FH UNIDA Bogor Paparkan Rencana Program Peningkatan Akreditasi dalam Roadshow Hari ke-3 Sosialisasi Pembinaan Program Studi
Universitas Djuanda
(UNIDA) Bogor selenggarakan Roadshow
Sosialisasi Pembinaan Program Studi di UNIDA Bogor hari ke-3 di Fakultas Hukum (FH) UNIDA Bogor pada Sabtu, 4 Juni 2022. Tim roadshow yang diisi langsung oleh
Penasihat Pendidikan Tinggi Yayasan, Prof. Dr. Uman Suherman AS, M.Pd, Dewan
Pengawas Universitas (DPU), Samsuri, SE, MM., dan Para Wakil Rektor UNIDA Bogor
serta Tim Badan Penjaminan Mutu dan Pengembangan Institusi (BPMPI). Kegiatan yang merupakan bagian dari
rencana tindak lanjut evaluasi akreditasi menuju Universitas Unggul ini juga dihadiri oleh para
pejabat struktural dan dosen FH UNIDA Bogor.
Dekan FH UNIDA
Bogor, Dr. Ahmad Jaka Santos, SH., LLM. dalam paparannya menyampaikan bahwasanya Merdeka Belajar
Kampus Merdeka (MBKM) menjadi tantangan bagi FH UNIDA Bogor. MBKM itu sendiri adalah
program jika dijalankan dengan baik dapat sangat meningkatkan kualitas baik
fakultas maupun universitas.
Melalui MBKM mahasiswa dapat berinteraksi dengan dunia
luar melalui program-programnya. FH UNIDA Bogor telah melaksanakan MBKM mendapatkan
Hibah Program Kompetisi Kampus Merdeka (MBKM). Melalui program MBKM seperti pertukaran mahasiswa
atau dosen, FH UNIDA Bogor mendapatkan banyak feedback dan menjadi
cerminan untuk langkah-langkah strategis dalam memajukan FH UNIDA Bogor.
?Mengenai
Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) perlu adanya terobasan-terobosan untuk
relaksasi agar menarik minat calon mahasiswa untuk berkuliah di FH UNIDA Bogor. Dan selanjutnya
mengenai
sarana prasarana secara fasilitas sudah memadai baik dalam jumlah kelas maupun
rasionya akan tetapi itu di luar kelas kerjasama. Selama ini FH UNIDA Bogor diuntungkan dengan
pembelajaran daring akan tetapi yang menjadi pekerjaan rumah jika nantinya
pembelajaran sudah mulai luring.
Oleh karena itu perlu penambahan fasilitas sarana dan prasarana termasuk ruang kelas
yang memadai. Sarana praktikum peradilan semu baik peradilan umum maupun agama telah memadai,? tuturnya.
Sementara itu Prof.
Dr. Uman Suherman AS, M.Pd. dalam arahannya menuturkan
bahwa masalah pembangunan walaupun dalam kesulitan tetapi
harus optimis akan tetap berjalan. Coba kembangkan kelompok bidang keahlian jadi
dibangun terlebih dahulu perkelompok sesuai dengan bidang keahlian dan rumpun
mata kuliah. Untuk mahasiswa karyawan
sulit untuk berprestasi dalam akademik maupun non akademik dibandingkan dengan
mahasiswa kelas reguler dikarenakan lebih banyak keperluan selain kuliah. Oleh karena itu
peningkatan prestasi baiknya lebih banyaknya dilakukan di kelas reguler. Perlu
dipikirkan apa yang menjadi kelebihan Prodi Hukum UNIDA Bogor dengan
universitas lainnya agar mahasiswa asing tertarik dengan FH UNIDA Bogor. Mengenai MBKM di FH
UNIDA Bogor walaupun setelah selesai PKKM nanti tetap harus berjalan dan
ditingkatkan dengan cara kerjasama atau MoU.
?Kita juga harus
mengetahui bagaimana animo masyarakat dan apresiasi masyarakat terhadap UNIDA
Bogor termasuk FH UNIDA Bogor dan kita harus mendapatkan kepercayaan dari
masyarakat. Mahasiswa perlu bangga terhadap
almamaternya sehingga mahasiswa tersebut mau berkontribusi terhadap
almamaternya. Saya bangga di UNIDA Bogor karena di setiap fakultas dan Prodi telah
memiliki rencana dan target yang akan dicapai. Dan mengenai seminar baiknya
dalam setiap seminar itu Prodi yang melaksanakan didukung oleh fakultas dan
didukung oleh universitas sehingga itu lebih bernilai. Mengenai tulisan
mahasiswa baiknya diwajibkan setiap akan sidang itu diwajibkan publish di jurnal minimal lokal untuk S1
dan bisa juga di jurnal nasional.
Akan tetapi harus dipersiapkan sejak awal sehingga mahasiswa
dapat mempersiapkan jangan di akhir sehingga dapat menyebakan kesulitan di mahasiswa,? tutur Prof.
Dr. Uman Suherman AS, M.Pd.
Pada kesempaan yang
sama, Wakil Rektor I UNIDA Bogor,
Aal Lukmanul Hakim, SH., MH dalam paparannya menyatakan roadshow ini dilaksanakan agar setiap Prodi tahu apa saja yang sudah
dilaksanakan, apa saja yang menjadi kendala, dan bagaimana tindak lanjut dari
masalah tersebut. Sehingga memiliki rencana yang akan dilaksanakan. Akreditasi
ini bukan hanya mengenai fasilitas atau suatu hal lainnya akan tetapi mencakup
secara keseluruhan baik dari fasilitas, penelitian, pendidikan dan sebagainya
secara menyeluruh. Dalam jangka waktu terdekat universitas berencana akan me-review struktur kurikulum. Untuk
kebijakan mengenai Sumber Daya Manusia (SDM), keuangan dan sarana prasana itu
kebijakan yayasan sehingga itu ditentukan oleh yayasan. Diharapkan proposal
laboratorium setiap Prodi secepatnya dikumpulkan sehingga nantinya dapat membuat
skala prioritas yang mana yang perlu didahulukan dan untuk peningkatan kualitas.
?Mengenai percepatan Jabatan Akademik Dosen (JAD) nantinya akan ada
pelatihan tim operator JAD dan kedepannya tanggung jawab JAD ada di Prodi dan
fakultas yang dipimpin oleh Wakil Dekan Akademik. Rencananya nanti akan ada
penjaminan mutu di setiap fakultas dan Prodi,? ungkap Aal Lukmanul Hakim, SH.,
MH.
Selanjutnya Wakil Dekan III UNIDA Bogor, Dr. Ir. Ristika Handarini, MP
dalam paparannya menambahkan bahwa dalam proses pengajuan proposal Simblitabnas
itu akan direvisi SOP-nya untuk memudahkan. Peningkatan kualitas penelitian itu
menjadi sangat penting dan perlu perhatikan. Dosen berkegiatan di luar kampus
akan di-SOP-kan sehingga akan menjadi acuan bagi setiap dosen yang akan
beraktifitas di luar kampus sehingga kegiatan di luar kampus tersebut trekognisi.
?Mengenai MBKM ini harus sejalan antara fakultas termasuk FH UNIDA Bogor dengan perguruan tingga yaitu UNIDA Bogor. Jadi setelah selesai PKKM akan tetap berjalan dan universitas terbiasa dengan pelaksanaan MBKM,? tambah Dr. Ir. Ristika Handarini, MP.
