[email protected] 0251-8240773
Berita

FH UNIDA Bogor Paparkan Rencana Program Peningkatan Akreditasi dalam Roadshow Hari ke-3 Sosialisasi Pembinaan Program Studi

Universitas Djuanda (UNIDA) Bogor selenggarakan Roadshow Sosialisasi Pembinaan Program Studi di UNIDA Bogor hari ke-3 di Fakultas Hukum (FH) UNIDA Bogor pada Sabtu, 4 Juni 2022. Tim roadshow yang diisi langsung oleh Penasihat Pendidikan Tinggi Yayasan, Prof. Dr. Uman Suherman AS, M.Pd, Dewan Pengawas Universitas (DPU), Samsuri, SE, MM., dan Para Wakil Rektor UNIDA Bogor serta Tim Badan Penjaminan Mutu dan Pengembangan Institusi (BPMPI). Kegiatan yang merupakan bagian dari rencana tindak lanjut evaluasi akreditasi menuju Universitas Unggul ini juga dihadiri oleh para pejabat struktural dan dosen FH UNIDA Bogor.

Dekan FH UNIDA Bogor, Dr. Ahmad Jaka Santos, SH., LLM. dalam paparannya menyampaikan bahwasanya Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) menjadi tantangan bagi FH UNIDA Bogor. MBKM itu sendiri adalah program jika dijalankan dengan baik dapat sangat meningkatkan kualitas baik fakultas maupun universitas. Melalui MBKM mahasiswa dapat berinteraksi dengan dunia luar melalui program-programnya. FH UNIDA Bogor telah melaksanakan MBKM mendapatkan Hibah Program Kompetisi Kampus Merdeka (MBKM). Melalui program MBKM seperti pertukaran mahasiswa atau dosen, FH UNIDA Bogor mendapatkan banyak feedback dan menjadi cerminan untuk langkah-langkah strategis dalam memajukan FH UNIDA Bogor.

?Mengenai Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) perlu adanya terobasan-terobosan untuk relaksasi agar menarik minat calon mahasiswa untuk berkuliah di FH UNIDA Bogor. Dan selanjutnya mengenai sarana prasarana secara fasilitas sudah memadai baik dalam jumlah kelas maupun rasionya akan tetapi itu di luar kelas kerjasama. Selama ini FH UNIDA Bogor diuntungkan dengan pembelajaran daring akan tetapi yang menjadi pekerjaan rumah jika nantinya pembelajaran sudah mulai luring. Oleh karena itu perlu penambahan fasilitas sarana dan prasarana termasuk ruang kelas yang memadai. Sarana praktikum peradilan semu baik peradilan umum maupun agama telah memadai,? tuturnya.

Sementara itu Prof. Dr. Uman Suherman AS, M.Pd. dalam arahannya menuturkan bahwa masalah pembangunan walaupun dalam kesulitan tetapi harus optimis akan tetap berjalan. Coba kembangkan kelompok bidang keahlian jadi dibangun terlebih dahulu perkelompok sesuai dengan bidang keahlian dan rumpun mata kuliah. Untuk mahasiswa karyawan sulit untuk berprestasi dalam akademik maupun non akademik dibandingkan dengan mahasiswa kelas reguler dikarenakan lebih banyak keperluan selain kuliah. Oleh karena itu peningkatan prestasi baiknya lebih banyaknya dilakukan di kelas reguler. Perlu dipikirkan apa yang menjadi kelebihan Prodi Hukum UNIDA Bogor dengan universitas lainnya agar mahasiswa asing tertarik dengan FH UNIDA Bogor. Mengenai MBKM di FH UNIDA Bogor walaupun setelah selesai PKKM nanti tetap harus berjalan dan ditingkatkan dengan cara kerjasama atau MoU.

?Kita juga harus mengetahui bagaimana animo masyarakat dan apresiasi masyarakat terhadap UNIDA Bogor termasuk FH UNIDA Bogor dan kita harus mendapatkan kepercayaan dari masyarakat. Mahasiswa perlu bangga terhadap almamaternya sehingga mahasiswa tersebut mau berkontribusi terhadap almamaternya. Saya bangga di UNIDA Bogor karena di setiap fakultas dan Prodi telah memiliki rencana dan target yang akan dicapai. Dan mengenai seminar baiknya dalam setiap seminar itu Prodi yang melaksanakan didukung oleh fakultas dan didukung oleh universitas sehingga itu lebih bernilai. Mengenai tulisan mahasiswa baiknya diwajibkan setiap akan sidang itu diwajibkan publish di jurnal minimal lokal untuk S1 dan bisa juga di jurnal nasional. Akan tetapi harus dipersiapkan sejak awal sehingga mahasiswa dapat mempersiapkan jangan di akhir sehingga dapat menyebakan kesulitan di mahasiswa,? tutur Prof. Dr. Uman Suherman AS, M.Pd.

Pada kesempaan yang sama, Wakil Rektor I UNIDA Bogor, Aal Lukmanul Hakim, SH., MH dalam paparannya menyatakan roadshow ini dilaksanakan agar setiap Prodi tahu apa saja yang sudah dilaksanakan, apa saja yang menjadi kendala, dan bagaimana tindak lanjut dari masalah tersebut. Sehingga memiliki rencana yang akan dilaksanakan. Akreditasi ini bukan hanya mengenai fasilitas atau suatu hal lainnya akan tetapi mencakup secara keseluruhan baik dari fasilitas, penelitian, pendidikan dan sebagainya secara menyeluruh. Dalam jangka waktu terdekat universitas berencana akan me-review struktur kurikulum. Untuk kebijakan mengenai Sumber Daya Manusia (SDM), keuangan dan sarana prasana itu kebijakan yayasan sehingga itu ditentukan oleh yayasan. Diharapkan proposal laboratorium setiap Prodi secepatnya dikumpulkan sehingga nantinya dapat membuat skala prioritas yang mana yang perlu didahulukan dan untuk peningkatan kualitas.

?Mengenai percepatan Jabatan Akademik Dosen (JAD) nantinya akan ada pelatihan tim operator JAD dan kedepannya tanggung jawab JAD ada di Prodi dan fakultas yang dipimpin oleh Wakil Dekan Akademik. Rencananya nanti akan ada penjaminan mutu di setiap fakultas dan Prodi,? ungkap Aal Lukmanul Hakim, SH., MH.

Selanjutnya Wakil Dekan III UNIDA Bogor, Dr. Ir. Ristika Handarini, MP dalam paparannya menambahkan bahwa dalam proses pengajuan proposal Simblitabnas itu akan direvisi SOP-nya untuk memudahkan. Peningkatan kualitas penelitian itu menjadi sangat penting dan perlu perhatikan. Dosen berkegiatan di luar kampus akan di-SOP-kan sehingga akan menjadi acuan bagi setiap dosen yang akan beraktifitas di luar kampus sehingga kegiatan di luar kampus tersebut trekognisi.

?Mengenai MBKM ini harus sejalan antara fakultas termasuk FH UNIDA Bogor dengan perguruan tingga yaitu UNIDA Bogor. Jadi setelah selesai PKKM akan tetap berjalan dan universitas terbiasa dengan pelaksanaan MBKM,? tambah Dr. Ir. Ristika Handarini, MP.