[email protected] 0251-8240773
Kegiatan Kemahasiswaan

FISIP UNIDA Gelar Harmonia Art Fest 2025/2026, Angkat Literasi Visual dan Makna Peran Ibu

Puncak rangkaian kegiatan Harmonia Art Fest (HAF) 2025/2026 yang diselenggarakan oleh mahasiswa Program Studi Sains Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Djuanda (UNIDA) resmi dibuka melalui Seminar Literasi Visual bertajuk “Representasi Makna dan Dampaknya terhadap Praktisi Mahasiswa dan Profesional”, Senin, 20 Januari 2026, di Aula Gedung C UNIDA.

Harmonia Art Fest diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Ibu yang jatuh pada 22 Desember 2025. Rangkaian kegiatan diawali dengan lomba poster yang diikuti oleh siswa-siswi SMA/SMK dari berbagai sekolah.

Ketua Pelaksana Harmonia Art Fest, Dheya Pratami, menjelaskan bahwa HAF 2025/2026 mengusung tema “Harmony of Unspoken Feelings”, yang merepresentasikan perasaan seorang ibu yang kerap tidak terucapkan. Kegiatan ini juga merupakan bagian dari project learning mata kuliah Komunikasi Visual.

“Tema ini kami pilih untuk menggambarkan perasaan seorang ibu yang sering kali tidak terucap. Dalam setiap langkah dan proses yang kita jalani, selalu ada doa ibu yang menyertai,” ujarnya.

Dosen Pengampu Mata Kuliah Komunikasi Visual sekaligus Wakil Dekan Non-Akademik FISIP UNIDA, Maria Fitriah, S.Sos., M.Si menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Sosok ibu memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan kita. Tanpa cinta seorang ibu, kita tidak akan menjadi seperti sekarang. Ini bukan sekadar makna dari sebuah poster, tetapi bagaimana visual mampu menyampaikan pesan yang komunikatif, baik sebagai kritik sosial maupun ekspresi emosional,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa proses kreatif merupakan pembelajaran berharga dalam kehidupan.

“Setiap langkah yang kita ambil adalah ukiran dalam perjalanan hidup. Mari ikuti kegiatan ini dengan penuh makna dan semoga memberikan manfaat bagi kita semua,” imbuhnya.

Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Program Studi Sains Komunikasi, Koesworo Setiawan, S.Sos., M.I.Kom menegaskan pentingnya pemahaman komunikasi visual di era saat ini.

“Kekuatan visual memiliki pengaruh yang sangat besar. Diperlukan pemahaman tidak hanya untuk melihat, tetapi juga memaknai komunikasi visual. Melalui kegiatan ini, diharapkan peserta memperoleh pengetahuan yang lebih mendalam mengenai literasi visual,” jelasnya.

Sementara itu, Dekan FISIP UNIDA, Dr. Hj. Rita Rahmawati, M.Si dalam sambutannya menyampaikan bahwa tema besar Harmonia Art Fest mengajak peserta untuk merefleksikan hubungan emosional antara anak dan ibu yang kerap sulit diungkapkan dengan kata-kata.

“Melalui desain poster, kita diajak untuk kembali mengingat jasa-jasa ibu. Bentuk kasih sayang ibu sering hadir dalam hal-hal sederhana, bahkan melalui nasihat dan teguran. Hari ini juga menjadi penutupan lomba Harmonia Art Fest yang diikuti oleh 67 peserta, dengan pengumuman pemenang lomba,” ungkapnya.

Pada sesi seminar, narasumber Syaeful Bahri, CEO Candramawa Digital, membawakan materi tentang Literasi Visual di Era Media Sosial. Ia menekankan pentingnya kebijaksanaan dalam memproduksi dan menyebarkan konten digital.

“Konten di media sosial harus dibuat secara bijak karena akan membentuk karakter di masa depan. Di era kecerdasan buatan, target audiens bukan hanya manusia, tetapi juga sistem,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa tujuan yang jelas dalam pembuatan konten akan menghasilkan dampak yang maksimal.

“Pola pikir kita perlu diubah, bukan lagi sekadar suka atau tidak suka terhadap sebuah konten, tetapi paham atau tidak. Literasi visual harus terus kita latih agar menjadi individu yang melek digital,” tambahnya.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, diumumkan para pemenang lomba poster Harmonia Art Fest 2025/2026. Juara pertama diraih oleh Farosya Izzati dari SMAK Bogor, juara kedua oleh Lintang Kencana dari SMK Amaliah 1 Ciawi, dan juara ketiga oleh Avril Rezkya Amanda dari SMK Amaliah 1 Ciawi.

Selain itu, penghargaan kategori khusus diberikan kepada Bunga Mutia Candra dari SMAN 1 Citeureup sebagai Best Visual Design, Pandu Putra Nurasih dari SMK Amaliah 1 Ciawi sebagai Best Communication Strategy, Anita Pertiwi dari SMAN 1 Gunung Putri sebagai Best Creativity, Syahrul Rizal dari SMK Amaliah 1 Ciawi sebagai Best Idea, serta Rahma Asri Nurazizah dari SMAN 1 Gunung Putri sebagai Best Favorite.