Hadapi Pemilu 2024, Chancellor UNIDA Jadi Narasumber Kuliah Umum Pascasarjana UIR Bertajuk Mencari Demokrasi Pancasila
Guru Besar bidang Ilmu Hukum yang juga merupakan
Chancellor Universitas Djuanda (UNIDA) Prof. Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H didapuk
menjadi narasumber dalam Kuliah Umum yang diselenggarakan oleh Pascasarjana
Universitas Islam Riau (UIR) bekerja sama dengan Sekolah Pascasarjana UNIDA, Senin
(15/05/2023). Bertempat di Auditorium Gedung Pascasarjana UIR, kuliah umum ini
mengangkat tema bertajuk “Mencari Demokrasi Pancasila Menghadapi Pemilu
Tahun 2024”.
Dalam paparannya, Chancellor UNIDA Prof. Dr. H.
Martin Roestamy, S.H., M.H menyampaikan bahwasanya makna demokrasi bukan
berarti kekuasaan hanya berada ditangan penguasa, akan tetapi kekuasaan penuh adalah
yang berada ditangan rakyat.
Berdasarkan Democracy Index 2022 oleh The
Economist Intelligence Unit, Indonesia berada pada rangking 54 Dunia dari
167 negara, dan masuk ke dalam 52 negara dengan kategori Demokrasi tidak
Sempurna (Flawded Democracies).
“Dimana-mana, saat ini demokrasi justru
mengecewakan banyak orang. Demokrasi belum mampu mewujudkan cita Indonesia
Merdeka. Oligarki, politik dinasti, dwi Fungsi TNI yang salah arah serta demokrasi
berbiaya tinggi dan lain-lain masih menjadi beban besar dalam demokrasi kita,”
ungkap Prof. Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H.
Lebih lanjut, Prof. Dr. H. Martin Roestamy,
S.H., M.H mengatakan, sebagai bangsa yang menjunjung tinggi nilai Pancasila,
maka sudah seharusnya rakyat Indonesia berpegang teguh pada demokrasi Pancasila
untuk menjadi acuan berdemokrasi.
Menurut Badan Pengkajian MPR pada tahun 2018, demokrasi
pancasila adalah demokrasi yang dihayati oleh bangsa dan negara Indonesia yang dijiwai
dan diintegrasikan oleh sila-sila Pancasila atau nilai-nilai luhur Pancasila. Secara
luas demokrasi Pancasila berarti kedaulatan rakyat yang berdasarkan pada
nilai-nilai Pancasila pada bidang politik, ekonomi, dan sosial.
“Sehingga dapat dikatakan bahwa Demokrasi
Pancasila menurut saya yaitu demokrasi ke-Indonesia-an, yang memiliki ciri khas
kebersamaan, kekeluargaan, kemufakatan, yang berketuhanan dalam bingkai yang menghargai
nilai kemanusiaan untuk kepentingan segenap bangsa dan tumpah darah Indonesia
guna mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” tutur Prof. Dr.
H. Martin Roestamy, S.H., M.H didepan peserta yang diikuti oleh seluruh
mahasiswa Pascasarjana UIR.
Di tahun 2024 , Indonesia akan menyelenggarakan
Pemilu yang dalam hal ini dapat menjadi ancaman, tantangan serta peluang untuk
Indonesia.
“Keterlibatan social control seluruh
komponen masyarakat, keterlibatan Perguruan Tinggi dalam proses pendidikan
politik, pemahaman arti pentingnya Demokrasi Pancasila, membangun kecerdasan rakyat
pemilik suara dalam memilah dan memilih calon pemimpin wakil rakyat dan Parpol
pengusung, menjadi upaya untuk mensiasati,” pungkasnya.
Sebagai
informasi, selain Guru Besar Ilmu Hukum UNIDA Prof. Dr. Martin Roestamy, S.H.,
M.H, pembicara lainnya dalam kuliah umum ini ialah Prof. Dr. H. Yusri Munaf,
S.H., M.Hum., dan Dr. H. Rahyunir Rauf, M.Si. yang dipandu oleh moderator H.
Muhammad Nur Hidayat, S.H., M.H.