[email protected] 0251-8240773
Berita

Hadapi Pemilu 2024, Chancellor UNIDA Jadi Narasumber Kuliah Umum Pascasarjana UIR Bertajuk Mencari Demokrasi Pancasila

Guru Besar bidang Ilmu Hukum yang juga merupakan Chancellor Universitas Djuanda (UNIDA) Prof. Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H didapuk menjadi narasumber dalam Kuliah Umum yang diselenggarakan oleh Pascasarjana Universitas Islam Riau (UIR) bekerja sama dengan Sekolah Pascasarjana UNIDA, Senin (15/05/2023). Bertempat di Auditorium Gedung Pascasarjana UIR, kuliah umum ini mengangkat tema bertajuk “Mencari Demokrasi Pancasila Menghadapi Pemilu Tahun 2024”.

Dalam paparannya, Chancellor UNIDA Prof. Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H menyampaikan bahwasanya makna demokrasi bukan berarti kekuasaan hanya berada ditangan penguasa, akan tetapi kekuasaan penuh adalah yang berada ditangan rakyat.

Berdasarkan Democracy Index 2022 oleh The Economist Intelligence Unit, Indonesia berada pada rangking 54 Dunia dari 167 negara, dan masuk ke dalam 52 negara dengan kategori Demokrasi tidak Sempurna (Flawded Democracies).

“Dimana-mana, saat ini demokrasi justru mengecewakan banyak orang. Demokrasi belum mampu mewujudkan cita Indonesia Merdeka. Oligarki, politik dinasti, dwi Fungsi TNI yang salah arah serta demokrasi berbiaya tinggi dan lain-lain masih menjadi beban besar dalam demokrasi kita,” ungkap Prof. Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H.

Lebih lanjut, Prof. Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H mengatakan, sebagai bangsa yang menjunjung tinggi nilai Pancasila, maka sudah seharusnya rakyat Indonesia berpegang teguh pada demokrasi Pancasila untuk menjadi acuan berdemokrasi.

Menurut Badan Pengkajian MPR pada tahun 2018, demokrasi pancasila adalah demokrasi yang dihayati oleh bangsa dan negara Indonesia yang dijiwai dan diintegrasikan oleh sila-sila Pancasila atau nilai-nilai luhur Pancasila. Secara luas demokrasi Pancasila berarti kedaulatan rakyat yang berdasarkan pada nilai-nilai Pancasila pada bidang politik, ekonomi, dan sosial.

“Sehingga dapat dikatakan bahwa Demokrasi Pancasila menurut saya yaitu demokrasi ke-Indonesia-an, yang memiliki ciri khas kebersamaan, kekeluargaan, kemufakatan, yang berketuhanan dalam bingkai yang menghargai nilai kemanusiaan untuk kepentingan segenap bangsa dan tumpah darah Indonesia guna mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” tutur Prof. Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H didepan peserta yang diikuti oleh seluruh mahasiswa Pascasarjana UIR.

Di tahun 2024 , Indonesia akan menyelenggarakan Pemilu yang dalam hal ini dapat menjadi ancaman, tantangan serta peluang untuk Indonesia.

“Keterlibatan social control seluruh komponen masyarakat, keterlibatan Perguruan Tinggi dalam proses pendidikan politik, pemahaman arti pentingnya Demokrasi Pancasila, membangun kecerdasan rakyat pemilik suara dalam memilah dan memilih calon pemimpin wakil rakyat dan Parpol pengusung, menjadi upaya untuk mensiasati,” pungkasnya.

Sebagai informasi, selain Guru Besar Ilmu Hukum UNIDA Prof. Dr. Martin Roestamy, S.H., M.H, pembicara lainnya dalam kuliah umum ini ialah Prof. Dr. H. Yusri Munaf, S.H., M.Hum., dan Dr. H. Rahyunir Rauf, M.Si. yang dipandu oleh moderator H. Muhammad Nur Hidayat, S.H., M.H.