[email protected] 0251-8240773
Berita

Forum Pendidikan dan Kesehatan Lingkungan: Kunci Membangun Sumber Daya Manusia Indonesia yang Unggul dan Bermartabat

Bogor, 9 Oktober 2025 – Dalam sebuah forum terbatas, dr. Achmad Mediana, Sp.OG, selaku Ketua 1 Yayasan Pusat Studi Pengembangan Islam Amaliyah Indonesia (PSPIAI) menyampaikan paparan visioner sekaligus kritis mengenai upaya membangun Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia yang unggul. Sebagai seorang dokter kebidanan dengan pengalaman 30 tahun, yang mengikuti jejak ayahandanya di bidang yang sama, beliau menekankan bahwa pembangunan SDM dimulai bahkan sebelum kelahiran.

Achmad Mediana, Sp.OG membuka dengan sebuah analogi biologis yang powerful, tentang pertemuan sperma dan sel telur yang melepaskan energi dahsyat setara ledakan nuklir, yang dikenal sebagai "Zinc Spark". Analogi ini menggambarkan betapa fundamental dan penuh potensinya momen awal penciptaan seorang manusia. Sayangnya, potensi dahsyat ini seringkali terhambat oleh kondisi ibu dan calon bayi yang kurang optimal. 

Beliau dengan prihatin menyatakan bahwa masalah mendasar di bidang kebidanan dan kesehatan ibu di Indonesia tidak berubah dalam 50 tahun terakhir. Komplikasi utama tetap sama: perdarahan, infeksi, hipertensi, dan yang paling sering ditemui adalah masalah kurang gizi, anemia, serta defisiensi vitamin seperti zat besi dan Vitamin D.

Akar masalahnya, menurut dr. Achmad Mediana, Sp.OG, terletak pada siklus yang tidak terputus. Bayi yang lahir dari ibu dengan kondisi gizi buruk akan tumbuh menjadi anak-anak dengan bahan baku yang lemah. Anak-anak ini kemudian masuk ke sistem pendidikan, dari TK hingga universitas, tanpa intervensi mendasar yang memutus mata rantai masalah kesehatan dan gizi.

Oleh karena itu, dr. Achmad Mediana, Sp.OG menekankan pentingnya perencanaan yang dimulai dari fase Pra-Hamil dan Pra-Nikah. Sebagai langkah konkret, beliau mengusulkan program pemeriksaan USG bagi seluruh perempuan di lingkungan universitas untuk mendeteksi dini masalah kesehatan reproduksi, seperti kista atau miom, yang dapat mempengaruhi kesehatan calon generasi penerus.

Tidak hanya pada aspek kesehatan, dr. Achmad Mediana, Sp.OG juga menyoroti pentingnya kemandirian ekonomi dan kedaulatan produk. Beliau mengajak seluruh institusi di bawah naungan YPSPIAI, mulai dari TK, sekolah, hingga rumah sakit, untuk menyerap dan memanfaatkan produk-produk lokal seperti beras, telur, dan kebutuhan pokok lainnya, menciptakan ekosistem ekonomi yang berkelanjutan.

Di sisi lain, dr. Achmad Mediana, Sp.OG juga mengkritik keras lemahnya budaya disiplin dan kebiasaan hidup bersih di lingkungan pendidikan tinggi. Beliau memberikan contoh nyata seperti sampah tisu yang berserakan di lantai toilet VIP dan kebiasaan menaruh baju kotor di atas ember, bukan di dalamnya. Hal ini menunjukkan bahwa gelar akademik yang tinggi (S2/S3) tidak serta merta mencerminkan kedisiplinan dan kepedulian terhadap lingkungan.

Pendidikan karakter dan pembiasaan, tegasnya, harus dimulai sejak dini, yaitu pada masa Golden Age (3-7 tahun). Sebagaimana orang Prancis membiasakan "bonjour" dan orang Jepang membiasakan membungkuk, anak Indonesia perlu dibiasakan dengan nilai-nilai kedisiplinan, kerapian, dan sopan santun, bukan justru terpaku pada handphone.

Achmad Mediana, Sp.OG menutup paparannya dengan penuh harapan. Beliau yakin bahwa dengan memutus siklus masalah gizi, memperkuat intervensi sejak dini, dan membangun budaya disiplin yang dimulai dari lingkungan pendidikan, SDM Indonesia yang mulia akhlaknya dan sehat jasmani dapat diwujudkan.

"Melalui langkah-langkah integratif ini, mari kita wujudkan Indonesia Emas, bukan Indonesia Cemas," pungkas dr. Achmad Mediana, Sp.OG, mengakhiri arahan yang menginspirasi dan penuh tantangan ini.

Tentang Yayasan PSPIAI:

Yayasan PSPIAI (Yayasan Pusat Studi Pengembangan Islam Amaliyah Indonesia) merupakan sebuah yayasan pendidikan terintegrasi dan terbesar di Kabupaten Bogor. Naungannya meliputi berbagai satuan pendidikan formal dan non-formal, termasuk TK, SD, SMP, SMA, SMK, Universitas, serta Pondok Pesantren, yang berkomitmen untuk mencetak generasi unggul secara intelektual dan spiritual.

Info Lebih Lanjut:

Dr. Radif Khotamir Rusli, M.Ed., M.C.E

Sekretaris Umum Yayasan PSPIAI