FIPHAL UNIDA Berdayakan Warga Melalui Pelatihan dan Pendampingan Penerapan Teknologi Produksi dan Pengolahan Jamur Tiram
Fakultas
Ilmu Pangan Halal (FIPHAL) Universitas Djuanda (UNIDA) laksanakan kegiatan
pengabdian kepada masyarakat di Desa Bojong Murni, Kecamatan Ciawi, Kabupaten
Bogor, melalui kegiatan Pelatihan dan Pendampingan Penerapan Teknologi Produksi
dan Pengolahan Jamur Tiram Skala UMKM untuk Pangan Fungsional dan Sumber
Protein Nabati. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dari awal Desember hingga
akhir Desember 2022 bertempat di Kelompok Tani Hutan (KTH) Sadar Tani Muda Desa
Bojong Murni.
Ketua Tim
Pengabdian, Dr. Ir. Helmi Haris, M.S, menuturkan, rangkaian kegiatan pelatihan
dan pendampingan ini diawali dengan pembuatan rumah produksi jamur tiram yang
disebut dengan kumbung, pengayaan baglog, hingga penumbuhan jamur tiram. Tidak
sampai disitu, pada kegiatan ini juga dilakukan pelatihan dan pendampingan kembali
mengenai bagaimana pengolahan jamur tiram guna menjadi produk yang memiliki
nilai tambah.
“Hari ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat yang kami laksanakan dengan melakukan penyuluhan sekaligus pendampingan
kepada mitra yang dalam hal ini ialah Kelompok Tani Hutan (KTH) Sadar Tani Muda
di
Desa Bojong Murni, berupa penerapan teknologi produksi
dan pengolahan jamur tiram skala UMKM untuk pangan fungsional dan sumber
protein nabati,” tuturnya.
Dr. Ir.
Helmi Haris, M.S mengatakan, Desa Bojong Murni dipilih sebagai tempat
pelaksanaan pengabdian dikarenakan memiliki potensi berkaitan dengan
pembudidayaan jamur tiram. Selain itu, kegiatan kepemudaan desa banyak
digerakan oleh KTH Sadar Tani Muda yang diisi oleh anak-anak muda, oleh karena
itu diharapkan program dapat berkelanjutan.
“Kami
berkomitmen agar dapat menjadikan Desa Bojong Murni ini sebagai desa binaan, sehingga kami
berharap desa ini menjadi
desa percontohan dengan ketahanan pangan yang baik. Tentu
harapannya ada keberlanjutan dari
program yang dijalankan agar dapat memberikan tambahan penghasilan. Jadi jangan sampai selesai dari sini tidak ada keberlanjutan,” terangnya.
“Nantinya,
tidak hanya dijual dalam bentuk mentah, tetapi diolah lagi menjadi produk bernilai
pangan bernilai jual. Ini yang kita praktikkan yaitu pembuatan jamur krispi dan
nugget jamur yang diberi nama Tiramuda,” tambahnya.
Dr. Ir.
Helmi Haris, M.S, dalam kesempatan ini juga menyampaikan bahwa kegiatan
pengabdian kepada masyarakat ini terlaksana dengan dukungan Direktorat
Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Kementerian Pendidikan,
Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui Program
Insentif Pengabdian Masyarakat
yang Terintegrasi dengan Merdeka Belajar Kampus
Merdeka (MBKM) Berbasis Kinerja IKU bagi
PTS Tahun 2022.
Sementara
itu, Ketua KTH Sadar Tani Muda, Iyan Supriyadi, menyampaikan rasa syukur dan
terima kasih atas terselenggaranya kegiatan pelatihan dan pendampingan yang
dilaksanakan. Iyan Supriyadi berharap hadirnya tim pengabdian FIPHAL UNIDA
dapat memberikan motivasi, selain wawasan dan pengetahuan yang dapat
menghasilkan dampak positif bagi masyarakat Desa Bojong Murni, khususnya KTH
Sadar Tani Muda.
“Kami
ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada tim
pengabdian FIPHAL UNIDA, juga kepada aparat Pemerintah
Desa yang diwakili oleh Pak
RW, beserta Bapak Ibu peserta
yang turut hadir mengikuti rangkaian kegiatan yang insyaAllah membawa kebaikan bagi kita semua. Alhamdulillah,
ini juga adalah bukti keseriusan kami, bukan hanya sebatas merealisasikan kegiatan, tetapi kami ingin adanya perubahan,” ujarnya mengawali sambutan.
Iyan
Supriyadi menyebutkan, banyak contoh sukses dari
pembudidayaan dan pengolahan jamur, khususnya
yang berada di wilayah Kabupaten Bogor. Sehingga hal ini
diharapkan menjadi nilai
tambah untuk KTH Sadar Tani Muda
dalam memanfaatkan peluang guna meningkatkan
pendapatan.
“Mari
kita ikuti kegiatan ini
dengan seksama agar bisa menjadi modal bagi kita ke depan. Tim FIPHAL
UNIDA datang kesini membawa dan
berbagi ilmunya
kepada kita, selanjutnya tergantung kita, apakah bisa kita aplikasikan atau tidak. Setidaknya dengan bekal ilmu pembudidayaan dan pengolahan
jamur ini, taraf ekonomi kita bisa
meningkat,” pungkasnya.
Pada
kesempatan yang sama, salah satu Tim Pengabdian Dr. Ir. Ridwan Rachmat, M.Agr
yang hadir sebagai narasumber pelatihan memaparkan secara teknis terkait dengan
pembudidayaan dan pengolahan jamur tiram.
Dalam
paparannya, Dr. Ir. Ridwan Rachmat, M.Agr menjelaskan bahwa jamur tiram
merupakan salah satu jamur konsumsi yang bernilai tinggi, bentuknya unik
seperti cangkang tiram sehingga dinamakan jamur tiram. Di alam liar jamur tiram
merupakan tumbuhan saprofit yang hidup dikayu-kayu lunak dan memperoleh bahan
makanan dengan memanfaatkan sisa-sisa bahan organik.
“Budidaya
jamur tiram dapat dilakukan dengan skala rumahan atau bisnis. Pertumbuhan jamur
tiram sangat bergantung pada faktor fisik seperti suhu, kelembapan, cahaya dan
sirkulasi udara. Oleh karena itu budidaya jamur tiram memerlukan lahan dan
pembangunan rumah budidaya jamur yang disebut kumbung. Ini menjadi tempat
merawat baglog dan menumbuhkan jamur,” jelasnya.
Lebih
jauh, Dr. Ir. Ridwan Rachmat, M.Agr berharap agar kegiatan pelatihan dan
pendampingan seperti ini dapat momentum untuk lebih berperan memajukan
masyarakat.
“Semoga
ini menjadi trigger untuk
kegiatan-kegiatan lainnya yang bersifat memberdayakan masyarakat, dan juga ke
depan apa yang sudah dirintis oleh FIPHAL UNIDA ini bisa dikerjasamakan dengan
BRIN untuk bisa lebih dikembangkan baik dari skema risetnya, diseminasinya,
maupun hilirisasi hasil riset,” tutur Dr. Ir. Ridwan Rachmat, M.Agr yang juga
merupakan peneliti pada Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pasca Panen
Pertanian, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.