[email protected] 0251-8240773
Berita

Hadapi Pemilu 2024, Sekolah Pascasarjana UNIDA Selenggarakan Simposium

Sekolah Pascasarjana Universitas Djuanda (UNIDA) selenggarakan Simposium bertajuk “Menghadapi Pemilihan Umum (Pemilu) 2024” pada Rabu, 1 Februari 2023 di Ruang Serbaguna Sekolah Pascasarjana UNIDA. Simposium tersebut diisi oleh Ketua Umum Yayasan Pendidikan Amaliah Djuanda, Dr. H. Bambang Widjojanto, S.H., M.Sc, Direktur Sekolah Pascasarjana Universitas Islam Riau (UIR), Prof. Dr. Yusri Munaf dan dihadiri oleh Chancellor UNIDA, Prof. Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H beserta jajaran, Rektor UNIDA, Prof. Dr. H. Suhaidi, S.H., M.H beserta jajaran dan Rektor UIR, Prof. Dr. H. Syafrinaldi, S.H., M.C.L beserta jajaran.

Dr. H. Bambang Widjojanto, S.H., M.Sc dalam paparannya menyampaikan terkait dengan berbagai faktor yang mempengaruhi demokrasi dan pemilu. Diantaranya yaitu kekuatan eksekutif yang kerap menjadi juru bicara kepentingan kapital, kewenangan menjadi bersifat transaksional, politik uang berkembang secara masif, hingga state capture corruption yang berkembang kian tak terbendung.

“Masyarakat sipil dibelah dan dibeli, media dikooptasi, lembaga penegak hukum diintrumentasi. Lalu ruang publik dikuasai dan diciptakan atmosfir of fear sehingga terjadilah criminality and brutality democracy,” tutur Dr. H. Bambang Widjojanto, S.H., M.Sc.

“Pemilu sangat berkaitan erat dengan Parpol, menurut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bahwa 35% kasus korupsi dilakukan para kader Parpol. Parpol sangat berperan penting melahirkan wakil rakyat, pemimpin daerah dan nasional, akan tetapi para kader parpol dapat dikatakan sangat rentan melakukan tindak pidana korupsi. Oleh karenanya di Pemilu 2024 nanti alangkah baiknya kita memilih pemimpin dengan sungguh-sungguh dan bertanggungjawab,” sambung Dr. H. Bambang Widjojanto, S.H., M.Sc

Sementara itu, Direktur Sekolah Pascasarjana UIR, Prof. Dr. Yusri Munaf dalam paparannya menyampaikan bahwa menghadapi Pemilu 2024 hendaknya dipersiapkan dengan baik dan tidak mudah terpengaruh oleh berbagai hal. Ketika Pemilu, Prof. Dr. Yusri Munaf menyarankan untuk memilih sesuai dengan hati nurani.

Prof. Dr. Yusri Munaf mengatakan, Parpol harus memahami hak dan kewajiban sebagai partai politik. Selain itu, pengawasan juga sangat penting untuk mewaspadai penyelewengan kekuasaan terutama dalam menyambut Pemilu 2024.

“Pengawasannya tentu harus efektif dan para pengawas mampu menjadi pengawas parpol yang baik. Mengawasi dengan teliti mulai dari Parpol yang ikut dalam Pemilu, penyelenggara, sampai kepada Pemilu itu sendiri. Dalam hal pengawasan, harus benar-benar selektif dalam memilih Sumber Daya Manusia, karena jika tidak baik maka pengawas akan lebih mudah tergoda oleh pihak yang tidak bertanggungjawab,” ujarnya.  

“Makna Pemilu itu utamanya adalah kedaulatan rakyat, karena rakyat adalah kedaulatan tertinggi dalam bernegara. Pemilu itu sendiri juga merupakan suatu hal dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat," ungkap Prof. Dr. Yusri Munaf.

Setelah sesi pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi antara narasumber dan para peserta.