[email protected] 0251-8240773
Kegiatan Kemahasiswaan

FISIP UNIDA Gelar Kaderisasi 2025, Bentuk Generasi Kritis, Humanis, dan Progresif

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Djuanda menyelenggarakan Kaderisasi FISIP 2025 dengan tema “Mewujudkan Generasi Kritis, Humanis, dan Progresif”. Kegiatan berlangsung selama dua hari, pada 22–23 September 2025, bertempat di Aula Gedung C UNIDA.

Ketua Pelaksana, Muhammad Fazrah, menyampaikan bahwa kaderisasi merupakan program rutin yang bertujuan membekali mahasiswa dengan nilai-nilai kepemimpinan dan organisasi.

Alhamdulillah, kaderisasi FISIP 2025 dapat terlaksana meski sebelumnya sempat menghadapi beberapa kendala. Tahun ini kami mengusung tema mewujudkan generasi kritis, humanis, dan progresif,” ujarnya.

Fazrah mengajak seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh agar tujuan kegiatan tercapai. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada panitia yang telah berkontribusi dalam kesuksesan acara.

Ketua BEM FISIP, Alvin Andria, menegaskan bahwa kaderisasi bukan sekadar mempersiapkan mahasiswa untuk jabatan tertentu, melainkan membentuk karakter yang kritis, humanis, dan progresif sesuai dengan tantangan zaman.

“Harapan kami, ketika suatu hari teman-teman mendapat mandat dan tanggung jawab, kalian bisa menjalankannya dengan sebaik-baiknya,” jelas Alvin.

Wakil Dekan Akademik FISIP UNIDA, Irma Purnamasari, S.Sos., M.Si dalam sambutannya menekankan pentingnya kaderisasi sebagai bagian dari proses regenerasi organisasi mahasiswa.

“Kaderisasi merupakan langkah penting dalam menjaga keberlangsungan organisasi, sebagaimana keluarga menurunkan nilai-nilai kepada generasi penerus,” tuturnya.

Irma Purnamasari, S.Sos., M.Si juga menambahkan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam organisasi merupakan investasi jangka panjang untuk mengembangkan soft skills seperti kepemimpinan, komunikasi, dan kerja sama tim.

“Komunikasi efektif sangat penting untuk meminimalisasi masalah dan menemukan solusi terbaik. Sebaliknya, komunikasi yang tidak efektif dapat memicu miskomunikasi yang berujung pada persoalan,” tambahnya.

Hadir sebagai pemateri, Dosen FISIP UNIDA sekaligus Direktur Komite Ekonomi Kreatif Kabupaten Bogor (Kabekraf), Robby Firliandoko, S.I.Kom., M.Si mengajak peserta melakukan refleksi diri.

“Sebelum menuntut orang lain, kita harus menuntut diri sendiri terlebih dahulu. Apakah kita sudah benar, sudah baik, dan sudah bisa menjadi panutan?” ungkapnya.

Robby Firliandoko, S.I.Kom., M.Si mengingatkan pentingnya introspeksi diri sebelum mengkritik pihak lain.

“Ketika satu telunjuk mengarah kepada orang lain, empat jari lainnya menunjuk pada diri kita sendiri,” ujarnya.