Gali Potensi Menulis, PP Mabit UNIDA Latih Santri Mahasiswa Buat Karya Tulis Ilmiah
Pondok Pesantren Mahasiswa Bina Tauhid (PP Mabit)
Universitas Djuanda (UNIDA) selenggarakan Pelatihan Penulisan Karya Tulis Ilmiah
di Majelis Baitul Quran (MBQ) pada Sabtu, 24 Juni 2023. Pelatihan tersebut
diisi oleh Wakil Rektor III UNIDA, Dr. Yudi Wahyudin, S.Pi., M.Si dan dihadiri
oleh Pimpinan PP Mabit UNIDA, Dr. Sudiman Sihotang, S.H., M.H beserta jajaran
serta diikuti oleh santri mahasiswa PP Mabit UNIDA.
Kegiatan pelatihan ini merupakan program dari PP
Mabit UNIDA dalam rangka menggali potensi santri PP Mabit dalam hal menulis dan
menulis karya ilmiah juga merupakan potensi yang perlu dimiliki oleh setiap
mahasiswa UNIDA.
Pimpinan
PP Mabit UNIDA, Dr. Sudiman Sihotang. S.H., M.H dalam sambutannya menyampaikan
terima kasih kepada Wakil Rektor III, Dr. Yudi Wahyudin, S.Pi., M.Si yang
menjadi narasumber dalam pelatihan ini. Semoga kegiatan ini dapat meningkatkan
kompetensi santri mahasiswa terutama dalam kompetensi menulis karya ilmiah.
“Tujuan
diadakannnya pelatihan penulisan karya ilmiah ini agar santri mahasiswa mampu
menulis dan membuat karya tulis ilmiah secara baik dan benar serta menarik,”
tuturnya.
Wakil
Rektor III UNIDA, Dr. Yudi Wahyudin, S.Pi., M.Si selaku pemateri menyampaikan
bahwasanya menulis adalah potensi yang harus dimiliki santri mahasiswa, karena
dengan menulis kita dapat dikenal. Maka menulis merupakan bentuk dari
kreativitas dan dapat menghasilkan inovasi. Oleh karena itu, inovasi dapat
memberikan branding tersendiri bagi individu maupun lembaga yang
berinovasi. Struktur penulisan artikel ilmiah dimulai dari judul hingga isi dan
penutup. Penulisan artikel pada umumnya mencakup 5 W+ 1 H di mana, hal ini
dasar dari penulisan. 5W+1H yaitu, what (apa), when (kenapa), who
(siapa), why (kenapa), where (di mana) dan how (bagaimana).
“Membuat
artikel ilmiah tentu harus memperhatikan judul. Judul merupakan jendela untuk
pembaca membaca tulisan selanjutnya. Jadi kita harus pandai dalam merangkai
judul yang menarik sehingga judul mampu menggambarkan tulisan keseluruhan untuk
artikel yang kita buat. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam membuat
judul, yang pertama judul harus provokatif
atau judul harus mengandung unsur provokasi atau menghasut karena judul
yang menghasut dapat merangsang pembaca untuk membaca. Kedua, inspiratif atau menginspirasi, setiap
judul adalah awal dari isi dan mampu memberikan inspirasi bagi pembaca,”
ungkapnya.
“Lalu
ketiga judul harus naratif, tulisan haruslah menjelaskan apa yang ingin
disampaikan penulis, apa yang dibahas harus dijelaskan secara naratif, sebuah
judul harus menggambarkan isi dari tulisan. Keempat yaitu aspiratif dimana
judul yang bagus adalah yang memberikan manfaat dan pengetahuan. Kelima yaitu responsif, sebuah judul harus bersipat
respon atau ketika pembaca membaca judul akan merasa tergugah untuk membaca,” tambahnya.