[email protected] 0251-8240773
Berita

FH UNIDA Kunjungan Studi ke MARA Malaysia, Perkuat Pengayaan Kajian Mata Kuliah Hukum dan Pembangunan

Delegasi perguruan tinggi yang tergabung dalam The ASEANACA Academic Association, termasuk Fakultas Hukum Universitas Djuanda (FH UNIDA), melaksanakan kunjungan studi ke kantor pusat Majelis Amanah Rakyat (MARA) di Kuala Lumpur, pada Selasa (27/1/2026). Kegiatan ini dirancang sebagai bagian dari penguatan akademik, khususnya sebagai bahan kajian dalam Mata Kuliah Hukum dan Pembangunan di Fakultas Hukum Universitas Djuanda.

Kunjungan ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk mempelajari secara langsung model kelembagaan MARA dalam mendorong pembangunan ekonomi dan pendidikan masyarakat Bumiputera di Malaysia. MARA merupakan badan di bawah Kementerian Pembangunan Usahawan Malaysia yang dibentuk pada 1 Maret 1966 dan memiliki mandat strategis dalam pengembangan pendidikan, ekonomi, serta pemberdayaan sosial masyarakat.

Dalam sesi pemaparan, perwakilan MARA menyampaikan sejarah pendirian lembaga, arah kebijakan, serta berbagai program unggulan yang dijalankan. Materi yang disampaikan mencakup skema pembiayaan usaha kecil dan menengah, program pelatihan dan peningkatan keterampilan, serta peran institusi pendidikan MARA dalam mencetak sumber daya manusia yang berdaya saing. Paparan tersebut menjadi referensi empiris bagi peserta untuk memahami relasi antara kebijakan publik, kerangka hukum, dan pembangunan ekonomi.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke sejumlah unit operasional, antara lain Bahagian Pembiayaan, Bahagian Latihan, serta Bahagian Infrastruktur Komersial (BIK). Pada sesi ini, peserta memperoleh gambaran mengenai peran hukum dan regulasi dalam pengelolaan kawasan industri, penyediaan infrastruktur komersial, serta upaya standarisasi dan sertifikasi seperti MESTI, Halal, dan Good Manufacturing Practice (GMP) sebagai bagian dari strategi pembangunan ekonomi berkelanjutan.

Wakil Rektor I UNIDA, Dr. Aal Lukmanul Hakim, S.H., M.H menegaskan bahwa kunjungan studi ini memiliki relevansi kuat dengan penguatan kurikulum.

“Kegiatan ini menjadi sumber pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa, khususnya dalam Mata Kuliah Hukum dan Pembangunan. Peserta dapat mengkaji bagaimana desain kelembagaan, kebijakan publik, dan instrumen hukum berperan dalam mendorong pembangunan ekonomi,” ujarnya.

Senada dengan hal tesebut, Wakil Dekan Non Akademik FH UNIDA Muhamad Aminulloh, SS., M.H menyampaikan bahwa pengalaman akademik ini memperkaya pemahaman terhadap praktik pembangunan di luar konteks nasional. Menurutnya, model kelembagaan MARA dapat menjadi studi perbandingan yang relevan untuk dianalisis dalam diskursus hukum dan pembangunan di Indonesia.

“Kegiatan kunjungan studi ini diharapkan dapat menghasilkan bahan diskusi, pengayaan materi perkuliahan, serta kajian akademik lanjutan di Fakultas Hukum Universitas Djuanda,” ungkapnya.