIDA Gelar Kuliah Umum: Bangun SDM Unggul Berkarakter Tauhid di Era Transformasi Digital

Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Djuanda (UNIDA) menyelenggarakan Kuliah Umum bertajuk “Membangun SDM Unggul Indonesia Berwawasan Internasional dan Berkarakter Tauhid di Era Transformasi Digital” pada Minggu (27/10/2024) bertempat di Aula Gedung C UNIDA.

Kegiatan ini menghadirkan Hendy R. Piliang, S.H., M.M., CIRP., CHRA., CHCM (Seasoned HR & Legal Professional) sebagai narasumber yang dimoderatori oleh Dosen FEB UNIDA Awa, S.Sos., M.M. Acara turut dihadiri oleh Dekan FEB UNIDA Prof. Dr. Dra. Sri Harini, M.Si jajaran dosen, serta seluruh mahasiswa FEB UNIDA.

Dalam sambutannya, Dekan FEB UNIDA Prof. Dr. Dra. Sri Harini, M.Si menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh peserta atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan pentingnya pembentukan sumber daya manusia yang unggul, berwawasan luas, dan memiliki karakter spiritual yang kuat di tengah perkembangan teknologi yang begitu pesat.

“Terima kasih kepada panitia yang telah mempersiapkan kegiatan ini dengan baik, serta kepada para mahasiswa yang hadir dan berpartisipasi. Saya berharap kalian dapat mengikuti kuliah umum ini dengan fokus agar memperoleh wawasan yang luas sebagai bekal saat terjun ke dunia industri. Ketangguhan intelektual perlu disertai kekuatan spiritual, karena keseimbangan keduanya akan membentuk pribadi yang berintegritas. Manfaatkan kesempatan ini untuk aktif berdiskusi dan bertanya, sehingga pemahaman yang diperoleh semakin mendalam,” ujarnya.

Sementara itu, dalam pemaparannya, Hendy R. Piliang menekankan bahwa kualitas SDM yang unggul tidak semata-mata diukur dari kecerdasan intelektual atau kemampuan teknis, melainkan juga dari kekuatan karakter dan nilai spiritual yang menjadi dasar dalam bertindak.

“SDM unggul adalah mereka yang memiliki kompetensi, wawasan internasional, dan keimanan yang kokoh. Di era transformasi digital, kemampuan bersaing secara global perlu disertai integritas dan etos kerja tinggi. Profesionalisme tanpa moralitas akan kehilangan arah. Karena itu, membangun SDM unggul Indonesia berarti menanamkan keseimbangan antara kemampuan, wawasan global, dan nilai Tauhid,” ungkapnya.