[email protected] 0251-8240773
Berita

FIPHAL UNIDA Berdayakan Warga Melalui Pelatihan dan Pendampingan Penerapan Teknologi Produksi dan Pengolahan Jamur Tiram

Fakultas Ilmu Pangan Halal (FIPHAL) Universitas Djuanda (UNIDA) laksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Bojong Murni, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, melalui kegiatan Pelatihan dan Pendampingan Penerapan Teknologi Produksi dan Pengolahan Jamur Tiram Skala UMKM untuk Pangan Fungsional dan Sumber Protein Nabati. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dari awal Desember hingga akhir Desember 2022 bertempat di Kelompok Tani Hutan (KTH) Sadar Tani Muda Desa Bojong Murni.

Ketua Tim Pengabdian, Dr. Ir. Helmi Haris, M.S, menuturkan, rangkaian kegiatan pelatihan dan pendampingan ini diawali dengan pembuatan rumah produksi jamur tiram yang disebut dengan kumbung, pengayaan baglog, hingga penumbuhan jamur tiram. Tidak sampai disitu, pada kegiatan ini juga dilakukan pelatihan dan pendampingan kembali mengenai bagaimana pengolahan jamur tiram guna menjadi produk yang memiliki nilai tambah.

Hari ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat yang kami laksanakan dengan melakukan penyuluhan sekaligus pendampingan kepada mitra yang dalam hal ini ialah Kelompok Tani Hutan (KTH) Sadar Tani Muda di Desa Bojong Murni, berupa penerapan teknologi produksi dan pengolahan jamur tiram skala UMKM untuk pangan fungsional dan sumber protein nabati,” tuturnya.

Dr. Ir. Helmi Haris, M.S mengatakan, Desa Bojong Murni dipilih sebagai tempat pelaksanaan pengabdian dikarenakan memiliki potensi berkaitan dengan pembudidayaan jamur tiram. Selain itu, kegiatan kepemudaan desa banyak digerakan oleh KTH Sadar Tani Muda yang diisi oleh anak-anak muda, oleh karena itu diharapkan program dapat berkelanjutan.

“Kami berkomitmen agar dapat menjadikan Desa Bojong Murni ini sebagai desa binaan, sehingga kami berharap desa ini menjadi desa percontohan dengan ketahanan pangan yang baik. Tentu harapannya ada keberlanjutan dari program yang dijalankan agar dapat memberikan tambahan penghasilan. Jadi jangan sampai selesai dari sini tidak ada keberlanjutan,” terangnya.

“Nantinya, tidak hanya dijual dalam bentuk mentah, tetapi diolah lagi menjadi produk bernilai pangan bernilai jual. Ini yang kita praktikkan yaitu pembuatan jamur krispi dan nugget jamur yang diberi nama Tiramuda,” tambahnya.

Dr. Ir. Helmi Haris, M.S, dalam kesempatan ini juga menyampaikan bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini terlaksana dengan dukungan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui Program Insentif Pengabdian Masyarakat yang Terintegrasi dengan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Berbasis Kinerja IKU bagi PTS Tahun 2022.

Sementara itu, Ketua KTH Sadar Tani Muda, Iyan Supriyadi, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan pelatihan dan pendampingan yang dilaksanakan. Iyan Supriyadi berharap hadirnya tim pengabdian FIPHAL UNIDA dapat memberikan motivasi, selain wawasan dan pengetahuan yang dapat menghasilkan dampak positif bagi masyarakat Desa Bojong Murni, khususnya KTH Sadar Tani Muda.

Kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada tim pengabdian FIPHAL UNIDA, juga kepada aparat Pemerintah Desa yang diwakili oleh Pak RW, beserta Bapak Ibu peserta yang turut hadir mengikuti rangkaian kegiatan yang insyaAllah membawa kebaikan bagi kita semua. Alhamdulillah, ini juga adalah bukti keseriusan kami, bukan hanya sebatas merealisasikan kegiatan, tetapi kami ingin adanya perubahan,” ujarnya mengawali sambutan.

Iyan Supriyadi menyebutkan, banyak contoh sukses dari pembudidayaan dan pengolahan jamur, khususnya yang berada di wilayah Kabupaten Bogor. Sehingga hal ini diharapkan menjadi nilai tambah untuk KTH Sadar Tani Muda dalam memanfaatkan peluang guna meningkatkan pendapatan.

“Mari kita ikuti kegiatan ini dengan seksama agar bisa menjadi modal bagi kita ke depan. Tim FIPHAL UNIDA datang kesini membawa dan berbagi ilmunya kepada kita, selanjutnya tergantung kita, apakah bisa kita aplikasikan atau tidak. Setidaknya dengan bekal ilmu pembudidayaan dan pengolahan jamur ini, taraf ekonomi kita bisa meningkat,” pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama, salah satu Tim Pengabdian Dr. Ir. Ridwan Rachmat, M.Agr yang hadir sebagai narasumber pelatihan memaparkan secara teknis terkait dengan pembudidayaan dan pengolahan jamur tiram.

Dalam paparannya, Dr. Ir. Ridwan Rachmat, M.Agr menjelaskan bahwa jamur tiram merupakan salah satu jamur konsumsi yang bernilai tinggi, bentuknya unik seperti cangkang tiram sehingga dinamakan jamur tiram. Di alam liar jamur tiram merupakan tumbuhan saprofit yang hidup dikayu-kayu lunak dan memperoleh bahan makanan dengan memanfaatkan sisa-sisa bahan organik.

“Budidaya jamur tiram dapat dilakukan dengan skala rumahan atau bisnis. Pertumbuhan jamur tiram sangat bergantung pada faktor fisik seperti suhu, kelembapan, cahaya dan sirkulasi udara. Oleh karena itu budidaya jamur tiram memerlukan lahan dan pembangunan rumah budidaya jamur yang disebut kumbung. Ini menjadi tempat merawat baglog dan menumbuhkan jamur,” jelasnya.

Lebih jauh, Dr. Ir. Ridwan Rachmat, M.Agr berharap agar kegiatan pelatihan dan pendampingan seperti ini dapat momentum untuk lebih berperan memajukan masyarakat.

“Semoga ini menjadi trigger untuk kegiatan-kegiatan lainnya yang bersifat memberdayakan masyarakat, dan juga ke depan apa yang sudah dirintis oleh FIPHAL UNIDA ini bisa dikerjasamakan dengan BRIN untuk bisa lebih dikembangkan baik dari skema risetnya, diseminasinya, maupun hilirisasi hasil riset,” tutur Dr. Ir. Ridwan Rachmat, M.Agr yang juga merupakan peneliti pada Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pasca Panen Pertanian, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.