Hadapi Pemilu 2024, Sekolah Pascasarjana UNIDA Selenggarakan Simposium
Sekolah Pascasarjana Universitas Djuanda
(UNIDA) selenggarakan Simposium bertajuk “Menghadapi Pemilihan Umum (Pemilu)
2024” pada Rabu, 1 Februari 2023 di Ruang Serbaguna Sekolah Pascasarjana UNIDA.
Simposium tersebut diisi oleh Ketua Umum Yayasan Pendidikan Amaliah Djuanda,
Dr. H. Bambang Widjojanto, S.H., M.Sc, Direktur Sekolah Pascasarjana
Universitas Islam Riau (UIR), Prof. Dr. Yusri Munaf dan dihadiri oleh
Chancellor UNIDA, Prof. Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H beserta jajaran,
Rektor UNIDA, Prof. Dr. H. Suhaidi, S.H., M.H beserta jajaran dan Rektor UIR,
Prof. Dr. H. Syafrinaldi, S.H., M.C.L beserta jajaran.
Dr. H. Bambang Widjojanto, S.H., M.Sc dalam
paparannya menyampaikan terkait dengan berbagai faktor yang mempengaruhi demokrasi
dan pemilu. Diantaranya yaitu kekuatan eksekutif yang kerap menjadi juru bicara
kepentingan kapital, kewenangan menjadi bersifat transaksional, politik uang
berkembang secara masif, hingga state capture corruption yang berkembang
kian tak terbendung.
“Masyarakat sipil dibelah dan dibeli, media
dikooptasi, lembaga penegak hukum diintrumentasi. Lalu ruang publik dikuasai
dan diciptakan atmosfir of fear sehingga terjadilah criminality and
brutality democracy,” tutur Dr. H. Bambang Widjojanto, S.H., M.Sc.
“Pemilu sangat berkaitan erat dengan Parpol,
menurut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bahwa 35% kasus korupsi dilakukan para
kader Parpol. Parpol sangat berperan penting melahirkan wakil rakyat, pemimpin
daerah dan nasional, akan tetapi para kader parpol dapat dikatakan sangat
rentan melakukan tindak pidana korupsi. Oleh karenanya di Pemilu 2024 nanti
alangkah baiknya kita memilih pemimpin dengan sungguh-sungguh dan bertanggungjawab,”
sambung Dr. H. Bambang Widjojanto, S.H., M.Sc
Sementara itu, Direktur Sekolah Pascasarjana
UIR, Prof. Dr. Yusri Munaf dalam paparannya menyampaikan bahwa menghadapi Pemilu
2024 hendaknya dipersiapkan dengan baik dan tidak mudah terpengaruh oleh
berbagai hal. Ketika Pemilu, Prof. Dr. Yusri Munaf menyarankan untuk memilih sesuai
dengan hati nurani.
Prof. Dr. Yusri Munaf mengatakan, Parpol harus
memahami hak dan kewajiban sebagai partai politik. Selain itu, pengawasan juga
sangat penting untuk mewaspadai penyelewengan kekuasaan terutama dalam
menyambut Pemilu 2024.
“Pengawasannya tentu harus efektif dan para
pengawas mampu menjadi pengawas parpol yang baik. Mengawasi dengan teliti mulai
dari Parpol yang ikut dalam Pemilu, penyelenggara, sampai kepada Pemilu itu
sendiri. Dalam hal pengawasan, harus benar-benar selektif dalam memilih Sumber
Daya Manusia, karena jika tidak baik maka pengawas akan lebih mudah tergoda
oleh pihak yang tidak bertanggungjawab,” ujarnya.
“Makna Pemilu itu utamanya adalah kedaulatan
rakyat, karena rakyat adalah kedaulatan tertinggi dalam bernegara. Pemilu itu
sendiri juga merupakan suatu hal dari rakyat, oleh rakyat dan untuk
rakyat," ungkap Prof. Dr. Yusri Munaf.
Setelah sesi pemaparan materi, kegiatan
dilanjutkan dengan sesi diskusi antara narasumber dan para peserta.