[email protected] 0251-8240773
Berita

FILKOM UNIDA Hadirkan Praktisi IT dari Bea Cukai, Bahas Transformasi Digital di Sektor Pemerintahan

Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) Universitas Djuanda (UNIDA) menyelenggarakan kuliah umum dengan menghadirkan Eva Maulina Aritonang, S.Kom., M.Kom sebagai narasumber yang membagikan pengalaman mengenai penerapan Teknologi Informasi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cuka, pada Kamis (10/7/2025) di Smartclass FILKOM UNIDA.

Dalam pemaparannya, Eva Maulina Aritonang, S.Kom., M.Kom menguraikan bagaimana lembaga pemerintah memanfaatkan teknologi sebagai fondasi utama untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan integrasi layanan publik. Topik utama yang dibahas meliputi implementasi arsitektur microservices dan three-tier architecture, serta strategi pengembangan kapasitas diri untuk menghadapi tantangan dunia IT masa kini dan mendatang.

"Pendekatan modern seperti microservices telah banyak diadopsi oleh berbagai marketplace untuk mendukung sistem yang scalable dan agile. Sementara three-tier architecture diperkenalkan sebagai salah satu metode pembangunan sistem yang berkelanjutan dan mudah dikelola," terangnya.

Turut hadir Dekan Fakultas Ilmu Komputer, Dr. Ir. Himmatul Miftah, M.Si., MPM, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan agenda penting dalam mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) fakultas.

"Kuliah umum dengan narasumber dari praktisi langsung seperti ini tidak hanya memperkaya wawasan mahasiswa, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan kualitas pembelajaran dan relevansi kurikulum dengan kebutuhan industri," ujarnya

Dr. Ir. Himmatul Miftah, M.Si., MPM menekankan pada pentingnya pengembangan kapasitas individu, baik dari aspek keterampilan teknis maupun soft skill seperti kolaborasi, komunikasi, dan kemampuan menggali potensi diri. Hal ini dianggap sebagai kunci dalam mempersiapkan sumber daya manusia IT yang siap bersaing dan berkontribusi optimal di era transformasi digital.

“Kuliah umum ini merupakan bagian dari upaya Fakultas Ilmu Komputer Universitas Djuanda untuk menjembatani gap antara dunia akademik dan industri, serta memastikan lulusannya memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja saat ini,” ungkapnya.