[email protected] 0251-8240773
Berita

FEB UNIDA Gelar Webinar Nasional, Prof. Dr. Indra Maipita Dorong Generasi Muda Ambil Peran sebagai Technopreneur Hadapi Era Society 5.0

Prof. Dr. Indra Maipita, S.Pd., M.Si., Ph.D, Guru Besar Universitas Negeri Medan, diundang sebagai narasumber dalam Webinar Nasional bertajuk “Cerdas Berinvestasi Membangun Ekonomi Kreatif Lokal”, yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Djuanda (UNIDA) pada Sabtu (12/7/2025). Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian acara GEMILANG 2025 ini digelar secara daring melalui Zoom Meeting dan diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai wilayah di Indonesia.

Prof. Dr. Indra Maipita, S.Pd., M.Si., Ph.D membuka pemaparannya dengan menggarisbawahi peran strategis technopreneurship dalam merespons tantangan era Society 5.0. Dalam era ini, integrasi antara teknologi digital dan kehidupan manusia menjadi kunci utama dalam menyelesaikan berbagai permasalahan sosial dan ekonomi.

Menurut Prof. Indra, technopreneurship bukan sekadar membangun bisnis berbasis teknologi, melainkan bagaimana teknologi dimanfaatkan secara maksimal untuk menciptakan solusi inovatif yang berdampak langsung pada masyarakat. Ia menekankan bahwa technopreneur adalah agen perubahan yang menjembatani antara teknologi dan kebutuhan sosial.

Technopreneurs berperan sebagai agen perubahan yang membantu masyarakat untuk beradaptasi dan beralih ke era Society 5.0,” jelasnya dalam pemaparan.

Lebih jauh, Prof. Dr. Indra Maipita, S.Pd., M.Si., Ph.D mengidentifikasi empat tantangan utama dalam pengembangan technopreneurship di Indonesia, yakni akses ke pendanaan yang masih menjadi hambatan signifikan bagi pelaku usaha rintisan teknologi, infrastruktur digital terutama di daerah yang belum memiliki akses internet yang merata, keterbatasan tenaga kerja terampil yang menjadi tantangan dalam menciptakan inovasi dan daya saing, serta regulasi dan kebijakan pemerintah yang perlu lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan ekosistem start-up.

Prof. Indra menutup pemaparannya dengan ajakan kepada generasi muda untuk mengambil peran dalam technopreneurship sebagai kontribusi nyata dalam membangun masa depan bangsa.