FISIP UNIDA Hadirkan Kepala Disdukcapil Kabupaten Bogor, Mahasiswa Belajar Langsung Praktik Pelayanan Publik
Program Studi Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Djuanda (UNIDA) menghadirkan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bogor, Renaldi Yushab Fiansyah, S.Sos., dalam kegiatan Praktisi Mengajar bertema “Best Practice Pelayanan Administrasi Kependudukan di Disdukcapil Kabupaten Bogor”, Senin (22/6/2026).
Kegiatan yang merupakan bagian dari Mata Kuliah Pemerintahan Daerah ini diikuti oleh dosen dan mahasiswa Program Studi Administrasi Publik. Melalui program ini, mahasiswa berkesempatan memperoleh wawasan langsung dari praktisi pemerintahan guna memperdalam pemahaman mengenai penyelenggaraan pemerintahan daerah dan pelayanan publik, khususnya di bidang administrasi kependudukan.
Wakil Dekan Bidang Akademik FISIP UNIDA, Dr. Saprudin, M.Si., mengatakan bahwa kegiatan Praktisi Mengajar merupakan bentuk kolaborasi antara dunia akademik dan praktik pemerintahan yang sejalan dengan semangat Kampus Berdampak.
“Kegiatan Praktisi Mengajar ini merupakan wujud komitmen FISIP UNIDA dalam membangun ekosistem Kampus Berdampak. Kehadiran praktisi yang berpengalaman di ruang kelas diharapkan dapat memperkaya wawasan mahasiswa serta mempersiapkan mereka menjadi calon administrator publik yang kritis dan adaptif terhadap dinamika pelayanan di pemerintahan daerah,” ujarnya.
Menurutnya, pengalaman empiris yang dibagikan langsung oleh para pejabat publik dapat membantu mahasiswa memahami tantangan dan dinamika birokrasi yang tidak selalu diperoleh melalui teori di ruang kuliah.
Hal senada disampaikan Ketua Program Studi Administrasi Publik, Afmi Apriliani, S.Sos., M.A.P. Ia menilai program tersebut memiliki nilai strategis dalam mendukung kualitas pembelajaran sekaligus pemenuhan Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi.
“Mahasiswa Administrasi Publik membutuhkan bekal pengalaman empiris dari para pemangku kebijakan untuk memahami kompleksitas pelayanan publik. Kami berharap pemaparan dari Kepala Disdukcapil hari ini dapat memantik daya kritis serta melahirkan gagasan inovatif dari mahasiswa dalam mengurai persoalan birokrasi kontemporer,” kata Afmi.
Dalam sesi pemaparan, Renaldi menjelaskan bahwa administrasi kependudukan memiliki peran penting sebagai fondasi berbagai layanan publik. Data kependudukan menjadi acuan utama dalam layanan kesehatan, pendidikan, bantuan sosial, hingga sektor perbankan.
Ia mengungkapkan bahwa Kabupaten Bogor menghadapi tantangan besar dalam penyelenggaraan layanan administrasi kependudukan karena memiliki jumlah penduduk mencapai 5,9 juta jiwa dan menjadi daerah dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia.
“Urusan administrasi kependudukan bukan sekadar pelayanan dasar, melainkan menjadi rujukan dasar bagi seluruh bentuk pelayanan publik lainnya. Dengan jumlah penduduk Kabupaten Bogor yang mencapai 5.948.925 jiwa pada 2025, kami dituntut untuk terus melakukan transformasi,” tuturnya.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Disdukcapil Kabupaten Bogor terus melakukan berbagai inovasi, di antaranya melalui penguatan layanan berbasis digital dengan implementasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) serta pelayanan jemput bola kepada masyarakat.
“Melalui integrasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) dan inovasi pelayanan jemput bola, kami berkomitmen menghadirkan pelayanan publik yang cepat, mudah, aman, dan terpercaya,” tambahnya.
Kegiatan Praktisi Mengajar ini merupakan bagian dari implementasi program Kampus Berdampak yang mendorong keterhubungan antara perguruan tinggi dan dunia kerja. Selain memberikan pengalaman belajar yang lebih kontekstual bagi mahasiswa, program tersebut juga mendukung pencapaian IKU 4 Perguruan Tinggi terkait keterlibatan praktisi dalam proses pembelajaran.
Acara ditutup dengan sesi diskusi interaktif. Mahasiswa memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menggali lebih dalam mengenai strategi transformasi pelayanan publik, adaptasi kebijakan, serta tata kelola inovasi digital yang diterapkan Disdukcapil Kabupaten Bogor dalam meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.