FILKOM UNIDA Adakan Lokakarya Kurikulum, Selaraskan Pembelajaran dengan Kebutuhan Dunia Usaha dan Industri TIK
Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) Universitas Djuanda (UNIDA) menyelenggarakan Lokakarya Kurikulum bertema “Transformasi Kurikulum Program Studi Ilmu Komputer Mengikuti Perkembangan dan Implementasi TIK pada Dunia Usaha dan Dunia Industri”, Selasa (18/11/2025). Kegiatan yang berlangsung secara hybrid di Ruang Smartclass 003 FILKOM UNIDA dan melalui platform Zoom Cloud Meeting tersebut menghadirkan narasumber dari berbagai bidang untuk memberikan perspektif menyeluruh tentang kebutuhan industri terhadap lulusan ilmu komputer, antara lain Asessor LAM Imfokom, Dr. Imam Marzuki Shofi, M.T, Ceo DR. MATT, Yulia Mustika Wati, M.M, dan Alumni FILKOM UNIDA, Faturachman Achmad, S.Kom.
Dekan FILKOM UNIDA, Dr. Ir. Himmatul Miftah, M.Si dalam sambutannya menyampaikan bahwa lokakarya ini merupakan langkah strategis dalam peningkatan kualitas pendidikan di lingkungan fakultas.
“Lokakarya ini menjadi momentum penting bagi FILKOM UNIDA untuk mengevaluasi dan menyempurnakan kurikulum agar selaras dengan perkembangan teknologi informasi dan kebutuhan industri saat ini. FILKOM UNIDA berkomitmen menghadirkan lulusan yang kompeten secara akademis dan matang menghadapi tantangan dunia kerja,” ujarnya.
Memasuki pemaparan pertama, Asesor LAM Infokom Dr. Imam Marzuki Shofi, M.T menjelaskan urgensi penerapan Model Kurikulum Outcome-Based Education (OBE) APTIKOM dalam penyusunan kurikulum Program Studi Ilmu Komputer. Menurutnya, capaian pembelajaran lulusan (CPL) harus terukur dan tercermin secara sistematis dalam setiap mata kuliah.
“Profil lulusan adalah serangkaian outcome yang dirumuskan secara jelas dan terukur, menggambarkan kemampuan yang diharapkan dari seorang lulusan program studi. Profil ini menjadi indikator potensi lulusan dalam memenuhi kompetensi profesional pada level yang sesuai,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa penyusunan profil lulusan dapat diturunkan dari peta okupasi dan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).
“Pemetaan bahan kajian terhadap mata kuliah perlu dilakukan agar terlihat turunan kompetensi yang memengaruhi keluasan kemampuan lulusan,” tambahnya.
Pemateri kedua, CEO DR. MATT Yulia Mustika Wati, M.M menyoroti fenomena kesenjangan antara pendidikan dan dunia kerja. Berdasarkan data 2022–2024, jumlah pengangguran lulusan SLTA cenderung menurun, sementara lulusan perguruan tinggi justru meningkat.
“Terjadi fenomena mismatch pendidikan dan pekerjaan, baik horizontal maupun vertikal. Lulusan TIK harus mampu mengambil peran di tingkat global, regional, nasional, maupun lokal,” ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya penguasaan kompetensi inti di bidang otomasi, seperti pemrograman sistem, bahasa pemrograman untuk otomasi, Internet of Things (IoT), dan sistem tertanam. Menurutnya, teknologi relevan masa depan seperti energi hijau harus menjadi fokus pembelajaran.
“Generasi Z yang lahir sudah memegang gawai seharusnya dapat menjadi sangat ahli dan memiliki etos kerja tinggi karena keterampilannya sudah terbentuk sejak dini. Outcome yang diharapkan adalah lulusan berakhlak mulia dan mampu merancang sistem otomasi industri berbasis perangkat keras,” tuturnya.
Selanjutnya, alumni FILKOM UNIDA, Faturachman Achmad, S.Kom memberikan pandangan dari sudut praktisi dan mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan ini. Ia menilai bahwa ruang lingkup ilmu komputer sangat luas, mencakup perangkat lunak, kecerdasan buatan, jaringan komputer, hingga IoT.
“Mahasiswa perlu memperbanyak praktik yang diimbangi dengan teori agar dapat fokus pada bidangnya dan menggali lebih dalam, tidak sebatas pemahaman dasar,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan menjadi langkah awal penyempurnaan kurikulum yang semakin responsif terhadap dinamika teknologi dan kebutuhan industri.
“Dengan demikian, program studi dapat menghasilkan lulusan yang kompeten dan siap bersaing di era digital,” tambahnya.
Kegiatan ditutup dengan pemaparan lanjutan, sesi diskusi, dan foto bersama seluruh peserta dan narasumber.