[email protected] 0251-8240773
Berita

FEB UNIDA Selenggarakan The 2nd Djuanda Global Economics Conference 2025, Bahas Ekonomi Plural Hingga Arah Keberlanjutan di Asia Tenggara

Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Djuanda (UNIDA) menyelenggarakan The 2nd Djuanda Global Economics Conference (DGEC) 2025 pada Selasa, 18 November 2025. Konferensi internasional yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Cloud Meetings ini diikuti ratusan peserta dari berbagai perguruan tinggi dalam dan luar negeri.

Dengan mengusung tema “Plural Economies and the Politics of Value: Rethinking Business and Sustainability in Southeast Asia”, kegiatan tahun ini menyoroti dinamika ekonomi plural, politik nilai, serta tantangan keberlanjutan di kawasan Asia Tenggara.

Kegiatan dibuka oleh Rektor UNIDA, Assoc. Prof. Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah, M.Pd.I, yang menegaskan bahwa perubahan global menuntut perguruan tinggi memperkuat kerja sama lintas negara melalui riset dan dialog akademik.

“Dunia tengah menghadapi perubahan ekonomi yang pesat, ketidakstabilan geopolitik, dan disrupsi digital di berbagai sektor. Kondisi ini menuntut kita untuk membangun kerangka berpikir baru yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan berkeadilan,” ujarnya dalam sambutan.

Ia juga menyampaikan komitmen UNIDA dalam memperkuat jejaring penelitian serta memperluas kemanfaatan ilmu pengetahuan bagi masyarakat global.

The 2nd DGEC 2025 menghadirkan Keynote Speaker Prof. Dr. Sri Harini, Dra., M.Si, Dekan FEB UNIDA, serta empat invited speakers internasional dan nasional, yaitu Prof. Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H (Universitas Djuanda), Assoc. Prof. Dr. Masturah Ma’in (Universiti Teknologi MARA, Malaysia), Prof. Dr. Tulus Suryanto, M.M., Akt., C.A (UIN Raden Intan Lampung), serta Prof. Dr. Alvaro Rocha (University of Lisbon, Portugal). Adapun acara dimoderatori oleh dosen FEB UNIDA, Mas Nur Mukmin, S.E., M.Ak.

Sebagai Keynote Speaker, Prof. Dr. Sri Harini, Dra., M.Si menekankan pentingnya memahami keragaman nilai ekonomi, sosial, dan budaya dalam merumuskan arah pembangunan berkelanjutan. Ia menyampaikan empat fokus utama konferensi, di antaranya pentingnya melihat ekonomi sebagai sistem yang tertanam dalam institusi serta respons dunia usaha terhadap dinamika global.

“Memahami bagaimana nilai ekonomi, sosial, dan budaya saling bertemu dalam membentuk arah bisnis dan keberlanjutan merupakan pertanyaan kunci yang perlu dijawab para akademisi dan praktisi di kawasan ini,” tuturnya.

Pada sesi pemaparan, Prof. Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H menguraikan risiko finansial, ancaman sosial, serta ketimpangan perlindungan hukum yang muncul akibat maraknya layanan pinjaman digital, baik legal maupun ilegal.

Dalam forum ini, Prof. Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H menegaskan bahwa maraknya pinjaman online bukan hanya isu individu, tetapi telah menjadi potensi ancaman nasional. Ekspansi industri yang agresif meningkatkan risiko kenaikan kredit macet yang dapat mengganggu stabilitas keuangan negara.

Sebagai rekomendasi, Prof. Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H menekankan urgensi penguatan regulasi oleh pemerintah dan OJK untuk menindak tegas praktik pinjol ilegal. Ia juga mendorong adanya skema pendampingan dan rehabilitasi psikologis bagi korban teror pinjol.

Sementara itu, Assoc. Prof. Dr. Masturah Ma’in membahas konsep ekonomi plural sebagai pendekatan yang memadukan nilai sosial, ekologi, dan komunitas. Ia menekankan bahwa tantangan lingkungan dan ketimpangan sosial di Asia Tenggara memerlukan model ekonomi yang lebih inklusif dengan kolaborasi antarkomunitas.

Selanjutnya, Prof. Dr. Tulus Suryanto, M.M., Akt., C.A kemudian memaparkan urgensi penguatan ketahanan nasional di era digital. Ia menjelaskan bahwa literasi digital, tata kelola data, dan penguatan riset akademik memiliki peran vital dalam menjaga integritas sistem nasional.

Pada kesempatan yang sama, Prof. Alvaro Rocha memberikan perspektif terkait tata kelola digital dan pembangunan ekosistem akademik global. Ia menegaskan peran penting integrasi riset dan inovasi digital untuk membangun masyarakat yang adaptif serta berdaya saing.

Penyelenggaraan The 2nd DGEC 2025 didukung oleh Universitas Jenderal Achmad Yani, Institut Bisnis dan Informatika Kesatuan, Universitas Nusa Bangsa, dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Jakarta sebagai co-host bersama. Selain itu acara ini juga didukung oleh sponsorship dari Bank BNI, Sundra Wisata dan Toserba PP Sunan Drajat.