FH UNIDA Hadirkan Auditor Inspektorat Jenderal Kemendes dalam Program Praktisi Mengajar
Fakultas Hukum (FH) Universitas Djuanda (UNIDA) menghadirkan Auditor Ahli Muda Inspektorat Jenderal Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Muhamad Faisal Aulia, sebagai narasumber dalam kegiatan Praktisi Mengajar Semester Ganjil Tahun Akademik 2025/2026. Kegiatan ini diselenggarakan pada Rabu (17/12/2025) di Ruang Kelas FH UNIDA dengan mengangkat topik “Sosiologi Hukum”.
Dekan FH UNIDA, Dr. Nurwati, S.H., M.H dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai sosiologi hukum memiliki peran penting dalam membantu mahasiswa memahami dinamika hukum yang berkembang di tengah masyarakat.
Menurutnya, kehadiran praktisi yang berpengalaman dalam menganalisis fenomena hukum dari perspektif sosiologis menjadi bekal berharga bagi mahasiswa hukum. Pemahaman sosiologi hukum dinilai krusial bagi calon sarjana hukum agar mampu membaca relasi antara hukum dan realitas sosial.
“Mahasiswa perlu memahami bagaimana hukum bekerja dalam kehidupan masyarakat, bagaimana respons publik terhadap hukum, serta bagaimana perubahan sosial memengaruhi pembentukan dan penegakan hukum,” ujarnya.
Dalam sesi pemaparan materi, Muhamad Faisal Aulia menekankan pentingnya kemampuan analisis kritis dalam memahami berbagai fenomena hukum. Ia menegaskan bahwa mahasiswa hukum memiliki peran sosial sebagai agen perubahan, yang dituntut mampu menyampaikan kritik kebijakan pemerintah secara konstruktif dengan berbasis data yang valid.
Faisal juga menyoroti pentingnya komunikasi yang terstruktur dan transparan antara pemerintah dan masyarakat guna menghindari miskomunikasi dalam implementasi kebijakan dan regulasi hukum.
“Hukum tidak akan berjalan efektif apabila masyarakat tidak memahami, atau keliru memahami, substansi dari aturan yang berlaku,” tuturnya.
Lebih lanjut, Faisal menyinggung peran Generasi Z yang memiliki akses luas terhadap informasi melalui media sosial. Menurutnya, semangat Gen Z dalam menyuarakan isu-isu sosial perlu diimbangi dengan kemampuan memilah informasi, memverifikasi sumber, serta memahami konteks hukum dari setiap isu yang beredar.
Sebagai ilustrasi, Faisal mengangkat contoh transformasi Kereta Rel Listrik (KRL) di Indonesia pada masa kepemimpinan Ignasius Jonan sebagai Direktur Utama PT KAI. Contoh tersebut menunjukkan bahwa kepemimpinan yang kuat dan konsisten mampu membawa perubahan sistemik yang signifikan.
“Dulu kondisi KRL sangat memprihatinkan, sekarang jauh lebih baik dan nyaman. Hal ini menunjukkan peran penting kepemimpinan yang tepat,” ungkapnya.
Faisal menegaskan filosofi leader has to be seen by example, bahwa pemimpin harus memberikan teladan. Prinsip tersebut relevan dalam konteks penegakan hukum dan reformasi institusi.
“Pemimpin yang baik harus memulai dari nilai-nilai dasar, seperti jujur, berintegritas, dan bertanggung jawab. Perubahan dimulai dari diri sendiri, kemudian meluas ke keluarga, lingkungan sosial, hingga berdampak pada negara,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan mahasiswa FH UNIDA agar senantiasa menjaga integritas dan profesionalisme. Kritik terhadap sistem hukum harus disampaikan melalui analisis yang matang dan berbasis data, sehingga menjadi bagian dari proses perbaikan bersama.
Menutup sesi, Faisal berharap kegiatan ini dapat memberikan perspektif baru bagi mahasiswa mengenai hukum sebagai fenomena sosial.
“Hukum bukan sekadar pasal dan ayat, melainkan berkaitan erat dengan manusia, masyarakat, dan perubahan sosial. Mari kita manfaatkan forum ini untuk berdiskusi dan belajar menjadi praktisi hukum yang cerdas secara intelektual serta bijaksana dalam kehidupan sosial,” pungkasnya.