[email protected] 0251-8240773
Berita

FEB UNIDA Sukses Gelar Konferensi Internasional Pertama, Angkat Isu Inovasi Ekonomi Global Berkelanjutan Hadapi Era Transformasi Digital

Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Djuanda (UNIDA) sukses menyelenggarakan konferensi internasional pertama bertajuk the 1st Djuanda Global Economic Conference (DGEC) 2024 pada Rabu (9/10/2024). Mengusung tema "Innovation in Accounting and Management Research: Adapting to the Era of Digital Transformation and Sustainability", acara ini digelar secara virtual dengan mengundang narasumber ahli dari berbagai negara. 

Hadir menyampaikan welcoming speech, Rektor UNIDA Assoc. Prof. Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah, M.Pd.I mengungkapkan bahwa transformasi digital telah berdampak signifikan terhadap lanskap bisnis dan ekonomi. Ia menekankan pentingnya adaptasi terhadap perubahan ini, sambil tetap memperhatikan aspek keberlanjutan dalam praktik bisnis dan ekonomi. 

Selain itu, Assoc. Prof. Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah, M.Pd.I juga menuturkan bahwa transformasi digital memberikan tantangan sekaligus peluang yang belum pernah terjadi sebelumnya. Sehingga, inovasi dalam penelitian akuntansi dan manajemen menjadi kunci untuk menghadapi tantangan tersebut.

“Saya berharap melalui konferensi ini, kita dapat memperkuat kolaborasi internasional, meningkatkan kontribusi penelitian yang mendukung kebijakan dan praktik manajemen maupun akuntansi yang lebih adaptif terhadap perubahan teknologi. Oleh karena itu, dengan mengimplementasikan cita-cita tauhid yang dijunjung tinggi oleh Universitas Djuanda, ini merupakan prinsip dasar dan praktik terbaik untuk mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan,” tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Prof. Dr. Sri Harini, M.Si selaku Dekan FEB UNIDA sekaligus Keynote Speakers menuturkan bahwa DGEC 2024 bertujuan untuk mengeksplorasi inovasi dalam penelitian akuntansi dan manajemen, dengan fokus pada adaptasi terhadap era transformasi digital dan keberlanjutan.

Menurutnya, di era digital saat ini transformasi teknologi telah mengubah cara bekerja, berkomunikasi, dan menjalankan bisnis. Teknologi seperti kecerdasan buatan, big data, dan Internet of Things (IoT) telah membuka peluang baru, namun juga menimbulkan tantangan yang harus dihadapi bersama.

“Keberlanjutan menjadi fokus utama, karena kita harus memastikan bahwa perkembangan ekonomi tidak merusak lingkungan dan sumber daya alam. Dalam konteks ini, penting bagi kita untuk mengembangkan strategi bisnis yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga ramah lingkungan dan sosial,” ungkapnya mengawali pemaparan.

Prof. Dr. Sri Harini, M.Si mengatakan, konferensi ini menjadi wadah bagi para akademisi, peneliti, dan praktisi untuk berbagi pengetahuan serta pengalaman dalam menghadapi tantangan ekonomi global tersebut. Konferensi ini juga menjadi platform untuk membangun jaringan dan kolaborasi antara akademisi, peneliti dan praktisi dari berbagai bidang.

“Kami berharap melalui konferensi ini, kita dapat memperkuat kolaborasi dan sinergi antara berbagai lembaga dan negara, serta menghasilkan solusi inovatif yang dapat diterapkan dalam dunia nyata,” tuturnya.

Konferensi ini menghadirkan para narasumber ahli di bidangnya, antara lain Prof. Dr. H. Martin Roestamy, SH., MH (Professor of Law, Universitas Djuanda), Prof. Dr. Tulus Suryanto, M.M., Akt., C.A (Professor of Accounting, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung), Prof. Dr. Rosylin Mohd Yusof (Professor of Financial Economics, Universiti Utara Malaysia), Dr. Abdul Hakim Madiyoh (Faculty of Economics and Business Administration, Thaksin University, Thailand), dan Prof. Dr. Anwar M. Radiamoda, SCL, Ph.D (Director Shari'ah Center Mindanao State University, Philippines).

Sementara itu, bertugas sebagai moderator ialah Assoc. Prof. Dr. Zahra Khusnul Lathifah, M.Pd.I., M.C.E. Adapun para presenter, anggota peneliti dalam paper, dan peserta yang hadir berasal dari berbagai negara, termasuk Malaysia, Singapura, dan Thailand, UK, hingga Uganda, juga berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta se-Indonesia.